
langit berwarna cerah ketika Agam sudah bersiap kembali untuk pergi ke sekolah di mana hari ini Agam bisa bersantai sejenak karena masuk siang.
Di Ruang tamu Agam membuka lembar demi lembar koran yang kemarin sore dia dapat dari perpustakaan berkat bantuan dari Fellisa.
Berkali-kali Agam menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan, sesekali mengusap kasar Wajahnya.
Ibu Agam yang tanpa sengaja memasuki Ruang tamu mengeryitkan dahinya ketika melihat Agam seperti sedang resah dengan membolak balik koran yang ada di tangannya.
"Agam, apa yang kamu cari Nak, kenapa kamu seperti terlihat bingung begitu, "tanya Ibu Agam sambil mendudukkan bokongnya di samping Agam.
" Bu, kenapa tidak ada, "
"Apanya yang tidak ada Nak, coba bicara lebih jelas lagi, ibu benar-benar tidak memahami maksud dari pertanyaan mu.
__ADS_1
Agam menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan dan lagi-lagi Agam mengusap kasar Wajahnya, kemudian Agam menyodorkan koran yang ada di tangannya kepada sang ibu.
" Koran apa ini Nak, kenapa kamu berikan padaku? Ibu sudah tidak membaca koran lagi Ibu tidak suka membaca koran jadi tidak perlu kamu memberi koran kepada ibu," Ibu Agam dengan memberikan penjelasan jika dirinya tidak suka membaca koran.
"Ini koran 2010 Bu, Bukankah ketika keluargaku di bantai waktu itu juga tahun 2010 tapi mengapa koran ini tidak sekalipun memberitakan tentang kematian keluargaku, Kenapa tidak ada kabar beritanya di sini Bu, Apakah ibu bisa mengerti atau Aku yang tidak bisa mencari tolong ibu carikan karena Aku ingin mencari berita kematian keluargaku di koran ini."
kini ibu Agam baru mengerti dan memahami maksud Agam memberi koran kepadanya hal itu dikarenakan karena putranya Agam ingin dirinya membantu mencari berita kematian keluarganya di tahun 2010 yang mana di tahun 2010 pasti kabar beritanya sudah beredar dan terbit di koran-koran harian.
Perlahan-lahan Ibu Agam meraih koran yang diulurkan Agam kepadanya kemudian ibu Agam membuka satu persatu koran dan membaca sedikit yang tertera di dalam surat kabar itu.
" Kamu benar nak koran ini tidak memberitakan tentang peristiwa kematian dan pembantaian keluargamu itu artinya koran yang beredar di tahun 2010 sudah banyak yang ditarik dan kabar beritanya sudah tergantikan, karena setahu ibu kabar tentang pembantaian dan terbunuhnya keluargamu itu sudah ada di surat kabar waktu itu dan hal itu sudah menjadi harian Pos yang sangat panas waktu itu akan tetapi satu minggu kemudian kabar berita itu menghilang itu yang Ibu ingat dan sepertinya sudah banyak yang menarik koran 2010 atau sudah mengganti koran kabar berita 2010, Ibu tidak begitu paham yang jelas kabar itu tiba-tiba sudah tidak ada beritanya dan menghilang begitu saja. "
" itu artinya pelakunya yang menarik koran itu dan membuat kabar berita itu menghilang dan ini bisa dipastikan pelakunya masih berkeliaran dan Belum dipenjarakan kan Bu? "
__ADS_1
" Sepertinya memang seperti itu untuk itu lebih baik kamu lupakan Karena yang akan menjadi musuhmu itu bukan orang sembarangan dia orang yang memiliki kekuasaan dan juga pengaruh yang sangat besar, Jika kamu ketahuan sedang menyelidiki ataupun mencari dan menguak kembali berita tahun 2010 pembantaian di waktu itu, bisa jadi nyawamu pun terancam untuk itu Ibu sarankan lebih baik urungkan niatmu dan lupakan masa itu kita menatap hari esok lebih baik lagi dan Mencoba untuk ikhlas dalam segalanya doakan saja kedua orang tuamu di alam sana bahagia dan masuk surga. "
mendengar perkataan sang ibu Agam segera bangkit dari duduknya kemudian tertawa sinis.
" Tidak akan semudah itu Bu, Aku tidak akan melepaskan orang yang telah menghancurkan keluargaku meskipun nyawaku akan menjadi taruhannya, aku akan perjuangkan keadilan itu dan akan Aku bongkar semua kebusukan orang itu, cepat atau lambat Aku akan bisa menemukannya, Agam hanya meminta doa restu ibu dan Ibu tidak perlu khawatir tentang Agam karena Agam sudah besar Agam sudah bisa menjaga diri jadi jangan khawatirkan Agam lagi Percayalah Agam pasti bisa melindungi diri sendiri, "
" baik anak karena tekadmu sangat kuat dan bulat serta tujuanmu sebenarnya sangat mulia ingin mendapatkan keadilan untuk itu ibu selalu merestuimu Ibu hanya meminta agar kamu selalu berhati-hati jangan sampai orang itu lebih dulu mengetahui tentang rencanamu karena jika hal itu sampai terjadi maka posisimu yang lebih berbahaya karena dia yang akan mengincarmu Bukan kamu yang mengejarnya untuk itu Ibu minta berhati-hatilah selalu. "
" Tenang saja Bu, Agam akan memikirkan semua itu Agam tidak akan gegabah Agam akan melakukan dengan sangat hati-hati dan juga dengan teliti, Agam juga meminta kepada ibu untuk selalu berhati-hati karena bisa jadi orang itu mengenali ibu dan masih mencari Ibu aku harap kemana-mana ibu selalu memberitahu agar-agam bisa mengetahui Di mana ibu berada setiap waktu. "
"Kalau soal itu kamu tidak perlu khawatir Nak, Ibu akan lebih berhati-hati selalu, "
"Trimakasih, Bu karena hari sudah mulai siang, Agam berangkat dulu Bu, Assalamu'alaikum, "
__ADS_1
"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, Hati-hati Nak, jaga dirumu baik-baik. "
Agam tersenyum sambil menganggukan kepala setelah menciuum tangan sang Ibu.