
Dian merenungi nasibnya di gubuk reyot milik nenek Saina yg dicurigai bukanlah nenek kandungnya.saina merasa miris mendengar kidung sunyi ditengah malam yg berasal dari pasungan bapaknya.saina menjadi tersentuh mendengarnya,tapi ia tak punya daya dan kekuatan apapun untuk menolong sang ayah dari pasungannya.
Malam ini dian tak bisa tidur dengan tenang, berulangkali ia membolak-balik tubuhnya.dilihatnya sinar rembulan malam diluar sangat terang mendorong Dian untuk keluar jalan jalan diluar tapi Dian merasa takut dimarahi neneknya lagi,hingga dian mengurungkan niatnya.
"Tidurlah Dian,jangan macam macam kau,jika tak mau kupasung seperti ayahmu", ucap nenek Saina yg sepertinya sangat memahami isi hati dian yg berusaha melarikan diri.
Dian pura pura tak mendengar ucapan neneknya itu,ia menarik selimutnya.
Sementara itu Arni dan Wirya sedang asyik asyiknya menikmati masa masa pacaran di usia remajanya,membuat hana,ibunya Arni merasa khawatir dampak pergaulan anaknya yg makin bebas saja
"Arni cepetan buka bajumu sayang", bujuk Wirya pada Arni saat tengah berdua duaan dalam mobil
"Gak ah,saya takut wir", sahut Arni berusaha menepis tangan wirya yg melingkar dipinggulnya.
Namun wirya makin mempererat pelukannya,di ciumnya bibir Arni yg merekah,terus menyusuri ciumannya ke leher Arni yg putih mulus.arni nampak menggelinjang kenikmatan seperti menikmati setiap sentuhan Wirya.melihat Arni seperti terlena membuat Wirya tak membuang kesempatan lagi.ia terus mencumbu Arni hingga Arni tak mampu menguasai dirinya lagi
"Wirya jangan lakukan itu,tolonglah hentikan permainanmu Wirya", pinta Arni dengan napas tersengal sengal,tapi Wirya malah semakin blingsatan,ia mencopot paksa semua pakaian Arni hingga Arni telanjang bulat.
Wirya ternganga melihat tubuh mulus Arni dihadapannya,ia menyerang Arni dengan menghujamkan rudalnya ke milik Arni.
"Aaahh,sakiiit!", pekik Arni saat barang miliknya dibobol milik Wirya yg menegang.
"Tahan sayang,setelah ini gak sakit lagi", ucap Wirya yg tetap meneruskan petualangannya diatas tubuh Arni yg telah pasrah dan terkulai lemas
Wirya terus berpacu dalam kenikmatan,hingga peluh membanjiri tubuhnya,terdengar erangan keduanya yg berakhir dengan lenguhan panjang Arni dan Wirya yg terjatuh.
"keterlaluan kamu Wirya,bagaimana kalau aku hamil", ucap Arni memukul dada Wirya.
"Jangan khawatir Arni,kamu bisa memakan pil anti hamil dulu,setelah kita tamat sekolah baru kita menikah", ucap Wirya dengan tenang lalu memakai kembali pakaiannya dan tersenyum puas.
Arni Dengan wajah sedih memasang bajunya,hatinya merasa was was takut ketahuan kakak dan ibunya.
Arnipun diantar pulang kerumahnya,dimana ibunya sudah terlihat mondar mandir gelisah menungguinya di depan rumahnya.
"Kamu darimana saja Arni", bentak Hana pada anaknya yg terlihat semrawut,dipandanginya sekujur tubuh Arni dengan penuh selidik,sorot matanya nampak memancarkan kecurigaan.
"Maafin Arni ma,tadi Arni kerja kelompok", jawab Arni berbohong,tapi Hana terus menatap anaknya penuh seksama.
__ADS_1
"Jangan coba coba bohongi mama ya ,ini spaaa haa??!", tanya hana dengan amarah yg memuncak saat dilihatnya pakaian Arni penuh noda darah.
"Sumpah ma,ini cuma bekas saos dan kecap,tadi kita ramai ramai makan bakso", sahut Arni berbohong dengan nada sungguh sungguh.
"Awas jika sampai kamu ketahuan berbohong,kubotaji kepalamu", ancam Hana membalikkan tubuhnya menuju kamarnya.
Arni cepat cepat masuk ke kamarnya,ia segera membuka bajunya dan masuk kekamar mandinya yg menyatu dengan kamarnya,dirabanya bagian intimnya yg terasa perih karena genjotan Wirya berkali kali.
Sementara itu Wirya nampak tersenyum senyum setibanya dirumah nya,ia terus bersiul siul membuat ayah dan ibunya merasa heran.
"Kamu makin liar saja Wirya ,sebaiknya setamat sekolah nanti kamu menikah saja", ucap ibunya dengan mimik serius.
"Menikah ma siapa bunda?", tanya Wirya
"bunda sudah punya pilihan untukmu nak,bunda yakin kamu pasti menyukainya,ia anaknya pak Rivai teman ayahmu", jawab bundanya.
"Kalau si Risma,Wirya mau saja bunda", sahut Wirya yg ternyata menyukai Risma.
Bunda dan ayahnya tersenyum melihat tingkah laku Wirya yg sepertinya menuruti keinginan orang tuanya.
********
"Arni ,kamu ngapain kesini?", tanya Wirya yg terkejut karena arni mendatangi rumah Wirya yg mewah.
Arni terkejut mendengar pertanyaan Wirya yg sepertinya tak memiliki hubungan dengannya.
"Kamu harus tanggung jawab Wirya,sudah 2 bulan saya tidak datang bulan", jawab Arni
Wirya sangat terkejut mendengarnya,ia terduduk kelihatan shock mendengar penuturan Arni yg nampak kurus dan lesu.
"Arni gugurkan kandunganmu,saya siap membayar berapapun juga", balas Wirya yg nampak tak berdosa sama sekali.
"Tidak Wirya,kamu harus tanggung jawab dan menikahiku,saya takut menggugurkan kandunganku", sahut Arni,yg mulai menangis.
Wirya menarik tangan Arni keluar dari pintu gerbangnya.mungkin takut terdengar kedua orang tuanya yg masih berada dalam rumah.
"Kita selesaikan diluar Arni,nanti kita bicarakan disitu", tegas Wirya,tapi Arni tetap bersikukuh tak mau beranjak dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"Siapa gadis itu Wirya?", tanya ibunya Wirya yg tiba tiba menghampiri mereka yg sementara berdebat diluar pagar.
"Teman Wirya bunda", sahut Wirya
"Saya pacarnya Wirya Bu,tolonglah saya sekarang hamil anaknya Wirya,saya minta pertanggung jawaban", Arni spontan berbicara terus terang yg kontan membuat Wirya menjadi panik.
"Apaaa,jangan berbohong,Wirya tak mungkin kunikahkan dengan gadis sepertimu,ia sudah kutunangkan", ibunya Wirya sepertinya menolak permintaan Arni untuk dinikahi.
Wirya sendiri nampak mematung ,wajahnya pucat pasi.
"Psudah kubilang Arni,pergilah,nanti kita selesaikan diluar", ucap Wirya.
Namun Arni tak mau beranjak sedikitpun membuat Wirya dan ibunya menjadi marah dan memakai maki Arni.
"Wirya jangan lakukan itu,kamu harus tanggung jawab"Ayahnya Wirya ternyata mendengar percakapan mereka
"Tidak ayah,itu tak mungkin,anak kita tak boleh menikahi gadis itu,ia bukan level kita", protes ibunya Wirya.
"Kita harus tanggung jawab bunda,masuklah dulu nak",ayahnya Wirya menerima tangan Arni masuk kerumahnya dan dipersilahkan duduk
"Ayah,Wirya belum mau menikah,Wirya masih ingin bebas", ucap Wirya membuat hati Arni menjadi sangat terluka.
Ayah Wirya yg ternyata berakhlak merasa tidak tega melihat kondisi Arni.
"kamu harus menikahinya Wirya,sekarang juga ikut ayah kerumah Arni sekarang", perintah ayah Wirya.
**************
Hana terkejut melihat kedatangan Wirya beserta kedua orang tuanya,ia merasa ada sesuatu yg tak wajar yg terjadi pada anaknya.
"Maaf bu,jika kami datang secara tiba tiba", ucap ayah ya Wirya membuka obrolan.
Hana nampak menegang,raut mukanya mulai terlihat memerah,sepertinya ada sesuatu yg sangat penting yg akan diutarakan ayahnya Wirya
"Arni hamil bu,kami siap bertanggung jawab", ucap ayahnya Wirya.
Brukkk!!!
__ADS_1
Hana tiba tiba terjatuh dilantai saat mendengar kata kata yg bagai petir itu.