
Fellisa sungguh tidak menyangka jika Agam bersedia membayar makanan mereka, meskipun sesungguhnya Agam tidak ikut makan, Agam hanya mencicipi beberapa potong saja.
Diam-diam perasaan senang dan suka mulai timbul kembali kepada Agam yang mana Fellisa yakin dibalik sikap Agam yang sangat dingin dan acuh sesungguhnya Agam adalah pemuda yang baik dan penuh tanggung jawab serta perhatian terhadap sesamanya,
Tanpa sadar Fellisa menatap tidak berkedip pada Agam yang sedang sibuk memberikan uang kepada pelayanan Restoran.
"Hei, ayo pulang kenapa masih berdiri disitu dengan menatapku begitu, "
Ketahuan jika dirinya sedang menatap Agam buru-buru Fellisa memalingkan wajahnya dan dengan gugup mengaggukan kepala.
Fellisa dan Agam segera keluar dari dalam Restoran kemudian kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang. Kala itu Jalanan sudah terlihat sangat ramai karena hari sudah menjelang sore dan sebentar lagi akan petang Agam segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Fellisa.
Di dalam perjalanan pulang kali ini Agam dan Fellisa tidak lagi banyak bicara Fellisa tidak seperti awal-awal ketika pergi bersama Agam kini Fellisa memilih banyak diam bahkan sesekali Fellisa mencuri pandang ketika Agam sedang sibuk melajukan mobilnya.
Tidak lama kemudian mobil Agam sampai di depan halaman rumah Fellisa, Agam segera turun dari dalam mobil kemudian menyerahkan kunci mobil kepada Fellisa sebelum Agam pergi tidak lupa Agam mengucapkan terima kasih karena hari ini Fellisa telah mengantar Agam untuk mencari koran dan juga sabar menemaninya.
Mendengar perkataan Agam hati Fellisa seperti air yang sudah cair.
"Aku pulang dulu trimakasih ya suda membantu dan menemani. "
"Iya, sama sama. "
ketika akan hendak melangkah meninggalkan halaman rumah Felisha dengan cepat Felisha berteriak memanggil Agam untuk berhenti.
"Agam, tunggu..!
__ADS_1
Agam segera menghentikan langkah kakinya.
" Ada apa?
"Ini bawa mobil ini pulang dari pada Naik taksi, besok baru kamu kembalikan ketika kamu masuk sekolah jadi untuk saat ini kamu bawa saja mobil ini. "
"Tidak usah Fellisa, biar aku naik taksi aja tidak masalah lagi pula aku punya ongkos untuk naik taksi lagi pula juga Aku capek kalau harus mengemudikan mobil lagi.
" Apa mau aku Antar?
"Tidak usah, trimakasih Aku pulang dulu, "
Dengan cepat Agam pergi meninggalkan halaman rumah Fellisa.
Di dalam Rumah ibu Agam sangat cemas karena sampai menjelang malam Agam belum juga pulang.
Sungguh hati ibu Agam merasa sangat cemas karena bagaimanapun juga Agam memiliki dendam yang amat sangat terhadap orang-orang yang telah membuat keluarganya Tiada.
Di dalam keresahannya menunggu kedatangan dari Agam akhirnya ibu Agam bernafas dengan lega karena pintu depan mulai diketuk orang Dan ibu Agam yakin jika yang menutup pintu adalah Agam.
dengan perasaan senang dan Haru Ibu Agam bergegas membukakan pintu dan ketika pintu sudah terbuka apa yang diduga Ibu telah pulang
" kamu dari mana saja Nak Kenapa jam segini baru pulang Apa kamu tahu kamu telah membuat Ibu menjadi sangat cemas dan khawatir Cepatlah masuk kemudian cuci muka dan beristirahatlah.
"Maaf Bu , Agam tidak memberitahu ibu jika Agam hari ini pulang sedikit terlambat, "
__ADS_1
"Sudah tidak apa-apa Nak, sekarang cepat mandi kemudian makan, "
"Agam sudah Makan, Bu, "
"Baiklah, kalau begitu pergilah mandi kemudian temui Ibu di Ruang tamu, ada yang ingin Ibu bicarakan. "
"Baik, Bu,"
Agam bergegas masuk ke dalam kamarnya, kurang lebih 20 menit Agam melakukan ritual mandi setelah semua selesai dengan wajah yang segar dan juga baju yang sudah berganti bersih Agam segera keluar dari dalam kamarnya kemudian menemui sang ibu diruang tamu.
Melihat kehadiran putranya ibu akan segera bangkit berdiri kemudian membimbing Agam untuk duduk di kursi sofa.
"Ada apa Bu? " sepertinya penting sekali sampai-sampai Ibu mengajak Agam untuk duduk biasanya Tidak seperti ini ada apa Bu? apakah ada masalah dengan langganan ibu, apakah mereka ada yang menyakiti ibu atau ada di antara mereka yang tidak membayar baju jahitan ibu? "
"Tidak, semua pelanggan Ibu sangat baik dan ramah bahkan hari ini ibu juga mendapatkan uang tambahan dari baju yang akan Ibu Jahit, karena ibu mengambilnya sendiri dikarenakan ibu yang ingin menjahitkan baju tidak sempat mengantar untuk itu ibu datang sendiri untuk mengambil dan ibu mendapatkan uang tambahan dari itu, jadi tidak ada masalah dengan kerjaan ibu, sebenarnya ibu hanya ingin mengetahui Kenapa kamu pulang sampai malam ke mana kamu selama beberapa jam ini, jangan katakan kamu sedang menyelidiki dan mencari informasi tentang kematian keluargamu, karena Ibu tidak ingin kamu mendapatkan masalah dan juga berurusan dengan hal-hal yang sangat membahayakan ibu tidak ingin hal itu terjadi padamu, kita sudah hidup damai tenang dan tentram jangan lagi mencari masalah. "
"IBu tidak perlu khawatir, Aku akan berhati-hati, Agam itu sudah besar bu, Agam sudah bisa menjaga diri Ibu tidak perlu mengkhawatirkan Agam karena bagaimanapun juga Agam tidak menginginkan orang yang telah membuat keluarga Agam hancur masih bisa berkeliaran dengan bebas, Agam ingin orang itu mendapatkan hukuman dan juga menderita seperti apa yang Agam alami, Agam tidak ingin membiarkan orang itu lepas lagi."
"Tapi, Nak..
" Tenanglah Ibu, Agam akan baik-baik saja, Ibu tidak perlu mencemaskan Agam, yang Agam inginkan dan minta dari ibu hanya satu, doakan Agam dan dukung lah apa yang akan Agam lakukan kita harus bisa mengungkap kejahatan itu ibu, kita tidak boleh membiarkan kejahatan itu terus Terpendam tanpa mereka bertanggung jawab atas perbuatannya, tolong Ibu mendukung apa yang Agam lakukan. "
tampak sang Ibu menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian dengan sangat perlahan-lahan Ibu Agam menepuk-nepuk bahu Agam kemudian menganggukkan kepala.
"Baiklah, Ibu Akan mendukung mu, "
__ADS_1
"Trimakasih, Bu! seru Agam dengan perasaan harus yang mana Agam langsung memeluk sang Ibu angkat yang telah dari kecil mengasuh nya.