Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)

Merah Jambu Di Benua Asia (Seoul & Alvy)
29. Jae-Hyun yang penasaran/ikut campur


__ADS_3

...Tak, klotak...klotak...


...Highells keluaran terbaru yang menghiasi kaki jenjang dan cantik itu berejalan di sepanjang para pelayan yang dengan membungkuk, dan peelahan kedua kakinya menaiki 1,2,3 tangga berbentuk setengah lingkaran. Dia mengumumkan untuk berdherma dengan para penduduk yang kesusahan di hari jum'at pagi ini. Selanjutnya para pelayan melakukan tugasnya yang telah di umumkan oleh Ji Youra, dan kemudian Ji Youra mendatangi Park Boomin untuk menemui Nyonya Inggrid....


"Boomin...bagaimana kata dokter?"


"Nyonya semakin membaik. Namun hepatitisnya tak bisa di hindari."


"Sepertinya itu juga berlaku bagi diriku," ucap Youra.


"Nona..."


"Tidak apa, jangan lupa untuk beristirahat.


"Nona, aku dan Jung Su akan pergi ke pemakaman istri hari ini. Jadi, mohon ijin untuk waktunya."


"Ya, silahkan Boomin. Kau bisa melakukanya kapan saja kau mau."


"Terimakasih..."


"Baik, aku kembali ke perusahaan ku dulu. Jangan lupa untuk katakan pada ibu ku untuk makan yang banyak dan jangan telat minum obatnya."


"Siap, nona."


*****


"Triing... triing." Dering telepon kantor Heynagrid yang langsung tertuju pada Direktur Utama.


"Ya, haloo... dengan siapa?"


"Dari perusahaan MER Britulp."


"Oh, saham Investasi."


"Ya."


"Ada apa?"


"Kita pernah bertemu...sebelumnya?"


"Tidak! Aku bahkan tidak pernah ikut investasi saham. Anda salah sambung."


"Tunggu...! Anda pernah datang ke pesta ku malam itu bersama CEO Royal Palace."


"Jae-Hyun..."


"Ya. Kau benar."


"Baik. Apa ada yang bisa ku bantu?"


"Aku mengundang mu ke kediaman ku besok Sabtu."


"Maaf, aku tidak bisa. Aku ada kesibukan besok."


"Aku tunggu malam hari."


"Aku ke Swedia, besok."


"Ke Swedia...?"


"Ya. Bersama Shin Hye."

__ADS_1


"Oh, baiklah. Maaf mengganggu waktu mu."


Jae-Hyun menutup telfonya dan Ji Youra seketika langsung tersadarkan sesuatu hal.


"Mengapa aku menyebut namanya."


"Triing...triiinggg," suara dering telfon gengam Shin Hye.


"Ya."


"Aku Youra, Ji Youra."


"Apa," hal itu sontak membuatnya terkejut pada saat sedang mau makan cemilan di kediamanya, namun dia menutupinya dengan sikap biasa saja.


"Em... apa, apa tiket itu masih tersedia untuk ku?" ucapnya malu-malu.


Shin Hye, tersenyum dan berkata, "akan selalu ada untuk mu."


"Jangan berlebihan. Baiklah, aku ikut bersama mu ke Swedia, besok."


"Kau serius?"


"Ya."


"Oke."


...Mereka berdua sama-sama menutup telfon. Shin Hye yang seolah tenang namun setelah menutup telfon dia menjadi kegirangan akan hal itu, tingkahnya sungguh lucu. Berbeda dengan Ji Youra yang menjadi salah tingkah dengan tindakanya sendiri....


#Di tempat lain : Area pemakaman.


"Apa kau dulu juga sering mengunjunginya?"


"Ya. Hanya saja aku tak mengajak mu karena kau masih kecil."


"Aku tak bisa membiarkan mu yang kecil itu masuk ke dalam pemakaman."


"Namun sekarang aku bisa memasukinya."


"Karena kau telah dewasa, setelah ini adalah giliran ku."


"Kau terlalu sembrono saat berucap."


"Kau duluan."


"Baiklah, aku akhiri. Mari pulang..."


"Ya."


#Di tempat Je Hyun : MER Britulp.


...Perusahaan investasi saham besar itu berdiri tegak dan menjadi nomor 1 saham terbesar di Asia. Dia adalah Jae Hyun rival dari Shin Hye yang selalu saja penasaran dengan setiap jengkal jari jemari Shin Hye, bahkan dengan orang di sekelilingnya. Setelah dia menelfon Ji Youra, dia sempat terpikir dalam hati dengan berkata, "bukankah mereka berdua telah berpisah? Mengapa bisa pergi ke Swedia bersama?" Lelaki itu terus berpikir dengan keras mengapa keduanya masih bersama, dia berpikir mereka pasti masi menyembunyikan hubungan mereka di hadapan publik. Sehingga, dia berniat juga untuk mendekati Ji Youra....


"Kenapa dia tiba-tiba mengajak ku bertemu, tanya Youra pada diri sendiri.


Ji Youra, masih memikirkan kejadian hari ini


"Apakah dia penasaran dengan ku atau sekedar ikut campur saja?" tanyanya pada diri sendiri di depan kaca.


"Triiing... triiing..." dering telfon gengam Ji Youra.


"Ya."

__ADS_1


"Kau hari ini jadi ke Galaxy Models untuk melihat para model ku kan," tanya Shin Hyun.


"Ya, aku sedang mengarah ke tempat mu."


"Oke. Ku tunggu."


...Ji Youra, segera bergegas menuju dua perusahaan yang besar itu namun terhubung antara satu dengan yang lain bak jembatan layang. Mobilnya berhenti tepat di depan Royal Palace. Supirnya meninggalkanya sendiri karena hari ini Park Jung Su sedang ke pemakaman, sehingga dia menuju ke Galaxy Model seorang diri. Kedua kakinya terus melangkah ke depan dengan tegap. Dia berjalan anggun melewati jalan yang pernah di lewati sambil bernostalgia. Mengingat dia pernah bekerja di tempat tersebut, kini dia telah melewati jalan penghubung antara Royal Palace ke Galaxy Model, bentuknya seperti jembatan besar yang di tutupi oleh kaca-kaca besar seperti Garbarata di Bandar Udara....


"Akhirnya kau sampai juga," ucap Shin Hyun di ruang pemotretan.


"Ya."


"Kamrilah... silahkan kau pilih di antara mereka."


"Ya."


...Setelah memilih Ji Youra, menyaksikan langsung proses pemotretan dan periklanannya. Dia melihat sosok Shin Hyun yang begitu profresional dan rapih sampai dia berpikir, "sayang sekali jika berlian seperti ini harus bekerja untuk kuda liar." Sebutnya dengan meminum cappucinonya. Bertepatan dengan hari itu pula Jae-Hyun yang akan bertemu dengan Shin-Hye, namun tidak ada di kantor begitu pula dengan sing Dong-Min, yang tidak berkunjung ke perusahaan. Alhasil dia akhirnya menuju ke Galaxy Model dengan maksut dapat bertemu dengan Shin Il, namun yang di temukan di sana bukanlah Shin Il melainkan bertemu dengan kedua wanita perkasa itu....


"Ternyata keberuntungan hadir padaku hari ini. Baru saja menutup telfon, dan kini malah bertemu denganya." Ucapnya menatap tajam, senyum seringai dari kejauhan mendekat kearah Ji Youra yang tengah duduk minum cappucinonya.


"Hay..." sapanya pada Youra.


Youra yang melihatnya langsung menghentikan aktivitasnya seketika dan dia menjawab, "Apakah kita pernah bertemu?" tanyanya mengarah pada Jae Hyun yang berdiri tepat di hadapanya.


"Hm...aku Jae Hyun."


"Oh...maaf. Aku tak mengingat mu," balasnya datar.


"Ya, ku maafkan. Kebetulan atau apakah ini."


"Kebetulan."


"Oouh.. kesibukan..."


"Pilih Models iklan Magic parfume."


"Oouh... suka cappu..."


"Ya. Suka, bagaimana dengan mu. Ada apa kemari?"


"Hemm... kau fast respon sekali. Aku mau bertemu Shin Il."


''Tak ada Shin Il," jawab ketus Shin Hyun dari arah belakangnya.


"Oke. Ya sudah." Jawabnya merenggangkan tangan.


"Silahkan katakan saja pesan mu, dan akan ku sampaikan padanya." Ucap Shin Hyun.


"Sebenarnya bukan kepada kakak mu tepatnya aku lebih ingin bertemu dengan Shin Hye tapi dia ada di perusahaan. Ku dengar dia akan pergi ke Swedia bersama seorang wanita," sindirnya namun tatapan mengarah pada Shin Hyun.


"Uhuk...uhuk, uhuk."


"Kau kenapa, Youra."


"Tidak... aku baik-baik saja."


"Baiklah aku pergi, Bye."


...Shin Hyun, merasa aneh dengan ucapan Jae Hyun yang mengatakan bahwa, Shin Hye akan pergi ke Swedia bersama wanita tepatnya besok Sabtu, kemudian dia menoleh kearah Ji Youra, lalu Youra meresponya dengan tatapan tersipu malu menghadap ke arahnya kemudian batuk-batuk kecil kembali....


"Sebenarnya dia penasaran atau ikut campur urusan ku," ucap Ji Youra dalam hati.

__ADS_1


VINA - SWEDIA



__ADS_2