Misteri Kecantikan Gadis Tolaki

Misteri Kecantikan Gadis Tolaki
Ular besar jelmaan dewa


__ADS_3

Hana tiba dikampungnya dengan selamat,ia masuk kerumahnya dengan perasaan sedih mengingat masa masa saat keluarga nya masih hidup.


Setelah mobil yg ditumpanginya telah pergi,ia mengambil sapu dan mulai membersihkan rumahnya yg sangat kotor karena tidak terurus,sarang laba laba hampir menutupi seluruh ruangan.


"Mama, rumahnya kenapa kotor begini?", tanya abdi yg kelihatan jijik menginjakkan kakinya dilantai,ia bersama Arni memilih tetap duduk di sofa dengan santainya sambil main game.


"Kan lama nggak dihuni, jadinya ya kotor begini", sahut Hana dengan gemasnya.


Hana terlihat begitu bersemangat membersihkan seluruh ruangan,hingga tak terasa hari mulai sore


"Mama capek banget nih", ucap Hana,membaringkan tubuhnya di sofa.


mungkin karena rasa capek yg terlalu karna kelelahan,Hana tanpa sadar terbawa tidur,begitu juga dengan kedua anaknya yg meringkuk di sofa,nampak ketiduran karena rasa lelah


"Hana,bangun", seorang wanita separuh baya menggamit lengan hana yg tertidur sangat pulas.


"Masya Allah bu lurah,maaf Saya tidak melihat ibu datang", ucap hana mengucek matanya.


Ia menguap berkali kali.


"Kamu kerumah aja dulu,besok lanjutin bersih bersihnya,nih udah makan Lo", ucap Bu lurah.


Awalnya hana menolak, karena terus didesak akhirnya hana luluh juga,dan mengikuti Bu lurah dengan membonceng kedua anaknya beserta tas besar yg berisi barang barang penting.


"Ayo masuk hana", ucap ibu lurah dengan ramah.


"Iya Bu terimakasih ", Ucapku merasa sungkan karena kebaikan ibu lurah.


"Seharusnya kamu langsung kesini dulu hana, suasana kampung agak panas,ibu takut terjadi sesuatu yg tidak tidak denganmu", ucap ibu lurah.


"Makanlah dulu hana, panggil anak anak mu", titah ibu lurah.


Setelah semuanya berkumpul, menikmati jamuan malam yg cukup lezat,ibu lurah bercerita tentang bangkitnya arwah seorang wanita yang cantik yg diperkosa beramai ramai,ia sering datang meneror kalau malam karena mencari para pemuda yg telah memperkosanya dan menguburkannya hidup hidup.


"Terus ngapain meneror sampai disini bu, bukannya kampungnya jauh dari sini", Hana mulai meragukan cerita bu lurah yg seperti menambah nambah bumbu agar ceritanya semenarik mungkin.


"Salah satu warga kita adalah pemerkosanya",ucap ibu lurah.

__ADS_1


Setelah kami makan malam,ibu lurah mempersilahkanku untuk istirahat.


Aku mulai menjelajahi pikiranku oleh suasana kampung disini yg tak pernah berubah.kriminsl bukannya berkurang malah bertambah.


Rasa lelah setelah seharian bekerja membuat rasa kantuk tak bisa kuajak kompromi lagi,aku mulai berkelana di alam tidurku yg penuh misteri.


Nampak lani dengan gaunnya yg sangat indah, berjalan menghampiriku,ia nampak sangat cantik tapi setelah dekat,lani memelukku dan menangis terisak-isak.


"Kak hana,syukurlah kau sudah kembali", ucap Melani.


Lalu ia duduk dalam buaian lalu mendengarkan sebuah lagi yg sangat merdu,namun artinya tak kuketahui,tak lama muncul ibu yg telah mengasuhku sejak kecil,ia membaringkan ku diatas pahanya,dan mencari kutuku,ia terus bercerita tentang kehidupan yg tak pernah usai ceritanya,berlanjut dan terus berlanjut.


"Mama,hana takut hidup hanya bertiga dengan anakku yg masih kecil kecil", Ucapku dengan nada sungguh sungguh yg sangat menyiksa bathinku.


Mama tak menjawab,ia hanyalah menisik rambutku lalu mengusap ngusap kepalaku hingga tertidur.


"Mamaa toloooong!", teriak abdi dari halaman belakang


Aku segera melompat,berlari kebelakang rumah,abdi terlihat dililit ular yg sangat besar.


"Selamat datang hana,kita bertemu lagi", ucap ular itu yg ternyata bisa bercakap cakap dengan manusia.


"Saya lah calon suamimu yg telah menjauhkanmu dari semua laki laki,mulai hari ini kamu resmi jadi isteriku ", ucapan si ular membuat hana ambruk ke tanah.


Ular hitam besar dalam mimpi Hana itu menjulurkan lidahnya yg mengerikan,membuat hana mundur beberapa langkah,hingga kaki Hana terantuk batu besar yg membuatnya hilang keseimbangan,Hana terjatuh dalam jurang yg begitu dalam,ia terus berteriak sekencang kencangnya tapi satupun tak ada yg mendengarnya,hingga hana tersadar ia sebenarnya berada dalam jurang yg satupun manusia tak ada.


"Abdiii,arniii kalian dimana nak,tolong mama", teriak hana sekencang kencangnya.


Ia berusaha menyelamatkan diri dari jurang itu dengan memanjat tebing yg ternyata sangat tinggi.


Dengan susah payah,Hana berhasil menaiki tebing itu dan menggantung pada akar pohon hingga berhasil sampai di dataran tinggi yg belum pernah dilihatnya sebelumnya.


Disitu ia bertemu kedua orang tuanya dan ibu kandungnya,juga lani tapi tak satupun dari mereka yg mau mengajaknya bicara,masing masing sibuk dengan pekerjaannya yg Hana tidak mengerti sama sekali.


"Papa,tolonglah saya sangat kehausan", ucap Hana.


Papanya tidak menggubris seolah tak melihat kehadiran Hana,lalu didekatinya mamany yg sepertinya sedang menyabit rumput, berulangkali Hana mengajaknya bicara,sang ibu tidak menoleh sekalipun,lalu ia mendekati lani yg sepertinya sedang memakan sesuatu.lagi lagi lani tak mempedulikannya,bahkan seperti tak melihatnya.

__ADS_1


Merasa putus asa,hanapun segera pergi dari tempat itu, dengan tertatih tatih menahan dahaga.


Matanya tiba tiba melotot saat dilihatnya ular hitam besar yg melilit abdi mendekatinya lagi.


"Pergi kau,ular jahat.kamu pasti sudah memangsa anakku!", teriak hana ketakutan.


Ular besar itu makin mendekatinya dan anehnya bisa bicara.


"Jangan takut hana,saya tidak mau mencelakai mu,justru kamu sepatutnya berterima kasih padaku,bisa membuatmu jatuh di jurang itu,artinya kutukan dewa telah terbebas dari tubuhmu.aura hitam itu sudah pergi", ucap ular itu yg tiba tiba berubah menjadi seorang lelaki yg gagah perkasa.


Hana pun segera bersujud di kaki pria yg sudah pasti bukan orang biasa.


"Bangunlah Hana,tidak baik bersujud begitu,aku juga mahkluk ciptaan Allah,ialah yg sepatutnya Kita sembah", ucap lelaki itu lalu menghilang didepan Hana.


Tiba tiba suara adzan berkumandang, mengejutkan Hana yg rupanya telah bermimpi panjang,ia bergegas bangun mengambil air wudhu,untuk menunaikan ibadah shalat subuh.


Hana memohon petunjuk Allah SWT agar dilapangkan rezekinya dan diberi petunjuk oleh Allah atas kejadian kejadian buruk Yg menimpanya.


*****


Hari ini,Hana merasa terlepas dari rantai besi ditubuhnya,entah mengapa hatinya merasa jauh lebih tenang dari sebelumnya.


Ia sangat bersemangat membersihkan rumahnya dan seperti Tak mengenal lelah,ia kembali memulai hidupnya yg baru.


"Akhirnya pekerjaan selesai juga,kukira tak bisa selesai dalam beberapa hari", bathin Hana.


Ia sebenarnya merasa aneh,seperti ada bantuan ghaib sat bersih bersih ,karena halaman belakang mendadak sangat bersih,padahal ia belum sampai disitu membersihkan.


"Maa,ada orang yg cari!", teriak abdi dari luar


iapun segera menemui orang itu yg tak lain adalah salah satu pegawai kecamatan yg membawa sepucuk surat.


"Terima kasih ya", ucap Hana pada orang itu.


Orang itu tersenyum dan mengangguk,lalu pergi meninggalkan Hana yg masih berdiri diambang pintu


Hana segera membuka surat itu dan membacanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya surat panggilan kerja dikantor kecamatan, rupanya pemecatan itu bukan dari pusat,tapi berasal dari orang orang yang tak menyukaiku", ucapnya lalu segera sujud syukur.


__ADS_2