MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA

MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA
Bab. 27. EGOIS


__ADS_3

Agam memeriksa dan melihat koran yang diberikan Fellisa kepadanya lembar demi lembar telah Agam buka, akan tetapi Agam tidak menemukan sesuatu yang dicarinya, mungkin karena Agam membuka dengan sangat terburu-buru dan belum bisa melihat sampai dengan teliti untuk itu Agam melipat koran yang dibawanya kemudian mengajak Fellisa untuk keluar dari tempat itu di mana Agam sudah menemukan koran 2010.


Dengan perasaan senang dan sukacita Fellisa menerima ajakan Agam untuk keluar dari perpustakaan, di mana di tempat itu Fellisa merasa sangat bosan dan jenuh karena tidak ada apapun yang bisa dia lakukan selain membuka buku dan membaca-baca buku yang mana Fellisa sendiri tidak terlalu suka membaca buku.


"Apa kita akan langsung pulang? "


Untuk beberapa saat Fellisa menunggu jawaban dari Agam, akan tetapi hatinya serasa sedih dan sakit dimana Agam tidak menjawab pertanyaan apapun darinya.


"Idih sombong sekali cowok ini sudah ditemani sudah ditemukan koran yang dicari tapi masih juga dingin seperti kulkas tujuh pintu huuuffpp, jika tahu seperti ini lebih baik Aku tadi tidak ikut daripada Aku hanya dijadikan sebagai angin yang hanya dibutuhkan dan tidak dihargai sama sekali benar-benar cowok menjengkelkan."


Fellisa terus berceloteh lirih sambil mengikuti langkah kaki Agam keluar dari perpustakaan yang mana, Agam sama sekali tidak menunggu Fellisa ataupun mengajak Fellisa untuk Jalan bersamaan akan tetapi Agam Jalan lebih dulu dan Fellisa mengikutinya di belakang sambil ngomel-ngomel.


"Mbak, ada yang jatuh..!


Mendengar ada suara teguran yang mengatakan ada yang jatuh sontak saja Fellisa menghentikan langkah kakinya dan langsung menoleh kebelakang.


Ketika Fellisa sedang menoleh kebelakang terlihat lah seorang pemuda sedang tersenyum kepadanya sambil mengedipkan sebelah mata.


Melihat hal itu Fellisa lngsung melotot karena merasa geram terlebih ketika menundukkan kepala tidak melihat benda apapun yang jatuh.


"Sial, dia membohongi ku, " geram Fellisa yang langsung melangkah dengan cepat meninggalkan tempat itu, dimana dirinya juga terpaksa di tinggal Agam lebih jauh.


"Ini Cowok benar-benar tidak punya perasaan, masak beneran Aku di tinggal sih, Haiss jadi kayak orang hilang Aku jadinya, sungguh Aku menyesal ikut dia sudah tidak dihargai ditinggal begitu saja benar-benar cowok tidak bertanggungjawab," grutu Fellisa di mana kakinya dia tendangkan kebotol yang kebetulan ada didepan nya.


Karena tendangannya yang cukup keras membuat botol minuman kaleng itu membumbung tinggi kemudian mendarat di depan sebuah kaki seorang yang ada ditempat parkiran itu. Dengan terkejut Fellisa melotot ketika botol kaleng yang dia lemparkan berhenti mendadak di depan kaki seseorang yang dengan gerakan cepat menginjak nya.


"Waoo, king deh bisa langsung berhenti dengan tepat. "lirih Fellisa yang mana kemudian kedua bola matanya mulai menengadah melihat siapa kira kira cowok yang injakan kakinya keren karena langsung tepat sasaran dan ketika Fellisa melihat siapa orang itu, Tiba-tiba kerongkongan Fellisa terasa kering bibir tercekat, Fellisa meneguk kasar ludahnya.


"Agam...! "


"Mau main bola? pakai tendang botol kaleng begini, seharusnya kamu ambil dan masukan ke dalam tong sampah bukan malah di tendang begitu, cepat ambil dan buang pada tempat nya. "


"Apa?

__ADS_1


"Kenapa mesti melotot begitu, Aku bilang buang, belajarlah bertanggungjawab jangan bertindak sesuka hati, cepat ambil! "


"Astaga ini cowok kenapa berubah seperti emak emak berdaster sih bawell dan crewet banget."


"Apa kamu tidak mendengar apa yang Aku katakan, cepat ambil dan buang. "


"Isssh... nyebelin banget sih ini cowok," grutu Fellisa dalam hati dan tanpa bicara hanya bibir Fellisa yang mengerucut karena kesal dengan sikap Agam yang main perintah sajasaja, tapi entah magnet apa yang membuat nya begitu patuh menerima perintah itu tanpa mampu menolak apalagi bicara protes, Fellisa hanya mampu protes di dalam hati.


Melihat Fellisa sudah datang kembali ke arahnya Agam segera membuka pintu mobil.


"Ini ambil dan cuci tangan mu dengan Air mineral ini?"


"Benar-benar ini Cowok tukang perintah meskipun apa yang dia perintahkan itu benar.


" Apa kita langsung pulang? "


"Tentu saja memangnya mau kemana lagi, bukankah Aku sudah mendapatkan koran nya, "


"Oh,"


"Wah satu tawaran langka yang tentunya tidak boleh disia-siakan, " Batin Fellisa merasa senang yang pada Akhirnya tanpa menyia nyiakan kesempatan Fellisa langsung mengiyakannya.


"Iya, Aku mau ke mall sebentar ada yang ingin Aku beli disana, "


"Baiklah kita kesana? "


Tidak bisa di bayangkan betapa senang nya hati Fellisa ketika Agam mau mengantarkannya ke mall, sudah terlintas dalam benak Fellisa berbagai rencana yang akan dia lakukan di mall, pertama melihat lihat baju kemudian makan makan kemudian pulang.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan mulai berhenti di area mall, Agam segera memarkirkan mobilnya, kemudian membukakan pintu mobil untuk Fellisa, serasa mau berteriak Fellisa karena merasa senang.


"Ternyata Agam baik dan perhatian juga, " lirih Fellisa dalam hati.


"Turunlah, kita sudah sampai, "

__ADS_1


Agam bicara dengan sangat datar akan tetapi Fellisa tidak memperdulikan itu, hatinya sudah cukup senang, karena ternyata Agam masih memiliki perasaan dan sedikit perhatian.


"Iya, Trimakasih, "


Fellisa segera turun dari dalam mobil, kemudian menutup pintu mobil dengan sdikit kencang.


"Ayo, Aku sudah siap,


" Pergilah, "


Fellisa mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Agam.


"Apa maksud mu?


" Kenapa masih bertanya bukankah kamu mau ke Mall, pergilah Aku menunggu disini. "


"What..! dia nyuruh Aku pergi sendiri, benar-benar cowok egois, ternyata dia tidak mau menemaniku Agam cuma mau mengantarku saja, benar-benar keterlaluan kali ini Aku tidak akan diam saja, enak saja dia asal ngomong sesukanya.


" Apa maksdnya, apa kamu mau Aku masuk ke dalam mall sendiri? "


"Iya, memangnya kenapa bukan kah kamu mau ke mall, "


"Agam... kamu itu benar-benar cowok tidak punya hati, Aku sudah rela menemani mu mencari koran apa seperti ini balesan kamu, apa susahnya sih, menemani Aku masuk ke dalam, Aku ngak nyangka kamu benar-benar cowok egois, sudah balik pulang saja tidak usah ke mall segala !"Teriak Fellisa geram rasanya ingin menangis saja menghadapi pria yang begitu sangat menyebalkan.


"Baiklah, Ayo."


Melihat Fellisa tidak beranjak dari tempat nya berdiri kembali Agam berseru sambil menaikan alis bulu matanya yang tebal.


"Kenapa masih diam, Ayo?"


"Apa kamu serius mau menemaniku?"


"Sudah cepat, Ayo sini, "

__ADS_1


Wajah yang tadinya muram kini mulai berbinar senang, dengan cepat Fellisa melangkah mendekati Agam kemudian keduanya masuk ke dalam Mall.


__ADS_2