MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA

MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA
Bab. 25.MENGALAH


__ADS_3

Fellisa tidak menyangka jika ucapan nya tega membuat Agam berjalan cepat meninggalkan nya tanpa menunggu dirinya dan terpaksa Fellisa harus berlari sedikit kencang pasalnya langkah kaki Agam begitu cepat berjalan, bahkan hampir saja Agam kini menaiki lift eskalator, dengan terengah-engah Fellisa mengejar langkah kaki Agam.


"Bener bener cowok tidak berperasaan, masak Aku di tinggal sih, sungguh-sungguh menyebalkan." sungut Fellisa sambil mempercepat jalan nya, di sepanjang jalan Fellisa terus menggerutu dengan sikap Agam yang Aneh terkadang terlihat baik tapi tidak jarang juga terlihat sangat menjengkelkan.


Fellisa tidak memperdulikan beberapa orang yang memandangnya dengan tatapan mata penuh keheranan, mungkin mereka akan berpikiran negatif terhadap dirinya, yang mana berstatus seorang cewek tapi mengejar Cowok, sungguh pasti penilaian mereka sangat minus dan sangat memprihatinkan, akan tetapi hal itu tidak lagi Fellisa perdulikan, Fellisa menganggap masa bodoh itu semua.


"Bruuugh… !tubuh Fellisa tanpa sadar dan tanpa sengaja menabrak orang yang ada di depan nya.


" Ma-maaf, Aku tidak sengaja."ucap Fellisa kepada sosok pemuda yang baru saja film tabraknya dengan tanpa sengaja.


"Tidak apa-apa santai saja, ngomong ngomong ada apa ini, kenapa kamu berlari lari begini."


"Haiss sok akrab benar nih Cowok. " Gumam Fellisa dalam hati "Itu karena Aku mengejar si sombong itu,"ucap Fellisa dan tampak pemuda yang ada di depannya menatap bingung, sekilas pemuda itu mengedarkan matanya ke sekeliling tempat itu kemudian berbalik menatap kepada Fellisa dengan tatapan wajah heran.


"Siapa?Aku tidak melihat siapapun di sekitar sini lalu siapa yang sedang kau kejar. " tanya pemuda itu heran.


"Tentu saja orang masak, setan. "Sinis Fellisa merasa kesal, karena pemuda di depan nya seolah olah sedang menahan dirinya untuk segera pergi.


" Coba, kasih tau Aku yang mana orang nya? "


Fellisa segera menatap kedepan dan pandangan matanya tidak lagi dapat menemukan Agam di depan nya, hal itu membuat Fellisa mencebik kesal, hatinya betul-betul geram.

__ADS_1


"Busyet, benar-benar Agam cowok sombong itu tidak berperasaan, dia benar-benar meninggalkanku, awas saja jika Nanti sudah ketemu Aku akan buat dia minta maaf padaku kalau seperti ini kan jadinya Aku yang malu." gumam Fellisa dalam hati.


Dengan tersenyum kecut Fellisa segera berpamitan pada orang yang ada di depan nya.


*Maaf, saya permisi dulu," Ucap Fellisa kemudian yang mana tanpa menunggu jawaban langsung pergi berlari meninggalkan orang itu sendiri.


pemuda yang ada di depan Fellisa cuma bisa menggelengkan kepalanya. Sementara Fellisa yang sudah berlari akhirnya bisa melihat bayangan Agam yang sedang berdiri di depan tumpukkan Buku-buku, bibir Fellisa tersenyum ketika kedua bola matanya sudah melihat Agam, yang entah mengapa akhir-akhir ini begitu dia kejar rasanya ingin selalu dekat meskipun tidak tau apa dan mengapa bisa begitu mungkin semua terjadi karena perasaan bersalah yang pernah Fellisa lakukan.


"Agam, Aku kok ditinggal sih? "grutu Fellisa sambil mengerucutkan bibirnya.


Dengan Wajah datar Agam berucap dengan sangat santai.


" Untuk apa Aku harus menunggu jika kamu yang mau ikut itu artinya kamu sendiri kan yang harus jalan ngapain juga Aku tungguin memangnya kamu Anak kecil apa? "


" Tapi kan sudah sepakat pergi bersama apa salahnya jalan bareng begitu? "


" Aku mau mencari koran, sudah jangan berisik, terus," ucap Agam sambil membolak balik setiap tumpukan koran-koran yang terpajang di tempat itu.


Racelia menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, sesungguhnya hatinya sangat kesal tapi mau bagaimana lagi, menghadapi cowok yang Arogan dan sombong seperti dirinya.


"Sini ku bantu, koran yang bagaimana yang sedang kamu cari." tanya Fellisa mencoba untuk mengalah masih sambil ikut membolak balik koran yang ada di tumpukan di depan mereka.

__ADS_1


"Aku lagi mencari koran tahun 2010,"


"Busyet, buat apaan itu kan koran sudah lama banget dan pastinya akan sulit ada dan hanya keberuntungan yang akan membuat kita bisa menemukan koran lama, memangnya ada perlu apa sih kok mencari cari koran lama."


"Rahasia, kalau kamu mau bantu cukup carikan tapi kalau tidak mau cukup diam jangan beisik, kepalaku yang sudah pusing Nanti akan bertambah pusing." Crocos Agam yang mana langsung membuat Fellisa mendelik seketika.


"Sabar sabar mungkin yang ada di depan ku ini bukan manusia tapi manusia jadi jadian." Gumam Fellisa menyabarkan hatinya.


"Agam..! "


"hmmm."


Fellisa berjalan sangat dekat bahkan terlihat sengaja mendekatkan tubuhnya pada Agam jujur saja hal itu membuat Agam sedikit risih dan tidak suka.


"Jangan terlalu dekat tidak enak dilihat orang, " lirih Agam pada Fellisa.


Fellisa yang kecewa dan hanya dia simpan dalam hati, kini tangan halusnya mulai membuka buka tumpukan koran-koran yang ada di depan nya.


Pada awal nya Fellisa berpikir ketika pergi berdua akan membuat hubungan persahabatan mereka yang selama ini tidak baik, bisa menjadi lebih baik lagi tapi ternyata harapan tinggal harapan karena faktanya Agam tetaplah Agam, tetap Sombong, egois dan sok tampan.


"Anggap saja ini hari adalah hari yang apes baginya, sekarang belum bisa membuat Agam lumer tapi nanti Fellisa akan membuat laki-laki di depan nya bisa luber.

__ADS_1


Fellisa bertekad akan membuat pemuda yang ada di depannya bertekuk lutut kepadanya yang mana Bukan dirinya lagi yang akan mengejar ngejar tetapi Agam lah yang akan mengejar-ngejar dirinya dan untuk saat ini mungkin memang harus bersabar dan juga sedikit banyak Fellisa harus bisa mengalah demi mendapatkan sebuah keberhasilan dan kemenangan, Tidak ada salahnya untuk sementara mengalah karena Mengalah bukan berarti kalah.


__ADS_2