
Setelah terjadinya berbagai macam musibah dalam hidupku, membuatku mulai yakin,jika yg terjadi pada diriku bukan hal yg biasa lagi , tetapi ada hubungan dengan semacam kutukan dari leluhurku
Aku mulai menyadari kejanggalan yang terjadi pada diriku sendiri, Yg sekarang terasa bangkit rasa laparku saat mencium bau amis darah.lidahku kadang tak bisa kuhentikan dan selalu terjulur seperti akan memangsa,bila malam terang bulan.
Kutatap kedua anakku Yg sedang tertidur pulas, anak yg tak punya siapa siapa lagi selain aku yg menjadi pelindungnya.
Kubayangkan berbagai oroblema yg hadir silih berganti dalam keseharian ku,cibiran tetangga,hinaan orang orang yang menganggap ku janda yg akan mengganggu ketenteraman rumah tangga orang,ku selalu dituduh calon pelakor yg suatu saat akan merebut suami dari salah satu perempuan itu.
Jiwa liarku terasa bangkit,aku yg selalu dituduh macem macem macem akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin,yg memangsa satu per satu jantung sainganku secara ghaib.
"Di wilayah kita ada sundel bolong Bu RT,kami yakin jika hana itu pelakunya", salah satu dari ibu itu ibu itu mengadukan peristiwa naas itu ke Bu RT.
"Hushh,atas dasar apa kalian membenci dan menuduh orang yg tak terbukti,jika kalian terus menuduh ya,kalian bisa dituntut pasal pencemaran nama baik", Bu RT menasehati warganya,agar tidak sembarang menuduh.
Sesaat hatiku terasa aman, perlindungan dari Bu RT membuatku sedikit tenang.
__ADS_1
Aku mulai beraksi dengan jiwa kriminalku yg bangkit karena hinaan dan rasa sakit hati kehilangan orang orang yg kucintai
Begitupun halnya dikantor tempatku bekerja,entah kenapa air liurku terus menetes bila melihat para pegawai rekan kerjaku yg masih muda dan bersih,selalu terbayang akan jantungnya yg segar dan bersih
"Hana,kulihat akhir akhir ini kamu banyak termenung,usahakan hindari dirimu dari lamunan panjang,itu akan menyeretmu ke pikiran negatif", ucap atasanku yg rupanya selalu memperhatikan keseharianku yg sekarang lebih banyak kuhabiskan dengan melamun.
"Astaghfirullah adzim,ada mayat dikamar mandi!", teriak salah satu pegawai yg teriakannya berasal dari kamar mandi.
"Siapa yg meninggal Bu,kok tiba tiba?", tanyaku keheranan,karena baru saja kami apel bersama.
"Ashi Bu Hana,dadanya seperti dirobek robek, nampaknya ia dimangsa mahkluk menyeramkan", ucap Winda yg berlari terbirit birit ketakutan dari kamar mandi
Ia mengepalkan tangannya, giginya gemerutukan menahan emosi.aku terkejut dan merasa takut saat matanya memandangku penuh selidik
"Hana!", teriaknya membuyarkan lamunanku.
__ADS_1
"Iya pak,ada apa", aku bergegas memenuhi panggilannya.
Aku mulai deg degan,jika aku lagi yg terbukti melakukan kejahatan ini,bisa bisa ku dibakar hidup hidup.
Aku sendiri bingung,pada diriku sendiri.kenapa bisa kumemiliki jiwa kanibal begitu,kenapa bisa jantung manusia seperti ayam panggang dipenglihatanku yg sangat lezat.
Sepulang dari kantor,dan menjemput kedua anakku di tempat bisa ku menitip anak anak,para tetangga ku menjadi heboh,oleh kematian mengenaskan seorang gadis cantik secara tiba tiba,mereka kembali menuduhku,biang dari pembunuhan itu.
"Hei janda gatal,semenjak kehadiranmu disini,terlalu banyak korban berjatuhan,ini pasti ulahmu", ibu Ida yg selalu membenciku kembali menghadang langkahku.
Tangannya yg terayun hendak memukulku berhasil kutangkap dan kutantang.
"Awas berani memukuliku,jangan harap kau tak bisa melawan mu",,mataku tajam menantang nya
Ia menurunkan tangannya dan seperti ciut seketika.
__ADS_1
"Awas ya kau Ida,nanti malam,bukan aku yg memangsamu,darah dan jantungmu terlalu pahit untukku,tapi kuberikan pada seorang teman ku yg kelaparan", bathinku.
Esoknya terdengar ribut ribut lagi,Ida meninggal dunia secara tiba tiba karena serangan jantung.