
Shin Dong Min, di atas kasurnya menatap dan mencoba menelaah semua kejadian yang telah terjadi. Dia sibuk memikirkan bagaimana kisah selanjutnya dari kehidupan saudaranya lebih tepatnya saudara tiri yaitu, Shin Il. Hal itu membuatnya menjadi teringat tentang cerita sekolah di tempat Shin Hye yang dulu sempat di rundung oleh kawan-kawannya, salah satu itu dari geng perundung itu adalah, Jae Hyun yang iri dengan kehidupan Shin Hye sedari dulu. Jae Hyun, tidak menyukai Shin Hye. Namun, dia tidak mengetahui bahwa Shin Hye datang ke sekolah itu karena mengikuti Ji Youra, sehingga Jae Hyun hanya berpikir bahwa Shin Hye ke sekolah tersebut, karena ingin menaikkan pamor saja.
Sampai suatu ketika permasalahan mereka selesai karena aduan salah satu wali murid. Keluarga Shin Hye mendatangi keluarga Jae Hyun untuk bertanggung jawab, setelah itu dia yang keluarganya makin membenci Shin-Hye. Namun, Shin-Hye dengan rendah hati dan lapang dada mengatakan, "tidak perlu dihukum. Di berikan denda cukup separuh saham dari mereka milik kita saja itu sudah imbang, sehingga jika mereka melawan lagi maka pastikan keluarga mereka bangkrut." Ucapannya kala itu yang membuat seluruh keluarga tercengang, dan takut karena dia saat itu masih berumur belasan tahun.
Jae Hyun, sampai hari ini masih menjadi pesaing bisnis juga bersaing dalam hal percintaan untuk Shin Hye, karena dia mengklaim ingin menjadi rival Shin Hye dalam hal apapun, maka dia selalu update tentang Shin Hye termasuk percintaan. Dan selama ini dia tidak pernah melihat Shin Hye memiliki seorang wanita sehingga, dia pun juga. Jadi, Jae Hyun, tetap seorang laki-laki yang berhubungan baik dengan Shin Hye, namun di belakang juga mencoba untuk menyaingi urusan bisnisnya. Dan saat ini Jae Hyun tiba-tiba tahu bahwa, Shin Hye telah dekat dengan seorang wanita maka disitu muncul sikap berapi apinya yang telah lama padam. Kini mulai kembali membara untuk bersaing memperebutkan wanita tersebut.
"Apa kau tahu di mana alamat Ji Youra," tanya Jae Hyun.
"Kau siapa?" balas Christy.
"Aku... aku rekan bisnis sekaligus teman lamanya."
"Jika kau dekat, kenapa harus tanya aku?"
"Ahh... ya. Aku lupa bahwa dulu ponsel ku sempet hilang dan seluruh nomor teleponnya hilang. Namun, beberapa hari yang lalu aku melihat kalian sungguh dekat jadi aku bertanya pada mu..."
"Mengapa tidak bertanya sendiri."
__ADS_1
"Apa sesusah itu meminta nomornya?"
"Heemm."
"Oke."
Jae Hyun berjalan pergi lalu Christy bergumam, "aneh!"
Jae Hyun, tanpa sengaja menabrak Shin Il dan Shin Hyun lalu menggerutu, "pelit sekali! Dia pikir dia siapa?!"
"Apa?" jawab Shin Il.
"Tidak?"
"Ya, tidak. Tidak ada!" balasnya dengan gerakan tangan silang.
"Kau mengapa setiap hari bermain di tempat ku," tegas Shin Il.
__ADS_1
"Aku?"
"Jangan bilang kau ingin mencari tentang Ji Youra? kamu salah alamat."
"Hey...! Oke. Aku ingin mencari tahu tentangnya mengapa sampai Shin Hye jatuh cinta sama dia, dan aku ingin tahu apa yang sudah dia lakukan. Dia hanya berasal dari kalangan kelas bawah yang kemudian mampu naik ke atas tangga. Apa yang spesial?!"
"Tutup mulut mu!!!" jawab Shin Il, murka.
"Kak, kontrol." Ucap Shin Hyun.
"Kamu jangan mencaci-maki Ji Youra di tempat ini. Dia wanita yang baik, dia tidak pernah melakukan hal yang buruk. Semua harta itu adalah miliknya, milik keluarganya yang direbut oleh mereka-mereka para serigala hitam yang saat ini mendekam di penjara karena perbuatannya sendiri."
"Oh, oke."
"Kau pergi dari sini, dan jangan pernah sekali lagi aku melihat kamu berada di perusahaan ku khususnya perusahaan keluarga Shin, mengerti!!"
"Huh! Bye."
__ADS_1
Dengan angkuhnya Jae Hyun pergi. Dia merasa dirinya yang paling hebat, dan akan selalu menang dari keluarga Shin walaupun saat ini dia tahu jika sahamnya di kuasai oleh Shin Hye separuhnya. Tapi, dia sungguh percaya diri bahwa dia mampu mengalahkan, dan merebut kembali apa yang seharusnya dia miliki.