Misteri Kecantikan Gadis Tolaki

Misteri Kecantikan Gadis Tolaki
Guna guna yg kembali makan tuan


__ADS_3

Di suatu desa yg berada di pesisir pantai,terdapat sebuah gubuk bambu yang berada di antara rerimbunan rumpun bambu yg terisolir dari warga sekitar karena penghuninya terkenal sangat sakti mandraguna dalam hal ilmu santet.namanya nenek parina,


Ia merupakan saudara dari nenek kandung ya Dian,ia bisa membunuh orang dalam hitungan menit saja setelah mengirim santetnya.


Sementara itu,diperjalanan menuju gubuknya nampak Dian dan ibunya tengah berjalan menyusuri hutan kecil,Dian yg mendapat dukungan dari ibunya karena ambisinya meraih cintanya Wirya yg kaya raya.


"Apa mungkin kita bisa berhasil Bu,sedangkan Wirya nampaknya sudah dekat betul ma Arni", ucap Dian pada ibunya


Ibunya yg telah bosan hidup miskin' pantang menyerah menolong putrinya untuk mendapatkan cinta Wirya.


"Jangan khawatir Dian,kita harus berusaha,apa kamu tidak merasakan susahnya jadi orang miskin,lihatlah Arni,belum lama kenal Wirya sudah dibelikan motor", ucap ibunya Dian memberi semangat pada putrinya


Dian berulangkali jatuh karna kakinya tersangkut tumbuhan perdu.


"Waduhh Bu,apa masih jauh, Dian sudah tak .ampu lagi nih", teriak dian meringis,kaki kakinya sudah berdarah karna tertusuk duri duri sepanjang jalan.


"Hushh,jangan mengeluh,tetap semangat,setelah ini,tak ada lagi kesusahan,bahkan sainganmu akan menjadi mayat,yg tentunya Wirya akan berpaling padamu,dan kamu bisa meminta apa saja", hibur ibunya Dian yg terus semangat pantang mundur.


Sekitar 30 menit kemudian,sampailah mereka di desa tepi pantai itu,dengan perasaan lega,Dian dan ibunya memasuki gubuk itu dengan nafas tersengal sengal.


"Minumlah dulu nak", ucap nek parina pada ponakannya,yaitu ibunya Dian.


Setelah mereka melepaskan lelah,ibunya Dian pun menyampaikan maksud kedatangannya.


"Tolonglah cucumu bi,ia begitu dihina oleh anak orang kaya,padahal pertamanya,dian lagi yg dipacarinya,entah kenapa,ia berbalik arah mencintai cucunya Muradi", tutur ibunya Dian menerangkan.

__ADS_1


Nenek parina terlihat melinting sirih,pinang dan kapur lalu mengunyahnya,matanya nampak menerawang jauh kedepan mengarah ke lautan lepas.


"Apa kamu tidak tahu siapa Muradi itu samsiah?", tanya nenek parina ke samsiah ibunya Dian.


"Tentulah tahu bik", jawab samsiah singkat


Nenek parina memejamkan matanya,mulutnya nampak terus mengunya pinang hingga berwarna merah.ia meludahkan air sirihnya kedalam cawan yg memang khusus disediakannya


"Kalau tahu,kenapa berani mau mengirimkannya santet,kau tahu akibatnya,jika sampai santet bibi kembali,kalian salah satunya yg akan jadi tumbalnya", ujar bibi parina terus terang.


Bibi parina,sangat mengenal kedua orang tuanya Hana yg anti santet,nenek parina juga tahu jika ibunya Hana sekarang menjelma menjadi sundel bolong yg selalu menjaga anak cucunya.


"Tolonglah cucumu bi,saya percaya bibi bisa melakukannya", pinta samsiah dengan wajah memelas.


"Samsiah,pulanglah dulu carilah ayam cemani atau kambing cemani,bawa kesini untuk persyaratan ritual,dan ingat,semua dosa dosanya kamu yg memikul,bibi tidak mau terlibat dalam hal ini jika kelak menimbulkan masalah", ucap nenek parina.


Samsiahpun Segera kembali ke kampungnya mencari persyaratan ritual nenek parina,untung saja dikandungnya masih ada satu ayam cemani, tanpa menunggu waktu yang lama,iapun segera kembali ke desa nenek parina.ia tak peduli gelap telah menyelimuti hutan kecil yg dilewatinya.


"Syukurlah kamu datang juga samsiah,bawa ayamnya kesini cepat", perintah nenek parina.


Samsiah menuruti setiap perintah bibinya yg sudah sepuh itu,iapun segera menyalakan tungku dupanya,dan melakukan ritualnya.


"Wahai Ramuni datanglah padaku", panggil nenek parina,pada sekutunya sosok mahkluk halus berwajah menyeramkan.


Nenek parina berulangkali membacakan mantra pemanggil,tak lama angin bertiup sangat kencang,udara tiba tiba sangat dingin seperti hembusan hujan es saja.lslu datang gumpalan kabut berwarna hitam yg bergulung gulung,masuk ke hadapan nenek parina,lalu menjelma menjadi sosok wanita .

__ADS_1


"Ada apa memanggilku parina?", tanya mahkluk menyeramkan itu.


Nenek parina terlihat mengatur napasnya dulu,setelah itu memulai berbicara dengan Ramuni.


"Ramuni,tolonglah cucuku ini,ia ingin melenyapkan saingannya yg bernama arni", jawab nenek parina.


Ramuni nampak tertawa terbahak bahak,ia seperti mengejek Dian,membuat Dian merasa kurang suka melihat kesan angkuh pada sosok Ramuni itu.


"Hei gadis jelek,katakan siapa nama cowok yg kau sukai itu?", tanya Ramuni.


Dian terlihat marah dibilangin gadis jelek,iapun segera mencibirkan bibirnya yg memang sudah agak monyong


"Enak sekali bilangi saya yg jelek,justru mukamulah yg jelek begitu,baumu juga bacin", ucap Dian membalas ejeken Ramuni.


Ramuni terlihat sangat marah,tak biasanya ia dilawan oleh seorang anak manusia


"Awas ya kau,berani melawanku", bathin Ramuni.


"Maafkan anakku Ramuni,nama cowok itu Wirya,tolonglah agar Wirya bisa jatuh cinta pada anakku",ucap samsiah memohon mohon .


"Baiklah kutolong anakmu demi kamu samsiah,anakmu telah membuatku marah,tapi karena aku kasihan padamu,berikanlah air dalam botol itu ke minuman Arni dan wirya ", ucap Ramuni mengibaskan selendangnya.


Ramuni yg terlanjur kesal ke Dian,segera pergi begitu saja,ia terbang secepat kilat dan menghilang diantara awan awan yg menghitam.


"Bawa anakmu pulang samsiah,sudah kubilang belajarlah dalam bertutur kata, ternyata anakmu tak berubah juga", gerutu nenek parina.

__ADS_1


Samsiah segera pamit ke bibinya dengan mencium tangannya lalu menenteng 2 botol untuk diminumkan ke Wirya dan Arni yg begitu dibenci Dian.


__ADS_2