
Fellisa terus bermonolog sendiri sibuk dengan lamunan dan hsyalannya sendiri, hingga tanpa disadari Fellisa Agama diam diam memperhatikan nya.
"Lagi memikirkan apa kamu kelihatan nya menarik? "
Fellisa sedikit terkejut karena dia tidak menyangka jika ternyata Agam memperhatikan dirinya.
Fellisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Tidak ada, kenapa kamu terlihat Aneh begitu, memangnya mau memikirkan apa?
Agam tersenyum muring.
" Siapa tau kamu lagi memikirkan diriku dan merencanakan sesuatu tentang aku karena sepertinya kamu sangat terobsesi sekali denganku, Aku juga heran mengapa kamu memilih ikut pulang bersamaku Bahkan kamu mau menemani aku untuk pergi ke tempat yang sangat membosankan seperti ini, apalagi kalau tidak ada rencana lain yang sudah kamu rencanakan."
Fellisa mendelik mendengar perkataan Agam yang sangat menyakitkan meskipun jika harus jujur dan mengakui apa yang dikatakan Agam semuanya tidak salah karena memang sesungguhnya Felisha sendiri memiliki rencana agar dia bisa lebih dekat dengan Agam, meskipun Fellisa sendiri tidak tahu mengapa dia begitu ingin selalu dekat dengan Agam, Fellisa hanya memahami jika bersama dengan Agam hatinya merasa senang dan tenang,
__ADS_1
"Tidak perlu melotot begitu, cepat bantu mencari koran 2010 Agar kita cepat keluar dari tempat ini, sungguh Aku juga sudah bosan dekat dekat dengan mu, "
"Cuih, sombongnya kembali kambuh ini cowok, " gumam Fellisa yang memilih diam dan tidak banyak bicara.
Fellisa merasa sangat kesal dan sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Agam di mana Agam menganggap dirinya begitu rendah dan begitu tidak menghargainya.
Andai bukan suatu perasaan bersalah dan rasa ingin berterima kasih karena telah menolong dirinya, Felisa mungkin juga tidak Sudi dan tidak ingin selalu dekat dengan cowok sombong yang merasa paling tampan dan yakin jika dirinya memang sangat menyukai Agam.
Tanpa bicara apapun Fellisa segera mencari koran 2010, karena Felisha sendiri juga sudah merasa sangat sesak dan kesal berada di dekat Agam yang sombong dan sok kecakepan, Fellisa ingin segera pulang dan istirahat karena Felisa merasa pikirannya kiri sedang capek dan lelah, perkataan Agam benar-benar membuat dirinya sakit hati.
Di ambil dan di bolak-balik nya koran tahun 2010, sebelum koran itu dia serahkan pada Agam.
"Jujur Fellisa merasa sangat penasaran Apa yang membuat Agam begitu ingin memiliki dan ingin menemukan koran tahun 2010 di mana koran itu benar-benar sudah sangat lama dan usang bahkan terlihat koran itu tidak ada sesuatupun yang istimewa, bahkan di dalam koran itu tidak ada hal-hal yang membuat Felisha merasa curiga dan menemukan sesuatu yang sepesial disana.
"Apa yang membuat Agam begitu tertarik dengan koran bekas ini, di dalam koran ini tidak ada sesuatu apapun, " desis Fellisa dalam hati.
__ADS_1
karena merasa tidak menemukan sesuatu apapun yang mencurigakan bahkan sesuatu yang bisa membuat dirinya yakin bahwa hal itu penting untuk diketahui dan dicari oleh Agam ya begitu antusias dan begitu mengincar koran 2010.
Fellisa mmemutuskan akan segera memberikan koran 2010 kepada Agam agar kehadiran dirinya di perpustakaan yang sangat membosankan yang mana terjebak juga bersama dengan Agam akan segera berakhir, di mana setelah ini Agam akan mengajak dirinya untuk pulang dan Felisa tidak akan lagi mendengar hinaan yang membuat dirinya betul-betul sakit hati dan kecewa dengan sikap Agam yang tidak menghargai perasaannya.
"Ini, koran yang kamu cari Aku sudah menemukan nya," ucap Fellisa membuka percakapan.
Agam mengernyitkan dahinya dengan tatapan tidak percaya, bagaimana mungkin gadis yang di nilai Agam sangat baru baru bisa menemukan koran 2010 dengan sangat cepat, sementara dirinya yang sudah mencari belum juga menemukan.
"Apa kau yakin itu koran 2010, Jangan-jangan kamu salah lihat, jangan berikan dulu padaku tapi priksalah lebih dulu, " ucap Agam memberikan perintah pada Fellisa.
Secara tidak langsung Agam telah meragukan, apa yang sudah dikatakan oleh Fellisa, sesuatu yang sangat menyakitkan dimana suatu kejujuran dianggap kebohongan.
Dengan sangat terpaksa Fellisa akhirnya kembali membuka koran dan meneliti nya kembali. Beberapa menit kemudian.
"koran nya sudah Aku cek dan semuanya benar." ucapan Fellisa dengan kembali menyodorkan koran yang dia pegang.
__ADS_1
Kali ini Agam tanpa banyak bicara menerima uluran koran yang diberikan Fellisa kepada nya dan dengan cepat Agam memeriksa karena Agam masih tidak bisa percaya begitu saja jika gadis yang ada di depan nya lebih dulu berhasil mendapatkan koran tahun 2010 jika dibandingkan dengan dirinya.