Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)

Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)
38. Shin Il


__ADS_3

Shin Il, yang telah kembali masuk ke perusahaan dia melihat ada banyak model baru di tempatnya yang di terima oleh Shin Hyun beberapa waktu lalu salah satunya adalah, keponakan dari Ji Youra yang bernama Crhisty.


Di perusahaan dia seperti biasa langsung sibuk, dan memasang tatapan dinginnya awalnya Shin Il yang memiliki paras penuh dengan kehangatan, dan ceria yang kini menjadi dingin seperti es di kutub semenjak hubungannya yang renggang atau menjauh dari khalayak umum, dan dia tidak begitu dekat dengan keluarga Shin yang lain. Dirinya mulai menata strategi untuk rencana hidup kedepannya Shin Il benar-benar tidak menginginkan posisinya di situasi seperti saat ini. Dia adalah penyuka kebebasan yang tidak menyukai pengekangan oleh aturan-aturan tertentu karena, dia tahu juga bahwa seharusnya yang dia miliki hari ini bukanlah miliknya, tetapi milik orang lain yang lebih berhak karena darah keturunannya.


Para calon artis/model baru yang memandangnya itu mulai bertanya-tanya, siapakah gerangan lelaki dingin dan cuek itu, karena mereka tidak pernah melihatnya sebelumnya di dalam kantor. Salah satu calon yang akan menjadi artis besar itu adalah, Christy yang mana dia langsung terpukau melihat karismatiknya dari aura yang di keluarkan oleh Shin Il. Pagi itu semua aktivitas berjalan dengan baik hanya saja mereka semua sedikit canggung, karena di awasi langsung oleh Shin Il dan Shin Hyun, mereka merasa kedua kakak beradik itu tidaklah mirip salah satu yang menyadari hal itu adalah Christy.


"Makan siang," tanya Shin Hyun.


"Aku di dalam."


"Hmm... bertapa lagi?"


Shin Il, tidak menjawab dan pergi bergitu saja memasuki ruanganya mengabaikan adik kecilnya itu.


"Ya sudah," seru Shin Hyun. Dia pun pergi makan siang sendiri seperti biasa. Terkadang mengingat momen kemarin waktu berkumpul bersama. Dia bertanya mengapa pada saat mereka semua berkumpul, Shin Il tidak ada namun sebaliknya.


"Triiing...." dering telfon.


"Ya."


"Kau di mana?"


"Kantor."


"Aku ke sana."


"Oke."

__ADS_1


Shin Il, memakan sandwich yang dia bawa pagi tadi sebelum berangkat ke kantor. Dia makan sendirian di ruangannya di temani oleh secangkir teh hijau yang di sedu sendiri dari pantry kantor.


"Kau, akhirnya menunjukan batang hidung mu."


"Kau juga."


"Aku sibuk terapi. China-Korea, satu bulan 3 kali untuk penyakit ku. Dan yang membuat ku makin muak di perkumpulan keluarga besar kemarin, kakek menanyakan tentang pernikahan." Ungkap Shin Dong Min, seseorang yang menelfonya beberapa menit lalu.


"Sungguh," tanya Shin Il.


"Ya. Dan Shin Hye membawa pulang Ji Youra pada mereka."


"Bagaimana dengan mu," tanyanya lagi.


"Kakek memberikan dispensasi buat aku karena aku yang sedang fokus pada mysophobia ku yang harus aku tanyakan sekarang adalah kau. Bagaimana dengan mu?"


"Aku... aku sendiri juga tidak tahu. Semuanya belum tahu siapa diri ku kecuali kamu."


"Maaf... mau bagaimana lagi aku bukanlah bagian dari keluarga Shin."


"Sudah lah, aku sudah tidak mempermasalahkan hal itu. Dia juga bukan wanita yang baik untuk keluarga kita."


"Ya."


Shin Dong Min dan Shin Il, di masa lalu sewaktu masih di senior high school mengalami pertengkaran remaja yang mana mencintai 1 wanita yang sama tanpa sepengetahuan keduanya, dan ternyata wanita tersebut adalah, seorang wanita gila yang ingin memiliki keduanya karena harta dari keluarga Shin.


Setelah selesai perbincangan tersebut mereka melakukan aktifitas masing-masing, dan kembali bekerja lalu sampailah di satu momen sore hari, Shin Il yang juga ingin pergi ke atas gedung perusahaan besar itu. Dia menemukan Shin Hyun yang sedang memegang anggur berdiri sendiri terkena terpaan angin.

__ADS_1


"Kau sendiri?"


"Kau," seru Shin Hyun terkejut.


"Ada apa?"


"Mengagetkan ku."


"Begitu saja reaksi mu kaget." Ucap Shin Il, yang kemudian memutar balik arah.


"Kau bagai setan. Datang tak di jemput, pulang tak di antar."


"Kau mengatai ku setan."


"Kau tiba-tiba muncul, lalu tiba-tiba pergi."


"Hey! Kau kenapa? sensitive sekali pada ku."


"Aku... oh, maaf."


Shil Il mendekat, "ada masalah...?"


"Tidak...!"


"Ayolah aku kakak mu."


Shin Hyun, menatapnya dan mengingat kejadian apa yang sempat dia dengar tadi siang. "Tidak ada," jawabnya tersenyum."

__ADS_1


"Ya sudah. Ayo pulang, hari akan petang."


"Baik."


__ADS_2