Metamorfosa

Metamorfosa
Putri Tasya


__ADS_3

Hari ini Tasya harus tinggal di rumah Raka. Mentalnya yang sudah down membuatnya terus kepikiran tentang hari kemarin meskipun semua telah terlewatkan. 


"Sya lo udaj bangun? "


Ucap Raka melihat Tasya yang sedang berdiri memandangi jendela.


"Sya.. Gua panggil psikolog aja ya biar lo bisa fress"


"Ngga usah Ka"


"Tasya udah bangun nak? "


Ucap Mamah Raka diambang pintu. 


"Iya tante"


"Syukurlah, Tasya ini tante bawain susu panas nanti diminum ya, supaya tenaganya semakin vit lagi"


"Iya tante terimakasih"


Mamah Raka membiarka Raka menemani Tasya yang masih dalam tekanan mental. Batinnya masih amburadul dan jiwanya masih kesana kemari. Raka tau temannya sedang salam kondisi tidak baik - baik. 


"Sya lo pasti masih kepikiran soal ayah lo dan bu Rumi kan? "


"Enggak kok"


"Gimana kalau lo nanti pergi ke mall sama mamah gua, kebetulan tadi mamah minta kamu buat temenin mamah gua"


"Ya udah ntar gua temenin"


"Eh Sya satu lagi lo jangan panggil mamah gua tante dong panggil aja mamah"


"Raka itukan mamah lo"


"Mamah sendiri yang minta kayak gitu. Kemungkinan lo mau diangkat jadi anaknya kali"


"Rakaa.. "


"Sya senyum napa"


"Ngga bisa"


"Bisa"


"Enggak"


"Ya udah deh kalau ngga bisa Raka keluar dulu ya"


"Sono dah jauh jauh"


"Tahan gua dong Sya"


"Apaan"


"Ahh lo mah ngga asik"

__ADS_1


Rakapun keluar dari kamar Tasya dan membiarkan Tasya untuk menyendiri. Dalam kamarnya Tasya bisa tersenyum karena ulah Raka. 


\-\-\-0\-\-\-


Mamah Raka menunggu Tasya di ruang tamu. Tasya dengan pakaian seadanyapun bergegas untuk segera menemui mamah raka. 


"Hey Sya"


"Iya te"


"Lo kok te kan Raka udah bilang sama kamu"


"Eh iya mah"


"Ya udah yuk"


Raka yang duduk di depan menjadi supir melihat Tasya yang masih canggung dengan mamahnya. 


"Eh Sya nanti beli ini yuk"


Tante Rani menunjukkan koleksi perhiasan mewah yang membuat Tasya sedikit senang. 


"Bagus sih mah, tapi Tasya ngga punya uang"


"Udah tasya tinggal mau pilih yang mana nanti mamah yang beliin"


"Tidak usah mah"


"Sya, kamu itu udah mamah anggap sebagai putri mamah sendiri, jangan canggung ya"


"Iya sya pokoknya kalau kamu mau apapun minta aja sama mamah"


Mamah Raka, Tasya dan Rakapun menuju mall terdekat dan terlengkap. Senyum manis terpancar dari bibir Tasya. Mungkin dia sudah melupakan kejadiam semalam. 


\-\-\-0\-\-\-


Di salah satu toko sepatu yang ada di mall Tasya tertarik dengan salah satu sneakers yang terpampang di dalam toko tersebut, tapi Tasya harus tahu diri kalau dia bukan siapa - siapa di keluarga Raka. Matanya yang terus menyorot ke arah sepatu itupun membuat Raka penasaran. 


"Mah kita ke toko itu ya"


"Kamu mau beli apa sih? "


"Sepatu mah, Raka mau lihat - lihat koleksi terbaru"


"Tasya mau beli sepatu juga? "


"Tidak mah"


Ujar Tasya canggung. Merekapun melangkah menuju ke toko itu. Tasya langsung menuju ke sepatu yang diincarnya. Ia melihat bandrol harga yang terpampang di sepatu itu. Diapun terkejut melihatnya karna keuangan keluarganya tidak mencukupi untuk membelinya. 


"Sya, lo mau sepatu itu?"


Kejut Raka dari arah belakang. 


"Enggak"

__ADS_1


Tasya meletakkan kembali sepatu tersebut. Untuk menutupi keinginanya iapun mencoba untuk melihat lihat koleksi sepatu yang lainnya. 


"Tasya"


"Iya mah"


"High hillsnya unik ya, lucu"


"Iya mah, kalau mama yang pakai pasti kelihatan awet muda"


"Ah kamu bisa aja Sya"


"Beneran mah Tasya ngga bohong"


"Ya sudah mamah mau beli ini"


Sambil menunggu Mamah Raka membayar Tasya melihat lagi koleksi sepatu yang diincarnya, tapi sayang sneakres tersebut sudah tidak terpajang lagi, kemungkinan sneakres tersebut sudah terjual. Tasya keluar dari toko tersebut dan menunggu Raka beserta mamah Raka yang masih ada didalam. 


"Nih buat lo"


Ujar Raka menyibakkan bingkisan ke wajah Tasya. 


"Raka.. Apaan sih"


"Ini buat lo"


Raka menyerahkan bingkisan itu ke Tasya. Dengan penuh keheranan Tasya bertanya - tanya apa isi bingkisan itu. 


"Ini apa? "


Raka membuka bingkisan itu. Bingkisan itu berisi sneakres yang tadi diincar oleh Tasya. 


"Ini buat gua? "


"Iyalah"


Rakapun mencobakan sneakres itu di kakinya Tasya. 


"Kegedean,  kekecilan, atau udah pas? "


"Udah sih"


"Bagusss.. Ngga salah ternyata dugaan gua"


"Ngapain lo beliin gua? "


"Tasyaa gua tau lo, lo tadi pengen beli inikan?"


"Enggak"


"Udahlah lo emang suka mengelak"


"Makasih ya Ka"


"Okeyy"

__ADS_1


Mamah Raka keluar dari toko dan merekapun berjalan kembali melihat lihat koleksi yang terpajang di setiap sisi toko yang memenuhi mall. 


Setidaknya aku punya kamu yang ada di saat aku membutuhkan.


__ADS_2