Metamorfosa

Metamorfosa
TIK TOK


__ADS_3

Tak berselang lama Tasya langsung mencari setiap hal tentang nama pangeran Brunei itu. Melihat berbagai sumber info tentang pangeran Brunei. 


"Oalah jadi namanya prince mateen to"


Decak Tasya sambil bersandar di tembok pojok ruang kelas. 


"Sya gabut nih, mabar yuk. Dah lama kita ngga mabar"


Ujar Dimas yang tiba - tiba duduk di sebelahnya membuat Tasya terkejut. Pasalnya mata dimas langsung melirik ke arah ponsel Tasya. Dimas memang selalu kepo akan semua hal yang berhubungan dengan temannya sendiri termasuk dengan Tasya. 


"Ahh dimas males ah"


"Yakin ngga mau mabar? "


"Lo noob terus"


"Lo tuh yang noob"


"Ya udah deh berhubung udah lama juga ngga main mobile legend"


"Sipp..! "


"Lo pake apa dim? "


"Alu aja lah"


"Gua miya ya"


"Serah deh"


Tak berselang menunggu lama mereka berdua langsung main dalam arena yang sama. Teman - temannya melihat hal ini sebagai hal yang biasa karena Tasya memang suka dengan permainan Mobile Legend yang biasanya dimainkan oleh laki - laki. Tasya selalu ikut gabung dengan teman laki lakinya yang sedang mabar. 


\-\-\-0\-\-\-


Tasya duduk di depan ruang OSIS sambil menatap lurus keadaan yang ada di depannya. Tasya peka terhadap hal hal yang berhubungan dengan hal - hal yang mistis, tapi Tasya hanya membungkam setiap kejadian yang pernah ia ketahui. 


"Woy benngong aja"


Kejut Pak Doni yang tiba - tiba ada di belakangnya.


"Ehh Pak Do, sejak kapan ada disini? "


"Kebiasaan kamu suka bengong mulu, awas kalau kesambet"


"Santai aja pak, Tasya udah kebal"


"Kebal apaan kemarin aja waktu malam perkemahan sabtu-minggu kamu nangis nangis gak jelas"


"Duh Pak Do, sebenarnya Tasya ngga nangis cuman gara - gara mata Tasya kelilipan jadi Tasya nangis deh"


"Alesan"


"Hehehehe, eh Pak Do kita main tik tok yuk"


"Ooo anak tik tok ternyata kamu"


"Maap pak di tik tok saya bertemu dengan pangeran yang ganteng banget"


"Ahh ngimpi kamu"


"Pliss main tik tok bareng yuk pak"


"Nungguin si Iqbal ngga dateng dateng kan jadinya gabut"


"Hmmm, ya sudah ayoo tapi gerakannya jangan yang susah susah ya"


"Okee sip deh pak"


Akhirnya Tasya dan Pak Doni bermain tik tok. Suara tawaan yang kencangpun terdengar sampai ruang BK yang kebetulan jaraknya tidak cukup jauh dari ruang OSIS. Pak Doni yang dari tadi lupa gerakan teruspun membuat tawa Tasya semakin lebar. Melihat tingkah gurunya yang sekonyol itu. 


"Gini pak, satu sett.. Dua sett.. Tiga sett.. "


"Iya bapak tahu"


"Ya udah kita mulai ya pak"


"Oke - oke"


Tasya mulai merekam tik tok gerakan mereka. Pak Doni dan Tasya terus menahan tawanya. Dan Iqbal yang awalnya berjalan menuju ruang OSIS langsung diam seketika di samping ruang OSIS yang tertawa terbahak bahak melihat tingmah konyol ini. 


"Hahahahahaaa"

__ADS_1


"Pak Doni lucu banget sih"


"Emang kurang ajar kamu Sya"


"Ampun pak, hehehe"


"Untuk udah bapak anggap jadi anak bapak"


"Ngga nyangka Pak Doni yang terkenall garang bisa sekonyol ini kalau sama saya"


"Demi kamu Sya, hahahaha"


"Wahh Pak Doni ngga ngajak Iqbal nih"


"Jangan - jangan pak, kalau ngajak si iqbal ntar tambah ngakak"


Ucap Tasya sambil tertawa terbahak bahak. 


"Iya bal, sama Tasya aja bapak udah ngga kuat apalagi sama kamu, hahahaha"


"Sya jangan lupa kirim ke bapak ya videonya"


"Siap pak"


Pak Doni meninggalkan mereka berdua di depan ruang osis. Kelihatanya ada pembicaraan penting yang mau Iqbal sampaikan kepada Tasya. 


"Sya kita jadi bakti sosial kan? "


"Jadi"


"Terus rencananya gimana? "


"Ntar gua koordinasi sama temen temen buat bantuin kita. Nanti kita minta sumbangan perkelas, wujud sumbangannya terserah mereka aja. Kalau mereka mau ngasih buku, baju, atau barang lainnya ya ngga papa, tapi kalau mereka mau ngasih sumbangan berupa uang ntar kita beliin bahan makanan pokok. Sisanya kita bagiin aja"


"Terus titik yang mau lo kasih dimana?"


"Di panti asuhan, panti jompo, terus di anak jalanan, ntar kalau sembakonya sisa kita kasih ke tukang becak, supir angkutan, tukang bersih bersih kota"


"Nanti pengumpulannya lo kau pusatkan dimana?"


"Jadi itu nanti dikumpulin perkelas, kan dikasih deadline tuh ntar kalau udah kita tampung di ruang OSIS aja"


"Okee, lo emang udah pinter, baik lagi"


"Ngga mau tau menurut gua lo itu pinter"


"Ahh lo mah emang suka muji"


"Beneran lo itu sempurna deh Sya"


Iqbal mengacak acak rambut aca seketika. Iqbal adalah ketua OSIS di SMK ini jadi Tasya emang dekat sekali dengan Iqbal. 


"Iqbal.. Jahat banget sih"


"Yuk pulang gua anter"


"Ngga usah, jam segini masih ada bis"


"Syaa.. Lo itu ngga usah sok nolak, ntar kalau ngga ada bis aja mewek mewek minta dianterin"


"Nanti aja Bal kalau ngga ada bis"


"Hmm.. Ya udah yuk gua antar ke depan"


Untuk meluluhkan hati Tasya memang sulit. Tapi banyak sekali yang suka dan respect sama Tasya karena latarbelakang Tasya dan juga kecerdasan Tasya dalam keorganisasian. 


\-\-\-0\-\-\-


Tasya masuk ke kamarnya. Dia langsung meletakkan jaketnya dan membuka ponselnya untuk melihat pangeran yang ada di tik tok. 


"Hadeuhh.. Ganteng banget sih prince mateen, pengen bawa pulang deh"


"Sya.. "


Teriak sang ayah dari luar kamar.


"Iya yah"


Tasya keluar dari kamar masih mengenakan seragam karena Tasya masih mengumpulkan niat untuk mengganti bajunya. 


"Sya ayah nanti lembur kamu dirumah sendiri ngga papakan"

__ADS_1


"Iya yah ngga papa"


"Ayah udah masak tuh di dapur, kamu makan yang banyak"


"Hmm… ayah kenapa si harus lembur bukannya uang gajian ayah udah bisa nyukupin kebutuhan kita ya? "


"Ayah harus cari uang tambahan Sya biar kamu snenang"


"Bentar yah"


Tasya menuju ruang dapur. Ia mengambil drink beng beng dan menyakinyannya untuk sang ayah. Ia memasukkan minuman itu ke tumbler dan memberikannya ke ayahnya. Tak lupa beberapa makanan yang sudah di masak sang ayah untuknyapun di kemas di tempat makan.


"Ini yah buat aya, ayah hati hati ya"


"Kamu yang hati hati"


"Pokoknya ayah harus habisin ini semua"


"Ya udah ayah pamit berangkat dulu ya"


"Iya yah, hati - hati ya yah"


Tasya menghantarkan sang ayah ke depan rumah. Sebelum sang ayah berangkat Tasya mencium tangan sang ayah terlebih dahulu. Setelah sang ayah pergi Tasya langsung menutup pintu rumahnya dan masuk ke dalam kamarnya kembali. 


"Mandi dulu lah"


Decaknya. Tasya langsung mengambil handuknya dan beberapa pakaian. Ia langsung menuju ke kamar mandi dan melakukan konser disana. 


Setelah mandi dan adzan maghrib berbunyi Tasya langsung mengambil makanan dan teh hangat. Tasya langsung menyatap hindangan yang telah tersaji. 


\-\-\-0\-\-\-


Dalam kamarnya Tasya membuka hpnya ia mencari berbagai info tentang pertukaran pelajar antar negara. Selain itu Tasya juga mencari tahu tentang pangeran mateen asal Brunei itu. 


"Kalau gini sih mending gua ambil di Brunei aja"


Decaknya sambil melihat lihat paras wajah dari pangeran mateen yang membuatnya terdiam seketika. Ia terpesona dengan berbagai keahlian yang di miliki oleh pangeran itu. 


"Ya Tuhann.. Sisakan satu aja kayak prince mateen kepada hamba. Kalau susah prince mateen aja buat hamba"


Tasya lagi lagi memuji ketampanan dari pangeran asal Brunei itu. Tasya yakin suatu saat dia akan bertemu dengan pangeran yang dikaguminya saat ini. 


Cringgg.. 


Fina : Halooeee


Caca : Apasih berisik banget


Fina : Breaking news bebyy


Winda : Udah deh fin ngga usah lebay


Tiara : Berita apa? 


Me : Woi fin ada apaan? 


Fina : Tasyaa.. Ini berita buruk buat lo!


Winda : Apaan


Caca : Kenapa fin ada apa? 


Fina : Seriusan Sya lo jangan patah hati ya


Me : Udah kebal gua, cepet ada apaan sih? 


Fina : Tadi gua habis baca twitter dan ternyata prince mateen yang lo suka itu udah punca pacar Sya


Me : Ah masa..? 


Winda : Sumpah ya berita ngga mutu tau ngga


Tiara : Sabar Sya


Winda : Sya sya lo itu ngga usah kebanyakan halu deh. Udah stop mikirin pangeran tak berkuda itu!


Me : Dahlah.. Itu info belum tentu bener! Ya udahlah daripada gua baca info yang ngga jelas mending gua bikin tiktok dulu yaa


Tiara : Eh anjirr lo ya Sya


Fina : Tuh anak kalau lagi depresi bisa jadi gila

__ADS_1


Tasya menutup obrolannya dengan teman - temannya. Ia melanjutkan mencari gerakan tik tok yang mudah di hafal. Ia mulai membuat tik tok untuk mengisi waktu luangnya. 


Untuk mencetak sejarah semua perlu waktu, tapi untuk menciptakan sebuah kehalusinasian maka yang dibutuhkan hanyalah angan.


__ADS_2