
Elang tersenyum malu. Meskipun bibirnya sangat pucat tapi raut wajah Elang terlihat bahagia saat Tasya berada di sampingnya.
---0---
Tasya masuk ke dalam kelas dan di sambut oleh teman teman kelasnya termasuk satu gengnya. Tasha menghela nafas berat karena pasti ada banyak pertanyaan yang dilontarkan teman - temannya kepadanya.
"Omgg.. Syaaa, lu suka bikin kita khawatir tau"
Rengek Winda sambil memeluk Tasya. Satu kelas langsung mengalihkan pandangannya ke Tasya begitu juga Raka. Tasya duduk di kursinya seperti biasanya namun kali ini teman - temannya langsung menghampiri Tasya.
"Kemarin lu kemana? "
Tanya Raka dengan wajah judesnya.
"Emm... Gua pergi cari angin bentar kok"
"Cari angin ninggalin hp? Ngga kasih kabar ke temen temen lu yang bengek ini? "
Raka menatap Tasya serius dengan tatapan yang tajam.
"Maaf banget, gw udah bikin kalian khawatir.. Gw ngga sengaja ninggalin hp dan untuk cerita gw belum bisa cerita ke kalian karena ini masalah keluarga gw, please kalian ngertiin gw untuk kali ini dan ngga semua masalah gw kalian tau"
Tasya menguatkan batinnya agar air matanya tidak lolos untuk kali ini. Winda dan Fina yang duduk di sebelah Tasya langsung memeluk erat sahabatnya itu.
"Sorry Sya.. Gw cuman takut kalo lu kenapa - napa"
Kata Raka yang merasa bersalah. Raka melangkah menjauh dari Tasya karena sudah banyak salah yang geng ression perbuat untuk Tasya.
"Sya.. Maafin kita ya, kita janji kok kita ngga akan tanya kamu lagi"
"Kalian engga salah, gw yang salah.. Btw makasih udah khawatirin gw"
Tasya meraih tangan teman temannya sebagai ucapan terimakasih. Langkahan kaki terdengar dan bayangan hitan datang dari arah luar.
"Bu sinta gais.."
Semua teman teman Tasya langsung bubar dan duduk di posisi masing masing termasuk Winda dan Fina.
__ADS_1
---0---
Setelah Tasya selesai makan di kantin tak lupa Tasya membawakan makanan buat Elang. Tapi untuk kali ini Tasya yang memasaknya sendiri buat Elang.
"Oiya Sya.. Itu bu dhe udah bikinin air jahe buat Elang"
"Makasih ya bu dhe.. "
"Kamu itu kenapa ngga pacaran aja sama Elang sih? "
"Mana mungkin Elang mau sama Tasya? Tasyakan ngga punya ibu, terlahir dari keluarga yang pas - pasan berbeda dengan Elang"
"Sya.. Kamu itu loh sukanya merendah, kamu itu cantik, manis, pintar, humoris"
Mungkin belum saatnya Tasya mengungkapkan perasaan sebenarnya. Tasya rasa buburnya sudah cukup di sajikan di mangkuk dan segelas air jahe.
"Bu dhe Tasya mau anter ini ke UKS dulu ya"
Salah satu trik buat Tasya agar bisa lolos dari bu dhe tentang hubungannya dengan Elang. Tasya berjalan membawa nampan yang berisikan Bubur dan air jahe. Banyak sekali sorot mata siswi lainnya mengarah ke arah Tasya, tapi menurutnya itu adalah hal yang biasa baginya apalagi jika harus berurusan dengan orang yang menjadi pusat perhatian satu sekolah.
"Hei... Elang nih makan dulu"
Tasya membelai rambut Elang untuk membangunkannya secara pelan. Tak lupa Tasya juga mengecek suhu tubuh Elang apakah masih panas.
"Lang.. Bangun!"
Mata Elang membuka melihat gadis yang selama ini ia sukai berada di hadapannya disaat ia bangun.
"Makan dulu nih buburnya"
Tasya mengambil bubur yang di letakkannya di atas meja, mencoba untuk mengaduknya lagi agar bumbunya terasa.
"Jangan bilang lu bolos kelas? "
Tanya Elang dengan nada yang masih lemas.
"Lihat tuh jam berapa!"
__ADS_1
Mata Elang langsung menuju ke arah jam dinding. Dengan teratur Tasya mengaduk bubur itu sebelum dimakan oleh Elang. Tasya mengambil sesendok bubur dan menyuapkannya ke Elang.
"Lain kali lu juga harus perhatiin diri sendiri, lu itu leader kalo lu kenapa - napa semua orang bakal cariin lu"
Jelas Tasya dalam menyuapi Elang. Tasya terlihat sangat dewasa, itulah yang membuat bagaimana Elang bisa jatub hati kepadanya.
"Lang.. Sebenarnya gua juga ngga enak sama anak - anak lainnya jika kita harus sedekat ini, bahkan banyak yang ngira kalau kita itu pacaran.. "
"Gua ngga masalah dengan reputasi gua disekolah ini kayak apa, tapi gua takut kalo lo bakal di hujat habis habisan karena lu deket sama gua.. Lu kan tau gua siapa lu siapa, lu kan tau juga kalau gua itu murid bodoh yang di cap jelek di sekolah ini"
"Tinggal suapa terakhir nih, pinter banget kamu makannya"
Ujar Tasya. Meksipun begitu Elang langaung terdiam mendengarkan penjelasan Tasya.
"Minum air jahe yaa, biar badan lu sehat lagi"
Tasya menyodorkan segelas air jahe kepada Elang. Tasya tersenyum menatap Elang yang sudah menghabiskan segelas air jahe dan semangkuk bubur.
"Sya.. "
Kata Elang menatap Tasya yang membereskan mangkuk dan gelas.
"Mm.. "
"Makasih ya lu udah baik sama gua.. "
"Gimana gua ngga bisa baik sama lu, kalau lu juga baik sama gua.. "
Cringg.. Cringg.. Cringg...
Bel masuk berbunyi, membuat Elang dan Tasya menatap ke arah jam dinding.
"Lang.. Gua masuk kelas dulu ya, lu cepat sembuh.. Jangan lupa minum obat terus istirahat, dadahh.. "
Tasya keluar dari UKS dengan segera mungkin. Sedangkan Elang yang berada di dalam UKS sedang merasakan gejolak asmara yang meningkat. Elang menutupi wajahnya dengan bantal UKS dimana pada saat ini Elang sedang senyum senyum sendiri. Elang tak bisa membohongi perasaannya kali ini kalau dia benar - benar mencintai Tasya.
Kamu Tahu bagaimana aku menyimpan rasa ini sampai semua orang tahu bagaimana caraku untuk mencintaimu?
__ADS_1