Misteri Kecantikan Gadis Tolaki

Misteri Kecantikan Gadis Tolaki
Yg salah tetap salah


__ADS_3

Dian tak sabaran lagi menunggu pagi,hingga matanya sulit ia pejamkan.hingga terdengar kokok ayam jantan menandakan pagi sudah tiba,bergegas ia menuju pancuran air untuk mandi.setelah itu memakai seragam sekolah,ia sudah berangkat duluan padahal hari masih pagi betul.


Ia menunggu ibu kantin yg tak lain adalah keluarganya juga untuk meminta tolong meminumkan air mantra itu untuk Wirya dan Arni.


"Tumben pagi pagi buta sudah ke sekolah Ar?", ibu kantin tiba tiba berdiri dibelakangnya mengejutkan Dian yg sementara termenung.


"Saya ada perlu dengan bibi", ujar Dian setengah berbisik,membuat bibinya yg kebetulan menjual di kantin itu sedikit heran,tak biasanya Dian bersikap aneh begini.


"Ada perlu apa Dian,katakanlah cepat,bibi mau siapkan jualan nih?", tanya ibu kantin itu,sambil membuka kantinnya, Dian ikut dibelakangnya.


Dian mengambil dua botol air Aqua kecil dari tasnya dan meletakkan nya diatas meja.


"Bibi,saya minta tolong agar air ini diminumkan ke Wirya dan Arni,masing masing ada kok namanya tercantum di botol ini", ucap Dian terus terang


Ibu kantin menatap Dian dengan seksama,kemudian menghela napas panjang.


"Kamu tau perbuatanmu itu sangat beresiko dian,tak baik memaksakan cinta pada seseorang,ujung ujungnya gak berkah juga", gerutu ibu kantin sambil melap meja meja makannya.


"Tolonglah bi,bibi bisa liat sendiri kan penghinaan Wirya bagaimana,tolonglah bi,saya tidak akan melupakan pertolongan bibi", pinta Dian dengan memelas,membuat ibu kantin merasa iba pada ponakannya yg memiliki angan angan terlalu tinggi itu.


"Baiklah bibi akan meminumkan,tapi bibi tak mau kecipratan dosa, semuanya kamu sendiri yg tanggung", ucap ibu kantin,meraih botol itu dan memasukkannya ke laci jualannya.


Dian nampak begitu gembira,rona ceria tampak diwajahny yg sebenarnya cukup manis.


"Terima kasih ya bi", ujar Dian memeluk bibinya dengan sangat senang,kemudian berlari menuju kelasnya.


Ibu kantin menatap Dian dengan sumringah,ia sebenarnya sering kasihan pada anak saudara sepupunya itu,yg kehilangan ayah kandungnya sejak masih dalam kandungan.hanya ibu kantin terkadang merasa dongkol juga karena Dian dan ibunya seolah tak pernah bisa menerima kenyataan hidupnya yg sengsara ,bahkan selalu bersikap seperti orang berada,gaya bicaranya juga terlalu melambung tinggi.


Kantin mulai ramai,para siswa dan siswi mulai memenuhi ruangan untuk sarapan pagi,ada yg memesan nasi kuning,mie rebus,ada juga yg minum teh dan makan bakwan.karena kesibukannya,ibu kantin lupa jika ada air mantra dalam laci yg akan diminumkannya pada Wirya dan arni.padahal Wirya dan Arni sedang asyik makan mie rebus dan meminum air kemasan yg kebetulan dibeli Arni diperjalanan tadi.ibu kantin betul betul lupa,karena terlalu sibuk melayani puluhan siswa.hingfa jam istirahat ibu kantin tidak ingat apa apa lagi.ia bahkan menyatukan air botol Aqua itu ke meja makan dengan puluhan botol lainnya .

__ADS_1


"Bu beli airnya sepuluh ya", ucap seorang siswa yg disuruh guru beli air di kantin.


"Ambil saja", jawab ibu kantin itu


Ternyata siswa itu mengambil 2 botol air yg sudah dimantra mantrai nenek parina,dan membawanya ke ruang rapat guru.


ibu kantin baru tersadar saat semua makanan dan minuman ludes habis,iapunmenepuk jidatnya.


"Masya Allah,aku betul betul lupa,botol yg dilaci itu kan ada mantra mantra nya", pekik ibu kantin.


Wajahnya menjadi pucat pasi,takut ada kejadian yg akan menimpanya,jika ada orang yg nyasar meminumnya.


Belum selesai ibu kantin berpikir,tiba tiba dari sebuah kelas terdengar keributan,ibu kantin memegang dadanya takut terjadi sesuatu


"Dian Dian,dimana kamu sayang!", teriak Bahri yg seperti orang kesurupan,matanya melotot dan memerah mencari Dian.


Mendengar hal itu,Dian menjadi ketakutan.


"Dian,terimalah cintaku", Bahri tiba tiba masuk dikelasnya membawakan setangkai bunga Asoka,yg kontan membuat seisi kelas menjadi riuh .


"Apa apaan ini Bahri,pergilah saya tidak suka leluconmu!", bentak Dian menepis tangan bahri.


Belum selesai kegaduhan dalam kelas Dian,di kelas yg lain seorang siswi tiba tiba jatuh pingsan,tubuhnya kejang kejang membuat para guru menjadi kelabakan.


Untung di sekitar situ,ada orang pintar yg segera dijemput seorang guru.laki laki yg memakai ikat kepala dari kain merah itu memercikkan air pada si cewek yg pingsan itu,seketika matanya terbuka dan .menjerit jerit.


"Jangan bunuh aku Dian,tolonglah Dian jangan lakukan itu,ambillah Wirya jika itu yg kau kehendaki,tapi tolong lepaskan aku dari kematian", cewek yg bernama Lina itu terus menerus menyembah nyembah ketakutan.


"Siapa yg berniat mencelakaimu Lina,katakanlah?", tanya bapak tua berusaha menenangkan Lina yg nampak ketakutan.

__ADS_1


"Saya mau dibunuh dian paman,sebenarnya bukan saya yg dibunuh tapi Arni,karena ingin memiliki Wirya", ucap Lina yg membuat seluruh guru dan siswa yg hadir terperangah.


Mereka juga dikejutkan oleh Bahri yg mendadak seperti orang gila yg terus mengejar ngejar dian.


"Panggil Dian menghadap ke kantor!", teriak kepala sekolah yg sudah mendengar penyebab kegaduhan itu.


Dian nampak menunduk ketakutan saat digiring menuju kantor,air matanya mulai mengalir,tubuhnya gemetar ketakutan.


"Duduklah Dian", ucap kepala sekolah dengan wajah murka.


Dian dengan penuh ketakutan duduk dikursi depan kepala sekolah,ia seperti dijatuhi Vonis mati yg . membuat bibirnya menjadi terkunci.


"Kamu telah mencoreng nama baik sekolah ini Dian,perbuatanmu telah diketahui publik,jika kamu menggunakan ilmu hitam untuk mencelakakan temanmu sendiri,sekarang juga kami keluarkan kamu dari sekolah,pergilah", tegas kepala sekolah.


Dian melangkah gontai menuju kelasnya mengambil tasnya lalu pulang kerumahnya menemui ibunya yg ternyata sudah menjadi mayat karena dililit ular piton yg sangat besar


"Ibu,maafkan anakmu ini!", teriak Dian lalu terjatuh tak sadarkan diri


Beberapa tetangganya yg mendengar jerit tangisnya berdatangan melihat apa yg terjadi


"Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un", ucap para tetangganya melihat ibunya Dian terbujur kaku.mereka mengangkat tubuh ibu Dian untuk mengurus prosesi pernikahan nya.ibu Dian yg jarang beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya,sangat sedikit mau menolongnya karena terkenal suka menyakiti hati tetangganya dengan mulutnya yg sangat judes.


"Ibuuuu,jangan tinggalkan dian!", teriak Dian terus menangis memeluk jasad ibunya,yg akan dimandikan oleh beberapa tetangganya yg merasa iba.


Dian merasa sangat sedih dan bersalah,sepertinya ritualnya beberapa hari yg lalu menjadikan ibunya tumbal,ia teringat wanita iblis sekutu nenek parina yg menatapnya penuh kebencian.


"Bibi kenapa tega begitu nengerjaiku,pasti bibi sengaja menukar air itu kan!", teriak Dian menuding ibu kantin yg datang melayat.


"Dian,ini bukan kesalahan bibi,tapi niat jahatmu sendiri yg menghancurkan mu juga, Allah melindungi Arni dan wirya, sebaliknya kamu yg menelan karma juga", ucap ibu kantin membalas tudingan disn.

__ADS_1


"Sudahlah,tak usah bahas hal itu dulu, ibumu akan dimakamkan dian,doakanlah agar ibumu selamat dari siksaan kubur", ucap seorang tetua agama yg turut hadir.


Dian menangis, hatinya merasa betul betul hancur,saat melihat ibunya telah diusung menuju pekuburan.


__ADS_2