MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA

MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA
Bab. 23.WARUNG PINGGIR JALAN


__ADS_3

Perlahan lahan Agam turun dari mobil kemudian berjalan mendekati salah satu pedagang yang ada di pinggir jalan.


"Permisi Pak, Maaf mau tanya apakah masih ada koran lama keluaran 2010? "


"Wah itu koran sudah lama sekali Nak, tapi coba Bapak lihat dulu apa Bapak masih punya ataukah tidak. "


Dengan sangat santun Agam mengagukkan kepala. Tidak lama kemudian Bapak itu pun kembali menemui Agam yang masih berdiri di depan tumpukan buku buku yang terjajar dengan sangat rapi.


"Sudah Aku cari Nak, tapi seperti nya sudah tidak ada, apakah koran itu sangat penting? "


"Iya, Pak, sangat penting sekali. "


"Begini saja kamu bisa pergi ke musium perpustakaan yang ada di pusat kota, disana ada banyak sekali koran koran lama, "


"Terimakasih sarannya Pak, kalau begitu saya permisi dulu, "Agam bergegas kembali masuk ke dalam mobil yang mana Fellisa sudah menunggu.


" Aku mau ke pusat kota, Aku mau ke perpustakaan apa kamu masih mau ikut. "


"Tentu saja, bukan kah sudah ku bilang Aku hari ikut kamu jadi kemanapun kamu pergi Aku akan ikut. "


"Baiklah, kita pergi sekarang. "


Agam segera menggemudikan mobil dengan kecepatan rata-rata.


Hening, tidak ada satupun diantara mereka yang memulai percakapan di mana Agam merasa tidak memiliki bahan untuk suatu hal yang patut dibicarakan tujuannya kali ini Agam harus benar-benar mengetahui sejarah tentang kematian keluarnya yang mana Pasti sudah diberitakan di sebuah koran di tahun itu.

__ADS_1


Fellisa yang duduk di sebelahnya merasa sedikit resah dan bingung di mana dia sebenarnya ini meminta maaf kepada Agam atas kesalahan yang dia lakukan tempo hari di mana dia juga harus berterima kasih karena Agam telah menyelamatkan dan menolong dirinya akan tetapi Entah mengapa Sampai detik ini Fellisa mulutnya terkunci seolah-olah untuk mengucapkan terima kasih terasa sulitnya.


"Apa kamu lapar? "


Satu pertanyaan yang baru saja meluncur dari bibir Agam, tak terasa mampu membuat hati Fellisa merasa senang setidaknya pemuda dingin dan sombong itu masih ingat jika dia tidak sedang pergi sendiri.


"Tentu saja, kan sepulang sekolah belum ada yang Aku makan. "


"Baiklah, kita pergi makan dulu, "


Agam segera mengarahkan mobilnya ke sebuah warung yang ada di pinggir jalan periksa sedikit terkejut karena mobilnya berhenti di sebuah pedagang kaki lima.


"Kok berhenti? " protes Fellisa was was dia merasa sangat khawatir apabila akan benar-benar mengajaknya makan di warung yang ada di pinggir jalan.


"Kamu bilang lapar ya sudah Ayo kita makan, '


"Apakah Aku akan memberikan kamu pilihan, cepat turun jika tidak mau kelaparan, tapi jika mau kelaparan, diam dan tunggu saja disini biar Aku makan sendiri. "sinis Agam yang langsung turun dari dalam mobil dan berjalan mendekati Warung yang ada di pinggir jalan dengan tenda berwarna biru, meskipun bukan sebuah restoran akan tetapi pengunjung di warung itu cukup ramai terlihat beberapa kursi sudah penuh.


Fellisa yang melihat Agam sudah berjalan hampir mendekati Warung tenda yang ada di pinggir jalan dengan keras Fellisa berteriak.


" Agam, tunggu..!


Sebenarnya Agam tidak tuli dan telinga nya masih bisa mendengar dengan jelas teriakan Fellisa akan tetapi Agam sengaja mengacuhkan nya dan hal itu semakin membuat Fellisa kesal.


"Percuma berteriak Agam sok kecakepan itu pasti sengaja tidak mau memperdulikan Aku huuuff.. menyebalkan terpaksa Aku harus berlari sedikit biar cowok sombong itu bisa terkejar haiss.. ogah banget masuk Warung jelek itu sendirian."

__ADS_1


"Tuh cowok jalan cepat banget sih pasti sengaja dia, kenapa sih ngak pernah bisa baik sedikit saja,"


"Agam... tungguin dong..! teriak Fellisa untuk yang kesekian kalinya sambil berlari kecil.


Agam yang mendengarkan teriakan Fellisa hanya tersenyum kecil, tidak menjawab ataupun menoleh kebelakang, Agam hanya sedikit memperlambat jalan nya sehingga Fellisa bisa mengejar langkah kakinya.


Ketika Fellisa sudah bisa mensejajari langkah dari Agam.


"Sengaja ya, ngak mau nungguin Aku. biar Aku lari-lari begini? "


"Aku lapar dan celotehan kamu bisa membuat selesai makan Aku hilang jadi diamlah, kalau tidak suka jangan ikut. "


"Haiss, sombong sekali dia, itu artinya dia tidak ijinkan Aku bicara harus diam begitu, nyesal juga ikut cowok sombong ini. " gumam Fellisa yang pada akhirnya terpaksa diam dan tidak bicara apapun.


Dengan tenang Agam segera menarik satu kursi dan duduk dengan santai di antara banyak nya orang yang ada disana, sementara Fellisa dengan sangat canggung dan risih terpaksa duduk disamping Agam.


"Kamu, mau makan apa?


"Apa saja karena warung seperti ini paling yang ada juga makanan yang begitu begitu saja. "


Agam menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan mendengar celotehan gadis yang ada di samping nya.


"Kamu tunggu disini. "


"Hei kamu mau kemana Aku ikut, "

__ADS_1


"Pesan makanan lah, memangnya mau kemana lagi, sudah tunggu disini, tuh ada gorengan bisa kamu makan tuh! "


Fellisa hanya melengos mendengar perkataan dari Agam.


__ADS_2