Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)

Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)
31. Gugup


__ADS_3

...Keesokan harinya......


Shin Hye yang telah bangun duluan menyiapkan bubur hangat untuk Ji Youra.


"Youra, belum bangun?"


"Belum Bi."


"Kau bisa membuat bubur," tanya Vina.


"Em...begini bagaimana?"


"Oh, hahaha. Sini aku bantu."


"Ya."


...Bubur yang telah di sajikan itu di bawa oleh Shin Hye ke kamar Ji Youra bersama susu putih. Dia meninggalkan pesan padanya di kertas bahwa, dia harus pergi menemani Xelyna dan Luna yang sedang keluar untuk mencari kain....


"Mereka kemana," tanya Ji Youra.


"Maaf... aku suruh temani pacar mu. Karena Xelyna baru saja mengalami trauma di malam itu. Dan adik-adik yang lain sedang kuliah, mumpung ada lelaki di sini jadi ku suruh dia untuk jagain mereka berdua."


"Bi... tidak apa. Aku mengerti, apa lagi mantan suami mu yang masih mengejar mu itu."


"Iya, aku masih takut sama brandal itu."


"Tenang... setelah ini kau dan anak-anak mu akan menempuh perjalanan baru."


"Aku lebih baik jadi pembantu mu. Kau juga jangan panggil aku Bibi. Panggil saja nama ku, Vina."


"Aku suka sebutan Bibi itu lebih sopan. Dan aku tidak menyuruh mu jadi pembantu ku. Namun, aku menyuruh mu menemani ibu ku."


"Terimakasih, bagaimana jika kau panggil aku kak Vina."

__ADS_1


"Oke."


...Sepulang dari mencari kain bersama Xelyna dan Luna, Shin Hye kembali ke rumah Vina. Namun, di sini dia menjadi menghindar dari Ji Youra. Sekalipun dia berani berbicara itu akan terlihat sangat gugup, dan tak berani menatap matanya karena, dia masih mengingat kejadian tadi malam....


"Mencari kain apa," tanya Ji Youra.


Memalingkan muka, "oh, kain untuk selimut Xelyna." Balasnya sambil menuju ke dapur.


"Kau yang buat bubur," tanyanya lagi mendekat.


"Bu...bukan. Itu Kak Vina."


"Kau kenapa?"


"Ha...? Tidak ada."


"Kau aneh...!"


"Ahahaha...memang aneh."


Shin Hye, menggelangkan kepala. "Ti...tidak."


"Hei... apa terjadi sesuatu tadi malam."


"Tidak! Tidak ada." Jawabnya melangkah cepat.


"Lalu siapa yang menggendong ku ke kamar. Seingat ku, aku ada di balkon."


Shin Hye menoleh," itu anak-anak."


"Bohong. Kak Vina bilang itu, kau!"


"Aku...aku."

__ADS_1


"Siapa yang mengganti pakaian ku?"


"Oke, oke. Kemarin kau mabuk, dan aku menggendong mu ke kamar, kemudian kau muntah di baju ku lalu aku ganti baju ku dan juga baju mu. Tapi hanya baju luar mu saja tak mengganti sampai dalamnya atau yang berlebihan. Aku ingin memanggil kak Vina cuman mereka udah tidur. Aku juga tidak tahu bahwa dia sempat melihat aku menggendong mu. Ha..hanya itu saja."


"Benarkah...?"


"Ya."


" Lalu kenapa kau menghindari ku. Bukan tanpa sebab seseorang laki-laki tiba-tiba menghindari seorang wanita."


"Itu...itu tidak ada."


"Kau berbohong! Kau pernah menyakiti ku, lalu apa kau sekarang ingin mengulangnya kembali?"


"Tidak...! Bukan begitu maksut ku."


"Lalu apa maksut mu?"


"Kemarin... kemarin, kau mencium ku. Kita... kita berciuman."


Ji Youra terkejut, bola matanya seakan mau keluar. "Apa kau bilang...! Dasar me*um!!!"


"Itu kamu. Kau duluan, Youra."


Pukul...pukul badan Shin Hye. "Lalu kau merespon apa?"


"Aku menolak."


"Lalu...?"


"Kau masih memaksa."


"Lalu...?"

__ADS_1


"Aku menikmatinya."


"Kurang a***." Ucap Ji Youra sambil memukul mukul badan Shin Hye. Keduanya saling berlarian, dan saling tuding satu dengan lainya. Shin Hye, merasa sangat bahagia walau begitu, dia dapat dekat lagi dengan Ji Youra.


__ADS_2