
Ch.11
Setelah tara mendengar celotehan dari luci yang membuatnya merasa kesal, setelah sarapan di berlatih dengan leonhard dan erik. Hari ini ayah tidak ikut melatih tara karena ada panggilan kerja. Tara menyuruh luci untuk diam di bawah pohon sampai latihannya selesai sebagai hukuman. Dan benar saja, luci menuruti tara dan diam bagaikan patung di bawah pohon.
Latihan kali ini adalah pelatihan fisik. Leonhard yang merupakan seorang kesatria membimbing langsung latihan tara. Erik kini bertugas menyaksikan dan jika dibutuhkan saja erik akan turun tangan.
Latihan pertama, leonhard menyuruh tara untuk berlari dua putaran. Leonhard sebelumnya sudah mengukur tingkat kekuatan tara di latihan kemarin. Tara berlari dua putaran secepat yang dia bisa.
Putara pertama dilalui tara dengan sa~ngat lancar. Di putaran kedua dia juga melakukannya dengan baik, namun saat leonhard memerintahkannya untuk berhenti, tara tetap melanjutkan larinya ke putaran yang ketiga. Erik yang menyaksikannya di bawah pohon yang tadinya diam, dia mendekati leonhard.
“ bukankah tadi kakak bilang dua putaran? “
“ iya “
“ tapi kenapa tara tidak berhenti? “
“ aku tidak tahu “
Leonhard dan erik terus memperhatikan tara yang terus berlari. Perasaan gelisah mulai menyelimuti batin mereka. Kini tara sudah hampir menggapai putaran ketiganya. Leonhard dan erik berusaha untuk menghentikan tara, namun tara tidak mendengarkan ucapan mereka.
“ sebenarnya ada apa dengan tara? “, ucap erik gelisah
“ TARA!, KAU BISA BERHENTI SEKARANG “, teriak leonhard
Tara mendengar ucapan leonhard namun, dia hanya tersenyum tipis. Tara merasa dia bisa berlari sepuluh putaran. Dengan perasaan percaya diri tara, tanpa sadar, tara mengeluarkan aura putih. Aura tersebut menyelimuti tubuh tara dan membentuk kekuatan dengan sempurna. Sontak, kecepatan tara meningkat pesat!
Luci yang menyaksikannya, diam membatu. Begitu juga dengan leonhard dan erik.
“tara menggunakan sihir?! “, ucap erik terkejut
“ i-ini..tidak mungkin “, ucap leonhard tidak percaya
( bagaimana mungkin?....BAGAIMANA MUNGKIN DIA SECEPAT INI BISA MENGUASAI SIHIR ITU?! ), batin luci berteriak terkejut
Tanpa di sadari, tara sudah berlari selama sepuluh putaran penuh tanpa henti. Tentu saja tara merasa lelah, namun..rasa lelah itu tidak sebanding dengan latihan kemarin yang hanya menyelesaikan tiga putaran saja.
Leonhard, erik, dan luci sangat syok dengan itu semua. Mereka semua terdiam membatu bagai patung. Tara yang menyadari itu menghampiri mereka.
“ ...kakak..apa aku..melakukannya dengan baik? “, ucap tara sambil mengatur nafasnya.
Leonhard dan erik tidak menyadari tara sudah berada di hadapan mereka. Mereka pun terkejut ketika sadar bahwa tara menghampiri mereka. Erik langsung memegang kedua pundak tara.
“ tara. BAGAIMANA KAU BISA MENGUASAI SIHIR ITU?!! “, ucap erik dengan suara keras. Sepertinya dia masih tidak percaya tara mnggunakan sihir secapat itu.
Leonhard mengusur erik dan kini giliran dia yang memegang kedua pundak tara.
“ kapan kau mempelajari sihir itu?, apa kau merasakan sesuatu? “
“ ah..itu “, sebelum tara menjaawabnya, erik membalas guusran leonhard dan berada di hadapan tara.
“ BAGAIMANA KAU MELAKUKANNYA? “
__ADS_1
“ apa kau merasakan sesuatu? “
Mereka saling menggusur dan digusur lalu menanyakan pertanyaan yang ada di benak mereka.
“ KATAKAN PADA KAMI! “, tanya mereka berdua bersamaan.
Tara bingung harus bagaimana menjelaskannya. Sihir itu terjadi secara tidak sadar saat tara berlari. Yang dia rasakan hanya perasaan bisa melakukan sepuluh putaran penuh karena di saat dia berlari dia tidak merasa lelah sedikit pun.
“ jadi sihir itu terjadi di luar kehendakmu tara? “, ucap leonhard
Tara mengangguk. Leonhard dan erik pun berfikir bagaimana bisa sihir itu tiba tiba muncul saat tara tidak memanggilnya.
“ erik, apa tidak ada penjelasan tentang ini? “
“ hmm..sepertinya ini masih hal umum. Sebagian orang juga mengalami hal yang sama. Mereka merasa dirinya tidak memanggil sihir, namun secara tidak sadar mereka memanggilnya. Tapi bagaimana pun juga, ini hal yang luar biasa melihat tara melakukannya di usia yang dibilang masih sangat kecil. “, jelas erik
Leonhard mengangguk paham dengan yang erik ucapkan. Dia berusaha mencerna informasi yang ada. Dapat dikatakan bahwa tara adalah orang paling jenius dari para jenius lainnya.
“ tara..apa kau bisa melakukan sihir selain kecepatan? “, tanya leonhard
“ aku belum mencobanya”
“ kalau begitu, erik, kau bisa melatihnya beberapa sihir kan?, lakukan sekarang “
“ sekarang?! “
Leonhard menggangguk menandakan dia serius dengan hal itu. Dia ingin mengukur sampai mana kemampuan tara. Erik pun melaksanakan perintah leonhard, dia pun penasaran dengan kemampuan tara. Erik akhirnya melatih tara dengan sihir dasar element sebagai permulaan.
“ sekarang giliranmu untuk mencoba, tidak masalah jika kau gagal, karena ini baru pertama kali, kau tidak perlu kha...watir? “, erik terkejut sebelum melanjutkan celotehannya karena tara bisa memanggil api dengan ukuran sedang di telapak tangannya. Leonhard dan luci tidak percaya dengan itu semua, mereka semua membatu karena terlalu syok melihat tara secepat itu bisa mengeluarkan sihir.
Melihat dirinya sendiri bisa melakukan sihir, tara sangat senang dalam batinnya. Dia melihat leonhard, erik, dan luci yang diam membatu, kemudian dia memadamkan apinya sama dengan yanng erik lakukan sebelumnya.
“ ta-tara..ba-bagaimana kau bisa? “, ucap erik dengan gagap karena masih syok dengan apa yang dia lihat. Tara mulai berkeringat dingin dan menatap erik dengan senyuman canggung. Dia bingung harus menjawab apa, karena dia juga tidak tau bagaimana bisa melakukannya.
Leonhard yang tadi berada di kejauhan menghampiri tara dan erik. Wajah terkejut leonhard terlihat sangat jelas. Dia tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya.
“ tara, katakan dengan detail bagaimana kau melakukannya “, ucap leonhard
“...itu..”
Tara mengatakan bahwa saat melakukannya, dia hanya mengikuti arah dari erik tidak lebih dari itu. Asalkan tara fokus terhadap mananya, kemungkinan dia bisa menguasai sihir dalam waktu dekat.
“ ini hal yang sulit dipercaya “
“ ya, aku tahu. Tapi kak, ada satu hal lagi yang aku lakukan tadi. Aku tidak sepenuhnya fokus terhadap mana yang aku alirkan ke telapak tanganku “
“ apa?! “ Leonhard dan erik terkejut dengan pernyataan tara.
“ lalu?, bagaimana kau bisa..? “
Tara mengatakan, fokus terhadap mananya hanya dua puluh persen dari seratus persen tingkat konsentrasinya. Dia lebih mengarahkan tingkat fokusnya pada bayangan terhadap api yang akan muncul nantinya.
__ADS_1
“ kesimpulannya, kau hanya membayangkan bentuk api berada di telapak tanganmu begitu? “, ucap erik menyimpulkan perkataan tara. Tara menganggukkan kepalanya.
“ ini..luar biasa...saat aku menggunakan sihirku, aku harus membagi fokus dalam jumlah yang sama. Namun ada juga yang menggunakan sihir dan terfokus dalam tingkatan enam puluh empat puluh, ini tingkatan yang dimiliki kak leon,dan tingkatan tujuh puluh tiga puluh, tingkatan ini adalah tingkatan keluarga kekaisaran. Sangat jarang ada orang yang memiliki tingkatan delapan puluh dua puluh dalam membayangkan sihir “, jelas erik panjang lebar.
Tara dan leonhard yang mendengarkan penjelasan erik dengan seksama mengerti dengan apa yang di ucapkan erik.
“ jika benar tara berada di tingkatan delapan puluh dua puluh, itu berarti apa tara hampir bisa menguasai semua sihir dalam waktu dekat? “, tanya leonhard penasaran
“ iya. Delapan puluh lima persen keberhasilan dan lima belas persen kegagalan “
“ apa itu buruk? “
“ tidak tara, itu hal yang sangat luar biasa, kau bahkan menandingi sihir kekaisaran elster yang terkenal akan kehebatannya “, ucap erik di ikuti dengan anggukan kepala dari leonhard. Mau bagaimana pun, keistimewaan tara sangat luar biasa. Di usianya yang masih kecil, dia sudah bisa menggunakan sihir.
“ hah..jika ini benar, untuk apa kita berlatih.”, gumam erik
BLETAK
Leonhard memukul kepala erik karena bicara sembarangan. Erik membuat tara murung dengan ucapannya.
(kak erik benar, jika tau akan begini, untuk apa aku berlatih?, aku hanya akan menyusahkan mereka saja), batin tara menghela nafas murung, leonhard dan erik yang melihatnya merasa bersalah pada tara.
“ ta-tara, bukan begitu maksudku, kau bisa terus berlatih. Maksudku, karena kau sudah hebat jadi buat apa berla-eh?! “, erik kembali mengatakan hal yang membuat tara murung secara tidak sadar.
Tara terlihat bertambah murung. Erik mulai berkeringat dingin. Leonhard yang ada hanya bisa menggelengkan kepala karena erik.
“ tara, apa kau bisa membuat sihir cahaya?, coba kau membuat sihir itu “, ucap leonhard dengan strategi
“ sihir cahaya?!, KAKAK!, aku tau tara hebat tapi jika sihir cahaya itu..sangat-“
“ erik kau bisa diam?, sangat berisik disini “
“ apa?! “
“ sihir cahaya?, akan ku coba “, tara mengulurkan kedua tangannya seperti memegang bola base ball dan menutup matanya. Dia berusaha membuat sihir cahaya yang dibicarakan leonhard. Cahaya putih pun muncul di antara kedua tangan tara, namun tidak bertahan lama. Tara membuka matanya kembali dan melihat ke arah kedua tangannya.
“ hm?, tidak terjadi apa apa “, gumam tara. Leonhard memegang kedua pundak tara dan tersenyum padanya.
“ itu berarti, kau harus terus latihan sampai kau bisa mempelajari sihir cahaya itu, mengerti? “, ucap leonhard lembut
Tara terbelalak mendengar ucapan leonhard. Ternyata ini tujuannya dia menyuruh tara melakukan sihir cahaya. Dia sudah mengira kalau tara belum sepenuhnya bisa menggunakan sihir, dan dia melakukannya karena tau tara ingin sekali berlatih memulainya dari nol.
“tapi..ada apa dengan sihir cahaya? “
“ belum waktunya kau mengetahui tentang itu, sekarang kau perlu fokus di latihanmu ya? “, leonhard mengatakannya dengan lembut
“ iya! “, tara membalasnya dengan semangat.
Leonhard dan erik tersenyum melihat tara ceria kembali. Erik meminta maaf dengan apa yang diucapkannya pada tara soal latihan tadi. Tara tersenyum jahil. Tara berpura pura masih marah dengan erik dan mengabaikan erik selama dua hari berturut turut.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1