Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)

Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)
32. Last Night-Swedia


__ADS_3

..."Gedebuk."...


Mereka berdua tanpa sengaja terjatuh di lantai atas tepat di balkon yang mereka singgahi kemarin malam.


"Mecum,'' seru Luna menunjuk.


"Ah...! Tidak, tidak." Jawab Youra yang menoleh ke arah Luna lalu tanganya mendorong Shin Hye, "minggir!" ucapnya dengan paksa lalu Shin Hye membalas cepat dengan berdiri.


"Luna, tunggu Bibi. Ini cuman salah paham, sayang. Percaya ya," ucapnya memegang Luna.


Luna hanya terdiam memandangi Shin Hye lalu berkata, "mecum..." tunjuknya yang ternyata kepada Ji Youra.


Shin Hye dan Ji Youra, terkejut lalu terdengar..."bu-buahahhaha...." tawa keras dari Shin Hye.


"Dia yang me**m, Luna."


"Mecum."


"Hahahaha....hahahaha... kau di bilang me**m." Shin Hye terpingkal-pingkal, kedua tanganya memegang perut karena sakit akibat tertawa.


"Aaaawww..." suara teriakan Shin Hye yang mendapatkan cubitan dari Ji Youra.


"Jahat," seru Luna.


"Luna, Bibi tidak jahat tapi itu dia."


"Jelek. Jahat. Mecum."


"Hmmmh,'' helaan napas Youra. "Memang good looking selalu di bela," sambungnya lagi pasrah.


"Hah-Hah-Buahahaha." Ejek Shin Hye yang tak mampu menahan tertawanya.


Ji Youra, kemudian pergi kembali ke meja makan dan mengambil sepotong apel.


"Hey, Bibi mu marah. Ayok, hibur dia malam ini. Besok kita sudah pulang ke Seoul." Luna menganggukan kepala padanya.


Mereka semua di Swedia berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.


...Malam hari pun tiba....

__ADS_1


...Xelyna, Christy, dan Sarah sibuk membantu Vina untuk malam terakhir ini dengan BBQ bersama. White pun ikut membantu namun dia tetap jahil pada Ji Youra....


"Kemana perginya Luna dan pacar kakak," tanya Christy pada Ji Youra.


"Oh, iya ya. Kemana ya?" mata melirik ke kanan, kiri, ke belakang, di ikuti dengan tubuhnya.


...Luna akhirnya kembali di tuntun oleh Xelyna untuk ikut BBQ bersama, namun Ji Youra tidak melihat 'batang hidung' Shin Hye hadir di acara malam terakhir Stockholm....


"Bibi... ini bunga buat mu. Maf au adi nakkal."


"Terimakasih... Bibi maafin. Luna, anak baik hanya tidak tahu saja. Sini peluk Bibi."


...Mereka pun melanjutkan acaranya di saat sesi mendekati tepat pukul 11 malam Shin Hye keluar dengan membawa karangan bunga yang begitu banyak, dan besar untuk di persembahkan kepada Ji Youra dengan meghidupkan petasan mahal yang bertuliskan SJ....


"Romantis sekali..." ucap Christy.


"Ap-apa yang kau lakukan," bisiknya pada Shin Hye.


"Memberi kejutan," balasnya polos.


White memotong dengan berkata," Mama terima Papa," tangannya memegang tangan Ji Youra dengan sangat manja.


"Katanya pasangan?"


"Kak Vina... White!"


"White sini sayang. Jangan ganggu Bibi mu."


"Cium...cium...ciumm..."


"Ap-ap..."


"Cium...cium...cium..."


"Kak Vina, ini berlebihan."


"Dia kan pasangan mu, mengapa berlebihan. Habis ini kalian pasti menikah."


"Iya, kau benar kak Vina." Sela Shin Hye dengan cepat dan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Apa ini maksudnya?"


"Bukan aku yang meminta. Aku hanya memberi mu kejutan sebagai permintaan maaf ku tadi pagi, tapi jika kamu tidak melakukannya, maka kita akan ketahuan jika berbohong."


"Ciumm...cium..cium..."


"Kakak Ji Youra wanita terjahat karena tak menghargai pasanganya," ucap Sarah.


...Dengan keterpaksaan dia melakukan apa yang mereka suruh, dan akhirnya Ji Youra mengecup pipi kirinya....


"Ouch! Anak kecil tak boleh lihat," Xelyna dan Christy menutup mata Sarah dan Luna.


...Vina yang melihat mereka seakan sudah siap memiliki ponakan dari Ji Youra. Dan mereka melanjutkan lagi kegiatan malam terkahir untuk BBQ. Xelyna, memainkan sebuah lagu untuk mereka semua yang di iringi oleh Christy....


"Apa kau bahagia?"


"Tidak!"


"Apa kai membenci ku?"


"Ya."


Tanganya menyentuh kedua pundak Ji Youra lalu berkata, "maafkan aku untuk segalanya termasuk kasus korupsi itu. Aku telah menghukum mereka. Tolong... berikan aku kesempatan lagi untuk memperjuangkan mu. Aku berjanji tak akan menyakiti mu lagi." Tatapanya penuh kasih kepada Ji Youra di bawah indahnya balutan bulan sabit.


"Kau serius...?"


"Ya. Jika kau mau. Aku ingin memperkenalkan mu pada orang tua ku."


"Secepat itu."


"Karena kau mampu. Kau hebat, aku kagum dan makin jatuh cinta padamu."


"Hmm..ya, aku mau."


"Kedepanya jangan menjauhi ku lagi. Aku ingin kita memulai kembali."


"Ya."


...Pukul 00.00....

__ADS_1


...Di balik siluet malam yang indah tenang dari sisa BBQ, kedua insan yang bersatu itu saling meghangatkan tubuh satu dengan yang lain. Melepaskan kerinduan dan gairah bersama di bawah sinar bulan sabit. Kehangatan yang terasa lembut dan nyaman bagi keduanya. Memeluk satu dengan yang lain dengan bi**r yang saling beradu dalam kelembutan....


__ADS_2