
Tidak lama menunggu akhirnya Agam kembali dengan membawa minuman segar teh botol sosro, minuman yang sangat digemari oleh beberapa pengunjung jalanan yang singgah di warung Tenda Biru.
"Minumlah ini segar. "
"Aku mau jus Alpukat saja itu lebih bergizi dan sehat dari pada minuman kaleng begini."
"Hahaha, kamu bercanda apa? mana ada jus Alpukat disini ini Warung pinggir jalan bukan Restoran yang ada cuma minuman begini atau teh kotak itu ada, "
"Tidak mau itu bukan minuman sehat, lebih baik Aku minum Air putih saja."
"Baiklah, biar Aku minum sendiri. "
Tidak menunggu lama pesanan mereka akhirnya datang, Fellisa mendelik melihat pesanan yang terhidang.
"Ini Makanan apaan hitam becek begini, iiih, ogah Aku ngak mau makan."
"Kamu ini bagaimana Sih, kamu bilang apapun yang Aku pesan dan minta sama, sudah makan awas kalau tidak dimakan ini beli pakai uang bukan pakai daun jadi jangan siapa siakan mubazir Nanti, Sudah makan ini Namanya Rujak cingur dan di makan sama krupuk begini ini Nikmat, cobalah, "
"Tidak mau geli ah begitu hitam kecoklatan dan gak usah khawatir Aku ganti ini Nanti kerugian kamu tapi Aku ngak mau makan, hiii. "
Fellisa bergidik melihat bentuk makanan yang begitu buruk di depan nya.
"Ini bukan masalah uang, tapi makanan ini akan menjadi mubazir karena kamu sia siakan, Aku tidak mau tau cepat makan. "
"Haiss, maksa sudah ku bilang geli ogah Aku, "
"Nona ini hanya kelihatan nya saja yang menjijikkan tapi rasanya sungguh sangat enak lebih enak dari makanan RestoranRestoran cobalah, "
"Diiih, rayuan si cowok sombong manis juga, diam diam hati Fellisa merasa sangat senang dan nyaman, mendapatkan rayuan seperti itu dan entah mengapa tiba-tiba dirinya mau menuruti keinginan dari Agama, Perlahan-lahan Fellisa mulai menyuapkan satu sendok makanan rujak cingur yang ada di depan nya dan ketika makanan itu masuk kedalam mulut Fellisa dan rasa bumbu kacangnya menyeruak masuk kedalam mulut nya sensasi rasa Nikmat itu ternyata ada dan benar sekali rasanya Enak.
"Ini Enak, " ucap Fellisa tanpa sadar memuji makanan yang ada di depan nya tanpa menatap pada Agam.
__ADS_1
Mendengar pujian dari Fellisa Agam mengulum senyum.
"Tapi, ini sedikit pedes ya, enak tapi pedes. "
"Ini minum, "
"Itu minuman tidak sehat Air putih saja, "
"Ya, sudah tunggu sebentar. "
Agam bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke tempat di mana berjajar air mineral Agam segera mengambil satu botol air mineral dan diberikannya kepada Fellisa.
"Minumlah,"
"Ini Cabe berapa pedes amat, "
. "Cuma satu doang, masak pedes, '
"Tidak apa apa Nanti pedesnya lama-lama juga hilang, makanya minum ini entar pedesnya gak terasa sapa bilang tidak sehat ini sehat asal tidak sering sering. '
Dengan ragu-ragu akhirnya Fellisa menerima minuman teh botol sosro dan ketika minuman itu masuk ke dalam kerongkongan nya Fellisa bisa merasakan segarnya dan benar saja pedas yang ada di mulutnya menjadi hilang dan tanpa ragu-ragu lagi Fellisa segera menghabiskan makanan rujak cingur nya dan tidak terasa Fellisa melahap habis rujak cingur miliknya bahkan tidak tersisa bumbu kacang sedikit pun bersih. "
"Sudah habis, " cicit Fellisa sambil menyodorkan piring kosong nya sambil meneguk minuman teh botol sosro.
Agam tersenyum puas karena makanan Rujak cingur nya telah habis, setelah menyerahkan uang kepada sang pemilik Warung Agam mengajak Fellisa untuk kembali masuk kedalam mobil.
"Ini Aku ke pusat kota ketempat perpustakaan terbesar di kota ini, apa kamu yakin masih ingin ikut, "
"Aku kan sudah bilang hari ini Aku ikut kemanapun kamu pergi, "
Agam menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
__ADS_1
"Nanti kau akan merasa jenuh disana. "
"Tidak, masalah banyak buku kan bisa buat ngilangin kejemuhan. "
"Baiklah, tapi ingat Aku tidak akan pulang sebelum apa yang Aku cari Aku dapat kan jadi Aku harap kamu tidak sembarangan mengajak ku pulang. "
"Aku tau jangan khawatir. "
Mendapatkan kepastian jawaban dari Fellisa Agam segera melajukan mobilnya menuju pusat kota. Dengan kecepatan rata-rata Agam mengemudikan mobilnya hingga kurang lebih satu jam perjalanan Agam dan Fellisa baru sampai di pusat kota library yang ada di kota itu.
Setelah memikirkan mobilnya Agam mengajak Fellisa untuk masuk ke dalam perpustakaan dimana kalau itu perpustakaan terlihat begitu ramai pengunjung mungkin karena hari sudah siang dan akan memasuki waktu sore, untuk itu banyak yang sengaja menghabiskan waktu dengan duduk dan nongkrong di perpustakaan meskipun itu benar benar membaca.
Fellisa menatap ke sekeliling orang yang datang semua berpakaian santai dan rapi sementara dirinya dan Agam datang dengan menggunakan baju seragam sekolah.
"Agam, tunggu kita pergi ke mall sebentar yuk, " ajak Fellisa membuat langkah kaki Agam terhenti.
"Kamu masih lapar atau mau shoping? '
" Kenapa bertanya nya ngeri begitu sih, "
"Habis nya kamu ada ada saja sudah ayo masuk kalau kamu tidak mau biar Aku masuk sendiri. "
Tanpa menunggu jawaban dari Fellisa Agam kembali melangkah akan tetapi tangan Fellisa dengan cepat meraih tangan Agam.
"Tunggu..! "
"Apaan, sih lepasin jangan aneh aneh kamu, "
"Idih, kumat lagi sombong dan sok cakepnya, " begini lho Aku mau beli baju, malu masak kita pakai baju seragam sekolah begini apa kata mereka Nanti. "
"Untuk apa memikirkan mereka sekarang terserah kamu, kalau mau pergi silakan kalau mau ikut Ayo," ucap Agam tanpa menunggu jawaban dari Fellisa Agam sudah melangkah pergi.
__ADS_1