
"Jamila,kamu dimana!", teriakku
Tapi tak ada sahutan dari dalam,padahal pintu juga terkunci dari dalam.
"Jamila,buka pintunya!", teriakku lagi.
Tak ada sahutan lagi,tiba tiba pintu terbuka,membuatku kaget,padahal tadi jelas jelas seperti terkunci,kok tiba tiba terbuka sendiri.
Jamila berdiri di depanku sambil tersenyum,tapi senyumannya sangat berbeds dengan manusia biasa pada umumnya.
"Untunglah,kak hana cepat pulang", kata jamila
"Emang kenapa jamila?*, tanyaku
"Hari ini jamila,ingin cerita tentang wanita dari seberang pulau,namanya mbayo", kata jamila.
Sontak saya jasi kaget,mendengar nama itu.
"Kenapa dengan dia", kupancing jamila dengan pertanyaan,pura pura tak mengenali mbayo.
"Wanita itu mengetahui perihal diriku yg hanya meminjam raga orang,saya tidak mau kak hana ikut terlibat dengan masalahku.malam ini juga,saya mau pamit je mekongga kak", ujar jamila.
Ia meneteskan air mata,dan memelukku.sungguh jamila sudah seperti adikku,walau ia hanya sebuah roh yg terdampar dirumahku,tapi aku menerimanya selayaknya manusia biasa.
"Kak hana,sangat baik padaku,bahkan kak hana sangat memanusiakan saya,yg tak punya tujuan lagi", ucapnya sambil menangis.
"Jamila,jawab pertanyaanku,ada apa dengan mbayo?", tanyaku pada jamila yg seperti sudah sangat ketakutan.
"Mbayo itu wanita jahat kak,ia akan menangkap roh roh penasaran sepertiku dan mengurungnya dalam kekuasaannya untuk di jadikan kaki tangannya untuk berbuat jahat pada orang orang yg dibencinya,ia seorang dukun santet kak", kata jamila.
__ADS_1
"Kita pergi bersama ke mekongga jamila,malam ini juga.nanti kuhubungi atasanku meminta izin 3 hari", ucapku yg membuat jamila sangat senang.
Tak sulit mencari mobil rental di kota ini,ia stand by 24 jam,demi untuk mencari uang.
Tak lama datang mobil yg akan kutumpangi ke mekongga,sayapun bergegas keluar dan menaiki mobil,diikuti jamila dan abdi yg berada dalam gendongannya.
"Sudah siap ya bu?", tanya pak sopir.
"Iya pak,silahkan kita berangkat", sahutku.
Sepanjang perjalanan,kami mengobrol bersama pak sopir untuk menghilangkan rasa kantuk.
"Saya sebenarnya takut menerima orderan kalau malam bu", kata pak sopir itu.
"Emangnya kenapa pak?", tanyaku.
"Pak sopir tidak usah takut,Insya Allah tidak ada apa apa", ucapku.
"Masalahnya cuma kita bertiga dengan anak ibu,tapi ya udah.semoga tidak terjadi apa apa", kata si sopir itu,membuatku heran.
Kenapa bisa,tidak melihat wujud jamila yg duduk dibelakangnya.apa jamila memang sudah tak kasat mata,terus diriku kenapa bisa melihatnya.
Mobil terus meluncur membelah malam gelap gulita yg diapit gunung gunung.
"Waduhh,gawat bu,di depan ada laki laki 4 orang yg mencegat kita", ucap pak sopir ketakutan.kulihat jelas wajahnya pucat pasi .
"Jangan takut,jika terpaksa mobil dihentikan berhenti saja,nanti saya yg bereskan", ucapku.
Kulihat sopir mengerling kearahku dengan tatapan keheranan,mungkin ia tak percaya karna saya hanya seorang wanita.
__ADS_1
Betul dugaanku,satu batang kelapa melintang pas depan mobil membuatku kaget,karena pak sopir tiba tiba mengerwm,membuatku tersungkur ke depan,untung abdi ku pegang erat jadi tidak terbentur.
"Turun hei,kataku!", bentakan keras dari luar kaca yg berasal dari laki laki brewok.
"Bu,bagaimana ini", ucap pak sopir ketakutan.
kubuka pintu dan segera turun berhadapan dengan laki laki,itu begitupun hslnya dengan jamila yg tubuhnya tidak nampak bagi mereka.
"He,apa maksud kalian menghadang mobil ini,apa yg kalian inginkan", tanyaku
"Kami ingin uang dan emas,tapi bila tak ada,nona juga bisa jadi penggantinya", ucap mereka dengan lagak kurang ajarnya.
"Silahkan tangkap saya kalau bisa,tapi.kalian harus siap siap ke liang lahat", ucapku geram
Rupanya jamila,menerjang mereka dengan tiba tiba,ia mengamuk seperti seekor harimau yg kelaparan.
"Aaaarrggghhhh,,tolooong,ampun nona", teriak mereka kesakitan.
Mereka memohon ampun,dan meminta maaf padaku,padahal,bukan saya yg menyakiti mereka.
"Jamila,sudahlah mari kita melanjutkan perjalanan".
Sayapun segera naik ke mobil,diikuti jamila dan menyuruh sopir segera melanjutkan perjalanan .
"Ternyata ibu,bukan sembarang wanita,tapi pendekar", ucap sopir itu,membuatku tertawa terbahak bahak.
"Pak sopir nih,ada ada saja", ucapku.
Ia tidak menyadari,jika yg menghajar mereka bukan saya,tapi jamila yg duduk dibelakangnya tanpa ia sadari.
__ADS_1