MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA

MISTERI KEMATIAN KELUARGA ADMAJA
Bab. 32.Terkejut


__ADS_3

Meskipun dengan berat hati akhirnya akan mengikuti langkah kaki dari Elisa yang menariknya ke luar ruangan bagi pundinya sangat yakin di dalam ruangan itu terdapat suatu rahasia yang sangat membantu dirinya dalam mencari bukti tentang kematian keluarganya


resep penasaran yang ada dalam diri akan membuat dirinya masih bersikeras ingin masuk ke dalam akan tetapi akan harus menggunakan sebuah ide dan akal-akal Farisa tidak mengetahui keberadaannya atau tidak mengetahui niat Dari dirinya yang sesungguhnya.


Sambil tersenyum Agam mulai duduk manis dan meminum jus buatan pembantu dari Fellisa.


Agan dan pikiran Agam yang masih penasaran dan tertuju pada Ruangan yang ada di dalam sana dimana Fellisa melarangnya.


"Fellisa, Aku pinjam buku kamu yang materinya di berikan kemarin, Aku lupa tujuan ku kesinii kan mau pinjam buku itu, "


"Oh, baiklah tapi habis ini pulang ya ?


" Ok , '


Fellisa segera masuk kedalam kamar untuk menggambil bukunya dan sempatan itu Agam gunakan untuk segera berlari ke sebuah ruangan yang dilarang Fellisa.


Berjalan dengan penuh kewaspadaan dan penuh dengan hati-hati.


Agam mulai meneliti semua yang ada di dalam ruangan itu, awalnya semua normal dan tidak ada yang mencurigakan akan tetapi setelah Agam melihat satu buah Arloji yang bentuknya sangat antik dan Agam mulai membolak balikan melihat lihat karena entah mengapa Arloji itu seakan tidak asing lagi baginya.


Ketika Agam sibuk melihat lihat dan memperhatikan Arloji tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar, buru-buru Agam memasukkan Arloji kedalam sakunya Agam penasaran untuk itu Agam dalam hati berniat untuk meminjam Arloji untuk sementara dia bawa Nanti akan dia kembalikan.

__ADS_1


Agam yang hafal dengan suara di luar yang membuat Fellisaa sangat ketakutan segera keluar dari ruangan itu meskipun Agam merasa sangat yakin jika di dalam ruangan itu masih akan ada satu rahasia yang bisa ditemukan dan dia jadikan sebagai petunjuk tentang misteri kematian dari keluarganya yang mana Agam sendiri sangat yakin jika yang menjadi dalang dari pembunuhan keluarganya adalah Ayah dari Fellisa untuk itu untuk menghindari kecurigaan dan sesuatu hal yang akan membuat Agam terjebak dalam suatu masalah yang pastinya sangat rumit dan membuat Ibu pengasuhnya khawatir Agam segera keluar dari tempat itu.


Apa yang dikhawatirkan Agam ternyata benar di mana di tempat itu ternyata Felisha sudah sangat ketakutan dan kebingungan mencari keberadaan Agam yang dia yakini masuk ke dalam sebuah Ruangan Rahasia yang mana ayahnya sudah melarangnya sejak Fellisa masih kecil.


berpura-pura tidak tahu dan tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi pada diri Felisa agam bertanya dengan santainya.


"Ada apa, Mengapa kamu berteriak..?


" Kamu ini kemana Papa sudah mau pulang, cepat kau pergi, "


"Baiklah jangan kau khawatir dan takut toh Papamu masih dakt perjalanan kan, teriakan kamu bikin Aku khawatir saja Aku kira ada apa?


" Agam Aku itu serius kamu jangan main-main, kamu tidak pernah mengetahui bagaimana sikap dan sifat dari ayahku yang sebenarnya dia sangat galak dan sangat kasar pada siapapun yang membantah dan juga siapapun yang sudah berani memasuki ruangan yang Dia larang aku tahu kamu tadi pergi ke sana dan aku tahu kamu sedang mencari sesuatu yang aku sendiri tidak mengerti tapi tolonglah kamu cepat pergi dari rumah ini sebelum terjadi sesuatu yang buruk padamu Aku tidak ingin kamu mengalami suatu nasib yang buruk untuk itu Pergilah sebelum papaku datang. "


Agam yang menatap cemas dan takut dari wajah Felisha Agam mulai mengikuti dan menerima saran darinya yaitu untuk segera pergi dari rumah Felisha, gadis yang ada di depannya yang juga temannya terlihat jelas sangat ketakutan untuk itu Agam tidak ingin menambah ketakutan dari Gadis itu sehingga Agam memilih untuk pergi.


"Baiklah Aku pulang dulu, "


"Ya hati-hati Aku mau masuk kamar pura-pura tidur, "


Agam terkekeh mendengar perkataan Fellisa baru kali ini rasanya dirinya tidak memiliki rasa kesal pada gadis yang biasanya sangat menyebalkan dirinya.

__ADS_1


Agam segera berjalan menuju ke pintu dan ketika pintu rumah dibuka Dan di saat Fellisa sudah berlari masuk ke dalam kamarnya Agam berjalan cepat menuju ke luar halaman dan ketika sampai didepan sebuah pintu gerbang Agam sangat terkejut karena sudah berdiri Papa Fellisa dengan dua orang bodyguard dibelakangnya.


Agam berusaha tenang sambil menyunggingkan senyuman.


"Selamat sore Om, "


tidak ada jawaban dari Papa Felisha akan tetapi Bapak Felisha memerintahkan kepada dua body krat yang ada di belakangnya untuk membawa agama masuk ke dalam mobil Hal itu membuat Agan sedikit terkejut dan heran karena tiba-tiba dirinya harus ditarik paksa masuk ke dalam mobil.


"Bawa dia masuk..!


" Siap Bos, "


"Om ada apa ini kenapa Om membawaku, "


"Simpan pertanyaanmu itu untuk Nanti anak muda Karena Nanti kamu juga akan tau. "


Saat mobil yang tadinya hendak masuk ke dalam rumah berputar balik menembus jalan dengan kecepatan yang cukup tinggi Agam semakin panik dan gelisah karena dia yakin jika Papa Felisha akan memiliki sebuah niatan yang buruk pada dirinya akan tetapi Agam yang sudah bersiap dengan segala resiko akan menghadapi semuanya dengan segala kemampuan dirinya yang ada, untuk itu Agam mempersiapkan hatinya tidak takut menghadapi Apa yang akan terjadi kedepannya nanti Karena dia yakin inilah pintu utama akan terkuaknya sebuah rahasia besar tentang kematian keluarganya.


_______________


_______Tamat_______

__ADS_1


lanjut di season ke dua.


__ADS_2