Monogatari No Ato

Monogatari No Ato
Ch.8


__ADS_3

Ch.8


Di halaman belakang rumah, tara memulai latihan dengan pemanasan lari sebanyak lima putaran. Erik dan leonhard bersaing siapa yang tercepat menyelesaikan lima putaran itu. Tara,ayah,dan luci yang menyaksikan mereka merasa heran, apa mereka tidak lelah terus bersaing seperti itu?


“ ayo kita mulai “, ucap leonhard bersiap untuk bertanding dengan erik


“ iya..”, jawab erik dan tara bersamaan


Pemanasan pun dimulai. Putaran pertama adalah lari santai. Tara berlari bersama dengan erik dan leonhard yang ada di depannya, awalnya mereka berlari dengan rileks, namun lama kelamaan leonhard dan erik mempercepat gerak kaki mereka.


Tara yang ada di belakang bingung melihat mereka. Tara berusaha menyamakan kecepatan larinya dengan mereka supaya tidak tertinggal. Putaran pertama telah selesai kini di putaran kedua, leonhard dan erik semakin mempercepat larinya, persaingan antara mereka semakin menjadi jadi. Tara yang berusaha mengikuti itu pun kewalahan dan mulai merasa lelah.


Leonhard dan erik serius dengan persaingan mereka dan lupa tentang tara yang ada di belakang mereka. Mereka semakin lama semakin cepat dan akhirnya tara tertinggal di belakang mereka karena mereka terlalu cepat.


( eh? Kenapa mreka semakin cepat?! ) batin tara sambil berlari


Leonhard dan erik terus berlari. Semakin lama mereka semakin berambisi untuk menang, mereka akhirnya memakai sihir mereka untuk menambah kecepatan gerakan sampai tak sadar mereka telah melalui putaran ketiga menuju keempat. Tara yang melihat mereka menyadari hal itu, begitu juga ayah dan luci yang menyaksikan di bawah pohon tempat awal mulai pemanasan.


(buset!, itu kaki atau roket, mereka cepat sekali! ), batin tara heran melihat kecepatan lari mereka


Leonhard dan erik terlihat menikmati itu semua dan melupakan tujuan dari pemanasan ini adalah bentuk latihan untuk tara. Semakin lama tara semakin lambat. Dia terlihat sudah kelelahan di putaran yang ketiga. Dia berhenti di tempat dimana ayah dan luci berada dan duduk lemas disana. Ayah dan luci yang melihat tara kelelahan langsung menghampiri tara. Muka tara pucat karena kelelahan


 “ tara kau baik baik saja nak? “, ucap ayah khawatir


“ iya.....aku..baik..”, jawab tara berusaha mengatur nafasnya


Ayah melihat kearah leonhard dan erik yang masih melanjutkan persaingan mereka, ayah berdiri dan..


“ LEONHARD, ERIK, BERHENTI SEKARANG JUGA! “, ayah berteriak keras


Leonhard dan erik mendengar teriakan ayah dan seketika berhenti berlari.


“ AYAH ADA APA MENYURUH KAMI UNTUK BERHENTI? “, teriak erik 


“ APA KALIAN TIDAK MELIHAT KONDISI TARA SEKARANG?!, DIA KELELAHAN! “, teriak ayah


“KITA MELUPAKAN TARA! “, mereka baru tersadar bahwa tadinya tara ikut lari bersama mereka. Leonhard dan erik berlari menghampiri tara dengan rasa cemas dan menyesal.


“ tara, kau baik baik saja?, kami minta maaf “, ucap leonhard


“ tara maafkan kami, ini semua karena kak leon yang memulainya “


“ kenapa aku?! “


“ itu memang benar “


“ kalian masih saja bertengkar disaat seperti ini! “


Ayah kesal dan suasana tiba tiba hening. Tara yang saat itu sedang mengatur nafasnya kembali normal perlahan.


“ aku tidak apa apa, aku memang lemah dalam hal ini “, ucap tara murung

__ADS_1


“ ah, tidak, ini permulaan yang bagus kok “


“ erik benar “, ucap leonhard setuju


“ kau sudah melakukan yang terbaik tara, kau sangat hebat “, ucap ayah dengan mengelus kepala tara


Mendengar itu semua, tara kembali ceria. Tidak masalah kalau tubuhnya lemah, tetapi jiwanya sangat kuat sekuat baja.


 “ apa kau yakin?, kau baik baik saja? “, ucap ayah cemas


“ iya. “, jawab tara cepat


“ em.., mungkin kita akan mulai dari yang ringan terlebih dahulu “, ucap leonhard


“ kakak benar, kita mulai dari sihir element“, ucap erik


“ tidak tidak, kita mulai dari senjata terlebih dahulu “, sela ayah


“ daya tahan, itu yang terpenting “


( lagi lagi mereka berdebat ), batin tara


“ hei tara, bagaimana kalau mulai dari pengendalian mana dulu?, itu akan bagus jika kau sudah bisa mengendalikannya “, ucap luci


“ kau benar juga, ayah, kakak, kita mulai dari-eh? “


Tara melihat mereka masih sibuk berdebat karena perbedaan pendapat mereka. Tara tidak tau harus bagaimana dengan mereka, melerai mereka akan sangat sulit, menyela mereka tidak akan didengar. 


“ luci, bagaimana cara untuk mengendikan mana? “


“ mereka? “


“ Alam. Kau harus menyatu dengan alam terlebih dahulu, kumpulkan energi sekitar baik itu suara,gerakan, angin, suhu udara, maupun cahaya. Kau harus mengatur pikiranmu ke hal hal di sekitar “


“ aku mengerti “


Tidak ingin terlibat dengan perdebatan antara leonhard, erik, dan ayah, tara berjalan menuju lebih dekat dengan pohon dan duduk bersila di bawahnya.


“ yosh kita mulai “, tara mengambil nafas panjang, menutup mata perlahan, dan menenangkan pikirannya. Dia berusaha untuk fokus dan menyatu dengan alam. Semakin lama, tara berhasil memanipulasi energi alam sekitar. Dia mengumpulkan berbagai macam energi menjadi satu dan terciptalah aura. Aura itu berkumpul disekitar tara.


“ pokoknya sihir element yang lebih penting-eh? Aura ini..darimana asalnya? “, ucap erik menyadari adanya aura kuat disekitarnya.


“ auranya sangat bersih dan lembut, erik kau tau ini aura apa? “, tanya leonhard


“ aku tidak tau, baru pertama kali aku merasakan aura sebersih ini “


“ katanya kau penyihir terhebat, nyatanya kau tidak tau apa apa “, ejek leonhard


“ JANGAN SALAHKAN AKU! “


“ tunggu dimana tara? “, ucap ayah menoleh kekanan dan kekiri mencari tara. Leonhard dan erik juga baru menyadari tara tidak ada disamping mereka. 

__ADS_1


“ TARA! KAU DI-...mana...? “, ucap erik yang awalnya keras kemudian mengecil, itu karena dia melihat tara sedang duduk bersila di bawah pohon dan erik menyadari bahwa aura yang dia, leonhard, dan ayah rasakan berasal dari tara.


“ ...ayah..kakak..”


“ hm? “


“ ya?, kau menemukan tara? “, ucap ayah


“ ...iya...dan itu ada disana..”, erik menunjuk tara dengan tatapan yang masih terpaku oleh aura yang berkumpul di sekeliling tara. Mendengar hal itu, leonhard dan ayah menoleh kearah yang ditunjuk oleh erik, mereka pun seketika terkejut dan terpaku melihat tara sama seperti erik.


“ Tara, kau bisa merasakan aura di sekililingmu bukan? “, ucap luci pada tara


“ iya “


“ bagus, sekarang rasakan aliran mana yang ada di dalam tubuhmu dan arahkan menuju jantungmu “, ucap luci kembali.


Tara mengikuti apa yang diucapkan oleh luci. Tanpa diduga duga, tara berhasil mengendalikannya dengan cepat.


( hoo..tidak kusangka dia berhasil melakukannya dengan sekali coba, bagus bagus ), batin luci senang melihat tara berhasil. Luci akhirnya menoleh kearah ketiga orang yang terdiam kaku melihat tara.


( hee, kalian pasti terkejut. Ya..bagaimana tidak, seorang anak perempuan berusia lima tahun yang tubuhnya lemah bisa mengendalikan mana secepat ini?, aku yang seorang makhluk suci saja terkejut melihatnya. Inilah sang emores, tidak hanya memiliki kekuatan besar, namun dia juga mampu mengendalikan sihir hanya dengan mendengar, melihat, dan merasakannya. Benar benar diluar dugaanku), batin luci


Ayah, leonhard, dan erik masih terpaku melihat tara. Mereka tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. Tara yang telah berhasil mengendalikan mana dengan cepat mengakhirinya. Dia menghembuskan nafas panjang dan mulai membuka matanya perlahan. 


Awalnya peglihatannya samar, lama kelamaan mulai terlihat jelas. Dia melihat ayah, leonhard, dan erik menatapnya dengan sangat dekat, dia pun terkejut dan refleks membalikkan badannya dan menjauh ke belakang dari mereka. Namun, karena tara lupa dia berada di bawah pohon, dia pun menabrak pohon yang ada dibelakangnya.


DUK!


“ aduh!, sakit..”, tara memegangi dahinya yang terbentur.


Ayah, leonhard, dan erik sontak kaget saat tara menabrak pohon


“ tara!, kau tidak apa apa?, maaf kami mengagetkanmu “, ucap ayah mendekati tara


“ tara..kau baik baik saja- “


“ TARA!, APA KAU BAIK BAIK SAJA?! “, erik menyela ucapan leonhard dan leonhard pun kesal dengan itu, tapi kali ini dia membiarkan erik [untuk sementara]


“...i-iya, aku tidak apa apa, hehe “, ucap tara dengan senyum paksa.


Luci yang melihat itu hanya bisa tertawa.


( ugh, awas saja kau luci ), batin tara menatap luci tajam sontak luci yang menyadarinya terdiam kaku.


Mendengarnya semuanya menghembuskan nafas panjang dengan perasaan lega. Ayah dan Leonhard sepertinya ingin menanyakan sesuatu tentang apa yang dilakukan tara sebelumnya, namun mereka ragu untuk mengatakannya.


“ Tara, bagaimana kau bisa mengendalikan mana secepat itu? “, tanya erik dengan jujurnya


Ayah dan Leonhard pun langsung menatap erik dengan batin ‘kenapa kau menanyakan hal itu pada tara?’. Erik pun seperti bisa mengetahui kata hati mereka seketika berkeringat dingin.


Tara yang mendapatkan pertanyaan dari erik itu pun terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan darinya.

__ADS_1


“.....berfikir? “, ucap tara menjawab pertanyaan dari erik dengan polos, saat itu juga suasana seketika hening tak bersuara.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2