
Fellisa semakin dibuat kesal ketika Agam mengatakan jika mau bicara, langsung saja bicara, sementara Fellisa sudah sangat merasa gugup dan merasa kesulitan untuk mengatur sebuah kata-kata Entah dari mana dia akan mulai bicara hanya untuk sekedar meminta maaf serasa sulit.Lagi-lagi Fellisa menelan ludahnya, terasa sangat sulit dan susah hanya untuk sekedar menyatakan rasa terima kasih, mungkin semua ini terjadi karena Fellisa terbiasa dengan selalu meledek dan membully Agam, hingga saat ada sesuatu yang penting dan serius rasanya sangat sulit.
Fellisa menggigit salivanya sambil melirik sang pengemudi mobil yang sedari tadi begitu dingin dan acuh, seolah-olah dia sedang sendirian membawa mobilnya.
Menyadari semakin dekat dengan kampus tempat mereka belajar, Fellisa cepat-cepat mengatur pernapasannya dan bersiap untuk bicara.
"Ehem, Agam, sebenarnya Aku mau..
" Ciiiitt… !"Agam mendadak menginjak Rem secara mendadak.
"Agam?" Apa-apaan sih kamu, teriak Fellisa spontan karena dia sangat terkejut tiba-tiba Agam melakukan Rem dadakan.
"Ada penyeberang ceroboh di depan." ucap Agam dingin yang kemudian Agam bergegas turun dari dalam mobil.
"Mbak kalau jalan itu hati-hati, jika Aku tidak menginjak Rem tepat waktu, Aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi padamu."ucap Agam menasehati.
"Maaf, saya salah."ucap gadis itu sambil mengambil buku yang sempat jatuh dari tangannya akibat terkejut, melihat gadis di depan nya sibuk memungut Buku-buku yang jatuh Agam tidak mau tinggal diam dengan sigap dia membantu memungut Buku-buku gadis itu yang jatuh.
"Ini mbak, bukunya."
"terima kasih,"ketika gadis itu menerima uluran buku untuk nya dan ketika pandangan mata mereka bertemu.
"Deg..!
" Kau..?"bukankah kau murid baru dan saudara nya Dito.
"Iya,"jawab gadis itu sambil tersipu malu, wajah di depan nya sungguh sangat tampan sampai-sampai jantungnya ikut berdebar.
Agam meneguk ludahnya dan dia benar-benar terkesima dengan kecantikan gadis yang ada di depannya.
" Benar-benar cantik. "Gumam Agam dalam hati.
" Namaku Agam namamu siapa? "tanya Agam sambil mengulurkan tangannya.
" Hana,"
"Kau mau kekampus? "
"Iya,"
"Kebetulan kita searah ayo, kita berangkat bareng,"
"Apa Nanti tidak ada yang keberatan, "
__ADS_1
"Tenang saja tidak akan ada Ayo masuk."
Dengan malu-malu Hana mengangguk.
" Apa Aku tidak akan merepotkan mu,"
"Tentu saja tidak, ayo!"
Dengan hati senang Hana mengikuti ajakan Agam untuk berangkat bersama. Ketika Leo datang Fellisa menatapnya dengan tatapan tajam.
"Kenapa lama?" tanya Fellisa penasaran karena Agam tidak cepat masuk dan duduk di sampingnya tapi justru membuka pintu mobil belakang.
"Hei,Agam kau mau apa?" Fellisa benar-benar dibuat was-was karena dia berpikir Agam marah dan mau duduk di mobil belakang dan dia yang harus menggantikan menjadi sopir pribadi nya, akan tetapi rasa was-was itu kini berubah menjadi rasa kecewa dan kesal, pasalnya Agam justru membawa masuk gadis asing tanpa izin darinya.
"Agam, apa yang kamu lakukan?"
Agam yang berpura-pura tidak mendengar semua celotehan Fellisa, tetap diam dan tidak menanggapi semua pertanyaan Fellisa hal itu membuat Fellisa semakin geram.
Sementara gadis yang bernama Hana mendengar semua perkataan Fellisa merasa tidak enak hati sehingga dia tidak cepat masuk dan duduk di mobil belakang.
"Seperti nya pacar kamu tidak suka padaku dan sepertinya Aku sudah mengganggu kemesraan kalian, lebih baik Aku Naik angkot saja."
Agam tertawa renyah ketika gadis di depan nya mengganggap Fellisa sebagai kekasih nya.
"Apa benar begitu, tapi gadis itu seperti nya marah-marah padamu."
"Biasa, dia itu gadis cerewet dan menyebalkan."
jawaban Agam yang cukup keras membuat Fellisa semakin merasa geram dan kesal kedua tangannya mengepal kuat, andai bukan karena satu keinginan untuk membalas budi dengan ingin mengucapkan rasa terimakasih, rasanya Fellisa ogah berada dekat dekat pemuda sombong, Miskin dan dingin seperti Agam.
Hana tersenyum renyah mendengar perkataan dari Agam.
"Kamu ada-ada saja."
"Bagaima,jadi silahkan masuk,"
Hana segera menuruti perintah Agam dengan cepat duduk. Melihat Hana sudah duduk bergegas Agam kembali masuk kedalam mobil sebagai sang pengemudi.
"Kenapa kau biarkan dia masuk dan numpang di mobil ku sih?" cecar Fellisa pada Agam.
"Hei, Aku bicara denganmu kenapa kau diam saja! "
"Sekali-kali berbuat baik pada orang yang membutuhkan bukankah itu sifat terpuji. "
__ADS_1
"Ck, Fellisa mendengus kesal mendengar jawaban dari Agam, hatinya benar-benar sedang terkoyak rencananya bisa mengucapkan rasa terimakasih menjadi gagal total, jika tau akan gagal dan sia-sia sudah barang tentu Fellisa ogah melakukan nya.
Hening dan tenang itulah yang terjadi saat ini ketika mobil melaju dengan kecepatan rata-rata dimana para penumpang nya sibuk dengan pemikiran hatinya masing-masing.
Fellisa sibuk menata hatinya yang kecewa karena tujuan nya telah gagal total, Agam sibuk menertawakan kekecewaan Fellisa pada dirinya sedangkan Hana sibuk mengagumi ketampanan Agam.
Mencuri curi pandang yang mana terkadang sesekali Agam yang juga mencuri pandang ke belakang melalui kaca spion depan, membuat pandang mata mereka sering bertemu kemudian saling tersenyum hal itu tak luput dari pengawasan Fellisa dan semakin bertambah kesal dan marah.
"lebay dasar wanita tak tau malu,"sungut Fellisa kesal.
"Ayo, lebih cepat lagi,jangan terlalu pelan ini sudah siang," perintah Fellisa yang sudah tidak tahan dengan sikap mereka berdua, entah mengapa rasanya hati Fellisa sangat sakit dan muak melihat kedekatan diantara mereka berdua yang sesekali saling melempar senyum.
"Enak saja mobilku mau dibuat sebagai tempat untuk pedekate, huuuff.. menyebalkan, " Gumam Fellisa dalam hati.
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata kini mulai ditambah kecepatan nya sehingga dalam waktu yang cukup singkat mobil mulai memasuki kawasan kampus,Agam segera memarkirkan mobilnya dan setelah semua beres mereka turun dari dalam mobil menuju kampus, Agam berjalan beriringan dengan Hana yang sesekali mereka tertawa bersama, merasa tidak dihargai dan merasa dirinya bagaikan obat nyamuk saja Fellisa segera berlari mendahului Agam dan Hana yang berjalan beriringan.
"Brengsek sekali kenapa mereka tidak tau malu sih, ada Aku juga masih saja ketawa ketiwi, sengaja amat itu manas-manasin hati gue, menyebalkan."
Bruuugh,"Fellisa menaruh tas nya dengan sangat kasar hingga menimbulkan bunyi, sontak saja hal itu membuat Mira teman sebangku nya yang sudah datang terkejut.
"Fellisa..!apa yang kau lakukan?kenapa pagi-pagi sudah seperti orang kesurupan." tanya Mira teman satu bangku.
"Berisik, lo."
Mira membulatkan kedua bola matanya ketika Fellisa mengumpat dirinya.
"Hei,apa salah dan dosa ku kenapa Aku juga kena semprot." tanya Mira meminta penjelasan dari Fellisa.
"Kau tau gadis baru itu, ternyata dia gadis yang gatal juga, masak iya pura-pura tertabrak mobilku kemudian minta berangkat bareng setelah itu bermesraan di depan mataku, gilaa kan itu,"
"Maksud kamu,sepupunya Dito ya?"
"Iya, siapa lagi memangnya ada murid baru selain dia kalau bertanya itu lihat-lihat juga faktanya."
"Busyet, gue kena damprat lagi,Fell menangnya Gadis itu lagi berduaan sama siapa sih kok kamu sewot amat, seperti dunia mau kiamat saja."
"Diam, lo, tambah bikin pusing saja tauk,"
"Makanya biar tidak pusing katakan pada ku siapa Arjuna yang sudah bikin hati sahabat ku yang cantik ini kesetanan. "
"Ck, kamu itu mau membelaku, atau mau meledek ku? " Mira tertawa renyah.
"Dua-duanya,"seru Mira yang langsung dapat gebukan tas dari Racelia, agar tas berat itu tidak sampai melukai badannya Mira segera berlari untuk menyelamatkan diri, maka terjadilah aksi kejar-kejaran di dalam kelas.
__ADS_1
" Hei, Mir awas lo jangan lari..! "teriak Fellisa memperingatkan.