
Hana mengusap perutnya yg kian membuncit hasil dari hubungan haramnya dengan Nawir.
Ia membayangkan betapa sulitnya hidupnya nanti memiliki bayi diluar nikah,ia pasti mendapat gunjingan dari orang orang yg merasa ganjil akan kelahiran bayi tanpa seorang suami.
"Mama,hamil ya?", abdi tiba tiba nyeletuk.
kontan Hana cepat cepat menutupi perutnya dengan handuk.
"Mama tidak hamil,hanya gemuk dikit", ucap Hana menutupi kehamilannya.
Abdi menatap mamanya dengan rasa heran.meskioun umurnya baru menginjak 6 tahun,ia cukup memahami kondisi ibunya yg sedang hamil, karena ia sempat mendengar obrolan ibunya dengan seorang pria yg menghamilinya.
"Abdi kamu tidur dulu ya,ibu mau keluar sebentar", ucap hana
Abdi terdiam saja menatap ibunya yg pergi begitu saja,dihati abdi merasa keheranan melihat perubahan ibunya akhir akhir ini yg sering muntah muntah.ia juga sering ditinggal ibunya hingga larut malam hanya berdua dengan adiknya yg masih kecil,terkadang abdi yg harus membuatkan adiknya susu karena ibunya seolah tak pedulikan lagi.
*********
POV Hana.
__ADS_1
Aku merasa makin gelisah, karena kehamilanku yg tak bisa ditutupi lagi, kesana kemari ku cari dukun yg bisa mengeluarkan janin diperutku.hingga larut malam ku masih dirumah dukun itu.
"Maaf saya tidak pernah melakukan hal itu lagi", ucap dukun itu menolak permintaanku.
"Tolonglah bu,,berapapun akan kubayar asal ibu bersedia menggugurkan kandunganku ", aku memohon dengan mengiba.
Ibu itu tetap saja menolak permintaanku dengan halus.karena merasa tak bisa lagi membujuk ibu itu,akhirnya saya kembali dengan tangan kosong.dengan perasaan hampa kembali kerumah.
Kedua anakku sudah tertidur dengan lelap,sementara aku masih terus memikirkan tentang nasibku kedepannya.
Teringat kedua orang tuaku yg telah pergi ke alam lain,juga adikku yg semuanya telah pergi meninggalkanku untuk selama lamanya.,ku merasa sangat merindukan mereka yg pernah ada dalam hidupku.
"Papa,anakmu sedang dalam masalah besar", ucapku sambil menangis,tak terasa akupun tertidur pulas.
Dalam tidurku,aku melihat seolah berada dalam ruangan yg begitu besar,ada papa,mama,lani,dan wanita yg selalu mendatangiku yg ternyata ibu kandungku.
"Hana,minumlah air ini nak", ucap wanita itu sambil memberiku air dalam sebuah tempurung.
Air itu kuminum sekali teguk,yg airnya terasa sangat sejuk,hingga membuat sekujur tubuhku terasa dingin.berselang beberapa menit kemudian,ku rasakan mual mual diperut ku,lama kelamaan sakitnya makin tak tertahankan,hingga membuatku terbangun dari tidur.sakitnya malah kian terasa,hingga membustku serasa ingin buang air besar
__ADS_1
Akupun Segera ke WC untuk membuang hajat.ternyata di Closet,seluruh janin terjatuh semua,membuatku menjadi sangat sedih,bagaimanapun juga janin itu adalah bagian dari kehidupanku,yg sangat kusayangkan jatuh kedalam Closet begitu saja.
Dengan tubuh lunglai,ku seret tubuhku masuk kedalam kamarku,yg mungkin kehilangan kesadaran,karena mataku terbuka,saat abdi dan anak bungsuku sedang memeluk tubuhku.
"Mamaa,jangan tinggalkan abdi!".
"Mamaa,kalau mama meninggal abdi tinggal sama siapa?", sayup sayup kudengar suara tangisan kedua anakku,membuatku tersadar.
Kupeluk kedua anakku dengan penuh kasih sayang
"Mama,tidak akan meninggalkanmu nak", ku elus kepala kedua anakku.
Setelah itu,kuberusaha bangun dan membersihkan tubuhku yg penuh darah.
Aku bersyukur,bisa lepas dari rasa malu,disisi lain,hatiku sangat bersedih berpisah dengan sesuatu yg sangat berarti bagiku,tapi merupakan aib,karna tak memiliki suami.
Setelah kejadian itu,aku memilih menjauhi laki laki,kutak mau hidupku kembali bermasalah karena pergaulan bebas.
Keinginanku hanya satu,ingin melepaskan pengaruh buruk dihidupku yg kerap datang mencelakakan orang lain.
__ADS_1