MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA

MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA
Bab. 28.MAKAN DI KFC


__ADS_3

Perasaan yang tadinya sangat sedih dan kecewa kini sudah berubah menjadi sangat senang dan bahagia pada akhirnya Agam mau mengalah dan mau menemani dirinya pergi ke mall.


Cukup lama Agam dan Fellisa berkeliling di sekitaran mall yang mana keduanya asik melihat-lihat dan membeli beberapa makanan kecil ataupun buah untuk mereka bawa pulang.


"Apa sudah cukup? "


Fellisa mengagguk, hatinya terasa sejuk ketika Agam mau perduli padanya, padahal yang dilakukan Agam adalah suatu perhatian yang sangat kecil dan ringan akan tetapi maknanya begitu sangat menyenangkan dan membuat hati Felisa tentram.


"Kita makan dulu yuk, "


"Apa kamu sudah lapar, bukankah kita berada di perpustakaan Hanya dua jam saja Apakah secepat ini kamu merasa lapar, "tanya Agam pada Fellisa di mana Fellisa hanya nyengir kuda.


Melihat senyum Fellisa yang sedang nyengir kuda diam-diam membuat Agama merasa gemas bibir gadis yang ada di dekatnya terlihat sangat lucu.


" Aku bertanya padamu, mengapa kamu cuma tersenyum, apa iya kamu secepat ini sudah lapar? "


"Tidak, Aku sebenarnya tidak lapar, tapi Aku ingin makan disini, tadi kan makan di warung pinggir jalan Aku mau makan KFC, tapi jika kamu tidak mau tidak apa-apa Aku sudah senang dan bersyukur kamu mau menemani Aku jalan jalan di Mall untuk beli sesuatu yang pasti nya kamu anggap tidak penting. "


Agam meneguk ludahnya mendengar perkataan dari gadis yang ada di samping nya.


Perlahan-lahan Agam menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Mungkin Aku sudah bersikap begitu kasar pada gadis ini sehingga dia bisa tau jika Aku tidak terlalu suka di ajak. "Gumam Agam dalam hati.


" Baiklah, Ayo Aku temani, "

__ADS_1


Wajah Fellisa yang tadinya biasa saja ketika mendengar perkataan Agam, sontak saja kedua bola matanya membuat seketika.


"Mengapa menatap ku begitu, ayo katanya ingin makan di KFC. "


"Apa kamu serius mau mengantarku maksudku mau menemaniku, "


"Apakah tampangku seperti seorang pembohong? "


"Ah, tidak, "


"Ya, sudah tunggu apa lagi, "


"Iya, Ayo!


Sangat terlihat jelas jika wajah Fellisa sangat bahagia dan senang Fellisa benar-benar tidak menyangka Jika Agam kali ini mau menemani dirinya untuk makan di KFC sementara beberapa jam yang lalu dan berapa detik yang lalu sikap Agam begitu dingin dan begitu menjengkelkan akan tetapi Kali ini Fellisa dapat dibuat tidak percaya dengan sikap Agam yang so sweet.


Sampai di restoran KFC Fellisa segera memesan makanan untuknya dan Agam. Kurang lebih satu jam lamanya Felisa dan Agam nikmati makan sore yang mereka pesan Agam yang tidak terlalu suka dengan makanan ayam goreng hanya makan beberapa potong saja sementara Agam lebih menghabiskan waktu dengan membuka koran yang dia ambil dari perpustakaan.


"Disini tidak ada titik terang yang bisa membuat Aku bisa mengerti tentang peristiwa tahun 2010 yang lalu, Apakah berita pembunuhan waktu itu tidak tertulis di surat kabar, ataukah berita pembunuhan tahun lalu tidak diliput oleh para wartawan, itu artinya kejahatan yang dilakukan di tahun 2010 pelakunya memang masih bisa berkeliaran itu artinya pelakunya belum tertangkap dan belum mendapatkan hukuman sama sekali. "


Agam menarik napas berat hatinya betul-betul merasa sangat kalut dan bingung bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi di keluarganya, Haruskah peristiwa mengerikan di waktu lalu terkubur dalam-dalam tanpa pelakunya mendapatkan hukuman.


Agam menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat, Fellisa yang tanpa sadar melihat Agam yang sedang menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat mengeryitkan dahinya, Fellisa sedikit heran dengan sikap Agam yang terlihat sangat aneh terlihat jelas di wajahnya segurat kekecewaan dan juga kemarahan.


"Tidak, pelakunya tidak boleh lepas dia harus bisa ditangkap, apa yang telah dilakukannya harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, Aku mau pelakunya segera ditangkap dan mendapatkan hukuman, Aku tidak boleh menyerah pasti ada jalan agar Aku bisa mendapatkan bukti yang kuat atas kejahatan pelaku berdarah dingin itu, Aku masih ingat dia memakai gelang perak dengan tanda bintang di tengah nya."

__ADS_1


Agam terus bermonolog sendiri di dalam hati sementara tanpa sepengetahuan Agam Diam-diam Fellisa memperhatikan Agam yang terlihat sangat resah.


"Agam, Aku sudah selesai Ayo kita pulang, "


Perkataan Fellisa yang lembut dan pelan akan tetapi masih bisa terdengar membuat Agam tersentak dari lamunannya.


"Oh, iya Apa kamu sudah kenyang?


" iya, sudah tapi Aku tidak tau apakah kamu juga sudah merasakan kenyang, Aku lihat kamu cuma makan sedikit. "


"Hahaha, Aku kan masih kenyang bukan kah siang tadi kita juga baru makan, "


"Aih.. aih, ini cowok benar-benar pintar, di satu sisi dia terlihat begitu resah dan sepertinya ada sesuatu yang serius yang sedang dia pikirkan, akan tetapi ketika di ajak bicara, sesuatu itu seolah olah tidak ada, pandai sekali pemuda ini menyimpan perasaan hatinya. "puji Fellisa dalam hati.


Karena Agam seolah olah tidak ada sesuatu apapun maka Fellisa pun bersikap seolah olah tidak tau dengan keresahan yang Agam rasakan.


" Baiklah, kita pulang kalau begitu, tunggu Aku bayar dulu, "


Fellisa segera bangkit dari tempat dudunya dan melambaikan tangan pada sang pelayan Restoran cafe dan dalam sekejap datangkah sang pelayan menghampiri mereka.


Ketika pelayan itu menunjukkan bill dari harga yang harus dibayar dan ketika Fellisa hendak menyerahkan uang kepada sang pelayan, Agam menahan tangan Fellisa.


"Biar, Aku yang bayar, ini mbak ambil kembaliannya. "


Fellisa dibuat melongo dengan sikap Agam yang tiba-tiba super baik dan perhatian, Diam-diam Fellisa semakin tertarik pada Agam.

__ADS_1


__ADS_2