
Agam yang sudah berkeyakinan untuk mencari orang yang telah menghancurkan keluarga nya kini dia mulai melakukan rencana rencana yang sudah Agam persiapkan.
Dengan menggunakan motor buntutnya Agam melajukan dengan kecepatan tinggi menuju ke Rumah Fellisa.
tidak menunggu lama akhirnya motor yang dikendarai Agam sudah tiba di depan rumah megah milik Felisha Di mana rumah itu terlihat sangat sepi dan legam mungkin penghuninya berada di dalam rumah agar segera memarkirkan motornya kemudian berjalan mendekati pintu dan membunyikan bel pintu rumah.
"Ting tong..!
" Ting tong..!
Cukup lama Agam berdiri di depan pintu rumah dengan membunyikan bel dan pintu rumah yang belum juga terbuka entah mungkin karena penghuninya tidak ada di rumah atau mungkin penghuninya berada di dalam rumah yang cukup jauh sehingga tidak mendengar ada bel rumah di yang berbunyi.
agak menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan akan berpikir mungkin tidak ada orang di dalam rumah sehingga dia membunyikan bel dua kali tidak ada respon sama sekali dan ketika akan berniat untuk melangkah pergi dan kembali ke rumahnya tiba-tiba pintu rumah dibuka dari dalam.
"Agam..! Ngapain lo kesini? "
Seorang gadis wajah cantik muncul membukakan pintu Dia sangat terkejut ketika mengetahui Siapa yang datang.
Agam hanya menyunggingkan sebuah senyuman ketika Gadis itu memberondong dengan beberapa pertanyaan yang mana Agam tidak sekalipun memberikan satu jawaban bahkan Agam justru bertanya kepada Fellisa.
"Apakah Aku boleh masuk? "
Farisa sedikit kesal karena pertanyaannya tidak dijawab oleh agama melainkan Agam justru Bertanya kepadanya tapi sebagai tuan rumah tentunya Felisha tidak akan menjadi tuan rumah yang kejam di mana dia akan mengabaikan tamunya untuk itu Balisa melakukan kepala ketika akan meminta izin untuk masuk ke dalam rumah.
"Boleh silakan masuk dan duduklah, "
tidak menunggu lama agar segera melangkah masuk ke dalam rumah seolah-olah rumah itu adalah rumahnya bahkan Agam tidak segan-segan memilih duduk di ruang tamu yang cukup strategis untuk tempat bersantai.
rumah Felisha sangat besar dan megah satu ruangan memiliki 3 ruang tamu yang mana masing-masing terbuka dan bisa terlihat dari luar sehingga siapapun tamu yang masuk bisa memilih tempat duduk di manapun dia suka sungguh suatu keadaan rumah yang sangat megah dan Pantas Di mana sudah bisa dipastikan penghuni dan pemilik dari rumah ini pastilah orang yang sangat kaya raya.
"Mau minum apa? "
meskipun sedikit kesal akan tetapi felisas menempatkan dirinya sebagai tuan rumah yang baik di mana Felisa memberikan tawaran kepada Agam untuk mendapatkan jamuan untuk itu Felisha memberikan pilihan kepada Agam dia ingin minum apa.
"Mau minum apa?
" keluarkan semua yang kamu punya,"
__ADS_1
Fellisa mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Agam yang menurut dirinya sangat menyebalkan.
Sambil mendengus kesal Fellisa masuk ke dalam dia berniat untuk membuat kan minuman untuk Agam.
"Kenapa Aku merasa tidak suka Agam datang ke Rumah ya? "
Fellisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Non Fellisa tumben ke dapur ada apa? adakah yang bisa Bibi bantu? "
"Iya Bi tolong buatkan satu minuman untuk temanku di luar, "
"Baik, Non, "
Fellisa segera keluar dari dapur kemudian kembali ke Ruang tamu, Fellisa sedikit terkejut karena Agam temannya tidak ada di ruang Tamu.
"Hei, kemana Agam kok dia gak ada sih, "
Fellisa yang sedikit panik karena Agam tidak ada di ruang tamu berpikir jika Agam sudah pulang makan Fellisa dengan cepat berjalan menuju ke luar pintu, tapi ketika Fellisa hendak membuka pintu keluar tanpa sadar Fellisa menoleh ke ruangan samping Fellisa melihat Agam sudah ada disana.
Fellisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
Dengan gerakan cepat Fellisa langsung menghampiri Agam yang kala itu sedang melihat liat ruangan yang ada di samping ruang tamu di mana di dalam ruangan itu terdapat banyak benda benda yang menjadi koleksi Papanya.
"Kau disini, ngapain? "
Agam menoleh ketika Fellisa menegur dirinya, tanpa merasa bersalah dan tidak juga terkejut Agam tersenyum kecut dan menjawab pertanyaan Fellisa dengan santai.
"Melihat lihat, kenapa, apa itu tidak boleh? "
"Tidak boleh ayo kembali duduk di ruang tamu jangan keluyuran di Rumah orang tanpa izin, "
Agam tersenyum miring mendengar perkataan sinis dari Fellisa, gadis aneh yang bila di luar sangat manis dan baik padanya sok perhatian tapi jika di dalam Rumah nya terlihat sangat dingin dan acuh.
"Aku tidak mencuri Aku cuma melihat lihat apa salahnya jika kanu takut ada satu barangmu yang akan hilang kamu boleh menjadi pengawas disitu, Aku belum selesai melihat lihat jadi tunggu aku selesaikan dulu, "
"Tidak bisa Agam, ayo keluar dari ruangan ini, "
__ADS_1
"Takut sekali emang kenapa sih, '
" Papa memberikan larangan pada semua untuk tidak masuk ke dalam ruangan ini, jadi ayo kita keluar, "
"Apa itu artinya kamu juga tidak tau isi dari ruangan ini, "
"Ya, ayo keluar, Nanti kalau Papa pulang dia bisa marah dan menghukum kita, "
"Takut sekali sih, sudah tenang saja kan Papamu tidak lagi ada di Rumah jadi kita bisa bebas iya kan? "
"Agam, sudah jangan banyak bertanya Bibik sudah membuat kan minuman untuk mu ayo kita keluar, " seru Fellisa dengan perasaan panik.
Agam smakin penasaran dan semakin berjalan menyusui lorong ruangan yang sangat unik dimana ruangan ini memiliki dua jalan yang masing-masing menujukan tempat yang berbeda. "
"Agam sudah ayo kembali, jangan masuk terus, "
"Apaan sih, Fell, cuma mau lihat lihat doang jangan pelit lah, "seru Agam yang tidak memperdulikan teriakan Fellisa.
"Aduh, bagaimana ini, kalau papa pulang dan tau bisa gawat kan sudah dilarang, itu Agam bikin masalah saja, "
"Non..!
" Iya, Bik, minuman teman Non sudah saya taruh di meja tapi mana teman Non kok tidak ada, oh ya Non tuan Baru saja telpon sepuluh menit lagi beliau akan sampai di rumah. "
"Apa? sepuluh menit lagi, sudah Bibikw pergi sana,"
"Tapi, Non ingat kan kita tidak boleh masuk ke dalam ruangan ini, "
"Iya, iya, cepat bibik pergi, "
Setelah Bibik sang pembantu pergi Fellisa segera berlari masuk ke dalam dan ketika sudah bertemu dengan Agam, Fellisa langsung menarik tangan Agam.
"Ayo, kita keluar Papa akan datang, "
"Tapi Fell ini nanggung aku cuma mau lihat, ____
" Sudah, Ayo, "
__ADS_1
Tanpa memberikan kesempatan apapun fellisa dengan sekuat tenaga menarik Agam untuk keluar, Agam yang menolak tapi mau tidak mau harus mendengar kan apa yang fellisa katakan, Agam melihat Fellisa sangat ketakutan, untuk itu Agam mau mengalah dengan ikut keluar dari dalam ruangan dan dari sini Agam semakin yakin jika ada sesuatu yang anehh di dalam sana, terbukti Tidak di ijinkan siapa pun masuk ke dalam ruangan itu dan hal itu semakin membuat Agam penasaran.
"Pasti ada Rahasia di dalam ruangan itu dan Aku akan mencari tau dengan caraku untuk kali ini Aku ikuti saja kemauan fellisa dia terlihat sangat panik dan ketakutan, "