
Ainy terbangun dan mendapati sambutan tamah dari para kurcaci.
mereka sudah menyiapkan buah buahan untuk ainy
Ainy pun makan di sana, para kurcaci desa semu memang tidak memakan daging, mereka hanya memakan buah buahan dan sayuran yang ada di hutan semu itu.
Sebab mereka tidak berburu hewan hewan yang keluar pada malam hari.
Setelah sarapan, Ainy, theo, ugla dan huse bersiap siap untuk pergi
Mereka membawa bekal berupa makanan, minuman dan barang yang diperlukan untuk perjalanan mereka.
Usai bersiap siap, mereka keluar dari desa semu, tentunya setelah berpamitan kepada kepala suku fan para kurcaci lain.
'' Hati hati Ainy ,para manusia serigala sering berkeliaran di sekitar sini'' pesan kepala suku diikuti oleh anggukan Ainy.
Ainy, ugla, teo dan huse keluar dari desa semu dan mulai menjelajahi hutan.
Ugla merupakan kurcaci yang sepantaran dengan teo. Namun tubuhnya lebih kurus.
Huse juga kurcaci yang sepantaran dengan teo.
tubuh nya yang sedang namun rambutnya hitam gondrong.
'' Bagaimana kita bisa menemukan teman teman ku?''
tanya Ainy pada kurcaci yang sedang bersama nya.
" Pertama tama kita harus keluar dari hutan ini !"jawab ugla dengan ceria
"hhh.... Kita istirahat dulu , aku lelah." ucap Ainy sambil duduk di bawah salah satu pohon yang besar dan rindang.
" hah ? istirahat? kita baru 5menit berjalan kaki" ucap ugla menolak.
" Lima menit?" Dasar Ugla ! kita sudah berjalan sejam lebih !" bentak huse kesal.
" Awas !" teriak huse sambil menyerbu Ugla
Alhasil, ugla dan huse bertengkar, Ainy yang melihat pun hanya tertawa kecil sambil melihat dua kurcaci bertengkar.
Teo berusaha melerai mereka
" Sudah sudah kita istirahat dulu saja, ugla kasihan Ainy. Dia butuh istirahat" lerai teo berusaha memisahkan ugla dan huse
Ugla hanya cemberut sambil melipat kedua tangannya, dia duduk di bawah pohon sambil terus cemberut. Huse ikut duduk dan minum, selama 5 menit dia duduk di bawah pohon yang rindang.
Tiba tiba terdengar suara aneh, Ainy pun berdiri diikuti yeo, ugla dan Huse.
Mata Ainy pun memandang sekitar, teo ugla dan huse pun bersiap-siap mencari benda untuk menjaga diri mereka kalau ada hewan liar yang menyerang mereka.
" Graaaawwwww!" suara geraman itu mulai terdengar semakin mendekat kearah mereka.
sesosok serigala yang besar berwarna hitam menghampiri Ainy dan para kurcaci.
Para kurcaci pun langsung lari terbirit-birit meninggalkan Ainy,ainy pun segera mengikuti para kurcaci berlari.
__ADS_1
Sang manusia serigala pun berusaha mengejar, geraman nya semakin keras.
Ugla sedang berusaha memanjat sebuah pohon yang rindang dan cukup tinggi, teo dan huse pun mengikuti.
Tubuh Ugla yang kecil dan kurus membuat nya bisa memanjat dengan cepat, demikian juga dengan huse.
Sementara teo dia agak kesusahan memanjat karena bobot tubuhnya.
Ainy menolong teo dari bawah,lalu dia sendiri naik, Manusia serigala masih belum menyerah.
Dia mencakar cakar batang pohon tersebut.
Ketika sampai di puncak pohon,Ugla huse langsung melompat dari pohon satu ke pohon yang lain dengan cepat dan lincah.
Seakan dia sedang bermain kejar-kejaran, Teo dan Ainy ragu untuk melakukan nya.
Tentu saja karena tubuh mereka lebih besar dibandingkan dengan Ugla dan Huse.
Ainy memutar otaknya, manusia serigala mulai memanjat pohon dengan cakar nya yang tajam dan kuat.
Mata Ainy menangkap sebuah benda yang agak tertutup i daun,ainy menyeringai senang. Ainy langsung menggunakan sihir nya.
" Simsalabim !" seru Ainy sambil mengarahkan tangannya ke arah benda tersebut.
Benda itu pun melayang dan kini telah berada di genggaman ainy.Sapu terbang! segera Ainy naik ke atas nya.
" Cepat, teo naik!" perintah Ainy cepat
Teo segera menurut dan naik ke atas sapu terbang.
Teo memegang baju ainy dengan erat, sang manusia serigala mengaum dengan keras, dari nadanya seperti kesal karena mangsanya bosa kabur.
Namun, sang manusia serigala tidak menyerah begitu saja.
Ia berlari mengejar Ainy dan teo dari bawah.
Ainy memacu sapu terbang nya dengan kecepatan tinggi hingga sang manusia serigala tidak bisa mengejar nya lagi.
" Kita berhasil lolos?" tanya Ainy sambil melirik ke bawah
tidak ada tanda tanda sesuatu mengejar nya.
" Huuuffffttt..... syukurlah".
Ainy pun mulai menurunkan sapu terbang nya dan mendarat dengan mulus.
Teo mulai mencari Ugla dan huse
" Ugla ,huse di mana kalian ?" teriak teo keras sambil mengamati sekitar.
"disini teo, diatas pohon!" balas sebuah suara yang ceria
Teo dan Ainy mendekati asal suara tersebut, mereka pun menemukan Ugla dan disampingnya ada Huse.
"Lihat aku menemukan jalan keluar dari hutan ini dan di seberang sana ada desa, Ya ada desa" seru Ugla sambil melompat lompat di atas dahan pohon dan membuat pohon bergoyang goyang.
__ADS_1
" Hentikan itu Ugla atau kita akan ja...!" belum sempat huse menyelesaikan perkataannya,dahan tempat Ugla dan Huse berdiri patah dan tentu saja mereka jatuh.
"...tuh..." lanjut huse yang sudah terjatuh di atas dedaunan.
Ugla malah tertawa kecil sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"hehehe.... maaf. Ayo sekarang kita keluar dari hutan ini!"
Mereka pun melanjutkan perjalanan keluar hutan.
Sekitar satu jam menempuh perjalanan yang panjang dan luas akhirnya mereka berhasil keluar dari hutan.
" Hore ....kita keluar dari hutan!" sorak Ugla berputar putar, kemudian melompat lompat seperti monyet yang menemukan pisang.
" jangan berisik Ugla ,ini bukan daerah kita, siapa tau ada pemangsa disini. Sebaiknya kita tetap berhati-hati " ujar huse dengan bijak.
Ugla langsung terdiam dan berjalan mengekor i huse.
Desa yang ugla lihat saat memanjat pohon tadi sekarang sudah ada di hadapan mereka.
Banyak pedagang yang berlalu lalang di sekitar jalan itu.
Teo menghampiri salah satu pedagang yang berlalu lalang itu, dan dia pun bertanya padanya.
" Permisi pak, apakah Anda tau atau pernah melihat ada manusia yang tersesat di desa ini,dan dia membawa seekor burung kenari?"
"oh ya, kemarin memang ada seseorang yang jatuh dari langit dan di pundak nya ada seekor burung kenari yang tersesat di pos peri!" ucap pedagang itu
" bisa anda memberi tahu kami dimana pos peri itu berada tuan? " ucap ainy penuh kesopanan.
" mari saya tunjukkan, tempatnya tak jauh dari sini nona!" ucap pedagang itu ramah
"terimakasih sebelumnya tuan, mereka teman teman kami , dan kami sedang terpisah saat memasuki area ini!" ainy pun menjelaskan maksud dan tujuan anya itu kepada pedagang yang ia tanyai.
" Kamu terus aja berjalan nona luruuuuusss kedepan setelah nampak pertigaan jalan berjalanlah ke arah kanan nanti dekat sungai ada sebuah rumah pohon yang rindang dan dekat jembatan.. disitulah pos peri berada" ucap pedagang itu
" terimakasih kasih pak ,maaf sudah menyita waktu bapak"
" sama sama nona, tidak perlu sungkan" ucapnya kembali sambil pergi melanjutkan perjalanan nya kembali.
Ainy ,teo,ugla dan huse pun menuju ke arah yang sudah di tunjukkan oleh pedagang tadi disela sela perjalanan mereka menuju ke tempat yang dituju , Huse pun bertanya kepada ainy
"kamu menemukan mereka?"
Ainy mengangguk kan kepalanya senang." Ya, ayo ikut aku!"
mereka mulai berjalan masuk ke desa, Ainy mencari sebuah Air mancur dekat sungai dan sebuah rumah pohon yang rindang dekat jembatan yang dikatakan pedagang tadi.
Benar, tidak lama dia menemukan nya.
Ainy pun mulai mencari pos peri. " Ah ada disana! diseberang air mancur"
Kaki ainy melangkah lebih cepat menuju pos peri ber warna warni itu.
Ketika memasuki nya terlihat anak laki laki yang sangat dia kenal sedang mengobrol dengan orang lain.
__ADS_1
serta seekor burung yang bertengger di pojok ruangan.