
Sekelumit pengalaman selama di bumi mekongga,membuatku makin percaya adanya kehidupan ghaib disekitar kita.khususnya di wilayahku yg masih sangat kental dengan budaya mistisnya.
"Bu hana,ini peringatan terakhir,jika masih terus bolos kerja,kami tak segan segan,melayangkan surat pemberhentian kerja", Tegur atasanku,untuk kesalahanku yg telah terulang 2 kali ini.
Pertama saat berkunjung ke kampung halaman kak anwar suamiku,yg lebih dari batas izin,kedua saat berkunjung ke mekongga kemarin.
"Iya pak,saya janji takkan mengulanginya lagi", ucapku dengan nada sungguh sungguh.
Atasanku mendengus dan pergi,saat mendengar alasanku yg mungkin membuatnya kesal.
Pikiranku kembali mengembara kemana mana,dan singgah pada sosok yg sangat kurindukan.
"Kak anwar,dimana kini kau berada", bathinku.
3 Tahun kepergiannya,belum juga ada kabar beritanya,ia seperti tertelan waktu.
"Sebaiknya kamu tak usah menunggu anwar lagi han,kalaupun ia tidak meninggal,bisa jadi ia sudah menikah lagi dan melupakanmu", ucap kak Vio.
Kak Vio hampir tiap hari menelponku,sekedar menanyakan kabarku.
"Saya belum bisa melupakannya kak,apalagi ada abdi yg mengikat bathinku dan bathin kak anwar", ujarku.
Kak Vio,tidak setuju pendapatku yg selalu menunggu orang yg tak pasti.baginya kerinduanku seperti pungguk yg merindukan bulan.
"Kamu cantik hana,pasti banyak yg naksir,mending buka hatimu untuk yg lain", kak vio terus menghasutku.
****************
Laki laki itu,selalu mengejarku,meminta nomor hp atau sekedar berbasa basi,tapi hatiku belum bisa kubuka.
Padahal,bila mau jujur,laki laki yg mati matian mengejarku itu,cukup ganteng.hanya keliatan lebih muda dariku.
"Hana,tunggu!", teriaknya,setiap kali kulewati jalan itu.
Ingin rasanya ku cari jalan lain,tapi jalanan inilah yg menjadi satu satunya akses,dari kantorku menuju jalan raya yg menghubungkan jalanan ke kontrakanku.
"Ada apa?", tanyaku datar.
"Saya hanya ingin meminta nomor hp mu,boleh kan?", pintanya sekali lagi,seperti kemari kemarin.
Melihat kesungguhannya,dan tatapannya yg memelas,akhirnya kuberikan juga.
"Terima kasih ya hana", ucapnya.
Saya tak menjawab,dan langsung meluncur pergi meninggalkannya.
[Hana,saya anton yg tadi meminta nomor mu] Isi pesan pemuda tadi,yg rupanya bernama anton.
[Gitu ya,ada yg bisa dibantu?] tanyaku.
[Saya suka kamu han,bolehkan?] tanyanya.
Saya gak menjawabnya lagi,bisa jadi ia cuma iseng iseng.lagian juga pemuda yg gak tau asal usulnya,tak mungkin saya mau menerimanya begitu saja.
Anton terus menghubungiku lewat aplikasi hijau,tapi kubalas seadanya saja,aku gak mau tergiur rayuan gombal laki laki,karna posisinya ku masih bersuami.
[Tolong jangan ganggu aku lagi,aku sudah punya suami] ku balas isi pesan anton.
__ADS_1
[Ha ha ha,saya sudah tau semuanya hana,jangan bermimpi suamimu bisa kembali,ia sudah meninggal dunia] Anton tertawa mengejekku.
Membuatku kian penasaran,siapa sebenarnya anton,kenapa bisa terlalu mengenali problema hidupku.
********
"Kak hana,besok lani mau kesitu", tiba tiba lani mengirimiku pesan sms.
Lani adikku sudah lama tak kesini,mungkin karena kesibukannya sebagai tenaga honorer.
Kerinduanku tiba tiba mencuat,juga papa yg begitu kurindukan.entah kenapa,tiba tiba menjadi sangat ingin bertemu dengannya.
"Kak hanaaa!", teriak lani,membuatku terkejut,bukannya lani baru saja mengirimiku sms.
"Hayoo,kok jadi bengong begitu?", ujar lani
Ia memelukku penuh kerinduan.
"Lani,bukannya tadi kau baru mengabariku msu datang sama papa,mana papa?", tanyaku keheranan.
Lani tak menjawab,ia justru langsung masuk ke dapur,dan berteriak teriak seperti orang kesurupan.
"Kak hana,lani mau makan", ucapnya.
Ia mengobrak abrik dapur,seperti sedang mencari sesuatu.
Brukk!!
Benda benda yg bergantungan berjatuhan,membuatku makin heran melihat tingkah lani yg tak seperti biasanya.
"Lani,kamu kenapa dek?", tanyaku,saat masuk melihat lani yg sedang makan,wajahnya pucat pasi,seperti tak ada aura kehidupan.
"Lani dimana kamu dek?", teriakku,saat lani tiba tiba menghilang dari hadapanku.
"Laniiiii!",ku berteriak sekeras kerasnya.
"Astaghfirullah,sepertinya ada sesuatu yg tak beres dengan lani,aku harus menelponnya", ucapku dalam hati.
Ku cari nama lani di daftar pencarian kontak di ponselku.dan menekannya.tapi tidak aktif.berulangkali ku hubungi tidak aktif terus.membuatku makin gelisah.
"Bu desa,saya mau tanyakan kabar orang tua saya,soalnya beberapa kali menghubungi nomornya tidak aktif terus", ucap ku.
"Iya nak,nanti ibu tanyakan ke orang orang", ucap bu kades.
Kekhawatiran makin menyelimuti hatiku,entah kenapa perasaanku tak menentu.
Tet tet tet!
Ponselku bergetar,tertera nama bu kades yg juga orang tua angkatku.
"Haloo",terdengar suara di seberang sana,
"Iya bu,halo,bagaimana bu?", tanyaku tak sabaran lagi.
Bu kades,menangis,membuatku makin gelisah tak menentu.
"Hana,kalau bisa pulanglah hari ini nak,lani dirawat dirumah sakit,kondisinya dalam keadaan parah", ucap bu kades.
Ponselku tak terasa jatuh ke lantai,air mataku berhamburan keluar,tak kuasa membendung rasa sedih.
__ADS_1
kuhubungi sahabatku yg teman sekantorku,dan mengabari musibah yg menimpa adikku.
"Hana,sebaiknya kamu segera pulang ke kampung", ucapnya.
Tapi ku tetap terdiam,rasa takut pada atasanku,menghantui pikiranku,ini sudah ketiga kalinya ku terpaksa meminta izin yg mungkin tak diberikan lagi.
"Hana,pulanglah,nanti saya yg bicarakan ke atasan", ujarnya.
Dengan gontai kukemasi barang barangku,menuju ke terminal dengan membimbing abdi.
Air mataku tak berhentinya mengalir di sepanjang perjalananku.
"Lani,semoga kau baik baik saja dek", bathinku.
Rasa sedihku membawaku dalam lamunan panjang,tentang diriku sendiri yg tak berhentinya terkurung dalam masalah.tentang suamiku yg bertahun tahun kehilangan kabar.
"Bu,sudah sampai", tiba tiba ada tangan yg menyentuh bahuku,membuyarkan lamunanku.
"Alhamdulillah,kita sudah sampai nak", kuusap punggung anakku,yg tak pernah menjauh dari sisiku.
Saya langsung menuju rumah sakit,menemui lani yg dirawat di ruang ICU.
"Lani,kamu kenapa dek?", tanyaku.
Lani menangis dan memberiku isyarat untuk mendekat,kugenggam tangannya dan menciumnya.
"Kak hana,saya mungkin tak bisa hidup lebih lama lagi,racun yg telah diminumkan seseorang,telah menjalar di tubuhku.kak hana maafkanlah semua kesalahanku", ucap lani.
"Tidak lani,bertahanlah dek,kakak yakin,kamu masih bisa bertahan", ku terus memberi semangat untuk lani yg terlihat makin meredup.
"Kak hana,saatnya ku pergi,panggil papa", ucap lani.
"Saya sudah disini nak,lani,ikhlaskan hatimu nak,papa sudah memaafkan semua kesalahanmu", kata papa dengan suara serak.
"Laa Ilaaha Illallaahh", lani mengucapnya untuk terakhir kalinya dan menutup matanya.
"Laniiiiiiii,jangan pergii!", ku berteriak tak sadarkan diri.
Sungguh tak kusangka,ini pertemuan terakhirku dengan adik yg kusayangi.yg tumbuh bersama denganku,bermain dan berlari lari,saat hidup di hutan.
Papa duduk terpekur di depan jasad lani yang terbujur kaku.
"Hana,coba kau periksa dulu tubuh lani,sepertinya ada sesuatu kejanggalan pada adikmu itu", ucap bu kades.
Dengan seksama,ku teliti tubuh hana,dan membuatku sangat terkejut,saat menyentuh bagian perutnya yg membuncit seperti orang hamil,yg lebih mengagetkan perutnya bergerak gerak.
"Lani hamil?", tanyaku dalam hati.
"Ahh,tak mungkin.lani tak punya suami", bathinku.
Kuberanikan diri menyampaikan hal itu ke bu kades yg sudah seperti ibuku sendiri.
"Haaa,kamu serius han?", tanya bu kades.
"Iya bu,lani apa punya pacar?", tanyaku.
Bu kades terlihat keheranan,menurutnya,lani tak pernah dekat dekat laki laki,bahkan kesaksian teman temannyapun,menyatakan jika lani tak pernah punya pacar.
"Lalu siapa yg menghamili lani?", ucapku dalam hati.
__ADS_1