Misteri Kecantikan Gadis Tolaki

Misteri Kecantikan Gadis Tolaki
Tamu dari jauh


__ADS_3

Seorang gadis cantik memakai seragam abu abu berlari lari kecil menuju sebuah rumah yg sangat sederhana yg dikelilingi taman bunga yg sedang semerbak harum nya.


Ialah Arni anak kedua Hana yg telah tumbuh menjadi Gadis cantik berusia 17 tahun.ia yg tumbuh menjadi gadis cantik jelita yg selalu menjadi incaran para pemuda.


"Mamaaa!", teriak Arni sambil mengacung acungkan sebuah benda pipih yg baru kali ini dimilikinya,seorang pemuda tampan yg bekerja di tambang Nekel memberinya sebagai hadiah ultah nya yg ke 17.


"Kenapa teriak teriak begitu,masuklah dulu baru bicara dengan tenang", ucap Hana dengan bijak.


Hana membuka kardus segi empat kecil itu,lalu mengacungkan nya tinggi tinggi.


"Smartphone maa", ucapnya dengan mata berbinar.


Hana terkejut melihatnya,itu benda mahal bernilai puluhan juta,yg menyentuhnya pun tak pernah.


"Siapa yg ngasih Arni?", tanya hana penuh selidik,ia selalu mencari tahu jika Arni memiliki barang barang yg baru.


"Namanya Aswar ma,ia kerja di tambang Nekel, katanya ini hadiah ultah buat Arni", ujar Arni terus terang.


Hana memandang anaknya penuh selidik,ia bisa melihat kejujuran Dimata anaknya itu


"Hati hatilah ma orang asing Arni,mama takut terjadi apa apa denganmu nak", ucap Hana penuh kasih sayang.


Hana memahami anaknya yg tumbuh sebagai gadis cantik tentu menjadi dambaan semua laki laki.ia mengingat masa mudanya dulu yg selalu jadi rebutan cowok.kini Arni yg mulai tumbuh dewasa juga mengalami hal yg sama.


"Assalamualaikum", terdengar ucapan salam dari luar.

__ADS_1


"Wa alaikum salam ", jawab Hana yg membukakan pintu,ia keheranan melihat 3 laki laki muda berdiri diambang pintu sambil tersenyum.


"Oo,silahkan masuk", ucap Hana mempersilahkan ketiga orang itu masuk,yg terus menatap hana dengan takjub.


"Kakaknya Arni ya?", tanya salah seorang dari mereka yg duduk pas didepan Hana


Hana tersenyum.


"Saya bukan kakaknya Arni,tapi mamanya", ucap Hana,ketiga orang itu nampak tersipu sipu.


"Ok,maaf ya Bu,abis kelihatan masih sangat muda,atninya ada ya?", tanya salah seorang dari mereka lagi.


"Oo, Arni lagi ke kebun metik sayur,tunggu sebentar ya", ucap Hana yg langsung masuk ke dapur.


Saat Hana masuk ke dapur,ketiga laki laki muda itu saling berbisik.


"Jangankan Arni,namanya pun kalau mau kuembat juga", ucap teman Aswar yg bernama Herlan.


"Jangan harap,itu calon mertuaku her", sanggah Aswar sambil mengikuti Herlan.


"Ssstt,jangan keras keras,tuh namanya Hana datang", ucap Herlan menyilangkan telunjuknya diatas bibirnya,karena Hana tiba tiba datang dengan nampan ditangannya berisi kopi dan pisang goreng.


"Kenapa repot repot Bu,maaf kami kesini gak bawa apa2", ucap Aswar sok perhatian banget


"Biasa saja kok,maaf jamuannya cuma begini",ujar Hana merendah.

__ADS_1


Pas mereka asyik mengobrol datang Arni bersama abdi membawa sayuran yg banyak yg dipanggulnya,Arni tidak malu malu atau gengsi melewati mereka yg sedang duduk minum kopi.


"Arni nih ada temannya yg cari", ucap Hana.


Arni nampak tersenyum dan membungkukkan badannya.


"Itu yg namanya kak Aswar ma", sahut Arni.


Aswar pun segera menyalami Hana dengan penuh hormat,begitupun dengan kedua temannya melakukan hal yg sama.


"Maaf ya kak Aswar,Arni mandi dulu".


"Iya ar,silahkan", sahut Aswar dengan hati berbunga bunga,meskipun Arni belum menerima cintanya tapi ia sudah merasa jika Arni menerimanya oleh sambutan mamanya yg sangat peramah.


Setelah Arni mandi dan berganti pakaian yg sangat sederhana,atnipunbmenemui mereka dan ikut ngobrol bersama,meskipun Arni tanpa polesan kosmetik apapun di wajahnya,tapi aura kecantikannya sangat nampak.


Setelah Arni datang,hanapun masuk ke dapur lagi dan memasak jamuan makan siang untuk ketiga tamunya itu.


"Foto yg tergantung itu fotonya siapa Arni?", tanya Aswar menunjuk foto Anwar yg mengenakan seragam TNI AL.


"Itu foto almarhum ayahku kak", tiba tiba mimik wajah Arni berubah jadi sedih,air matanya terlihat menggenang dipelupuk matanya yg sangat indah


"Maaf ya Arni,jika pertanyaanku membuatmu sedih", ucap Aswar seolah ikut merasakan kesedihan dihati Arni.


"Ayo semua masuk makan", ucap Hana memanggil tamu tamunya ikut makan bersama.

__ADS_1


Ketiga tamunya itu saling memandang,mereka kelihatan agak sungkan sungkan,tapi setelah didesak,baru mereka ikut makan.


Aswar merasa sangat bahagia bisa berada ditengah tengah keluarga Arni yg sepertinya membuka pintu untuknya.


__ADS_2