
( apa telah aku lakukan?, mereka terlihat sangat khawatir), katanya dalam hati dan memperhatikan kedua orang tua di hadapannya.
Terlihat raut wajah mereka sedih bercampur khawatir. Orang tua mana yang tidak khawatir pada anaknya yang mengalami hilang ingatan?. Ya..meskipun tidak benar jika dikatakan hilang ingatan, tepatnya tubuh anak mereka di masuki oleh jiwa orang lain. Perasaan bersalah terus menerus mengganggu pikirannya. Ia harus mencari cara untuk meredakan rasa khawatir mereka padanya.
“ um..anu, kalian adalah orang tuaku benarkan? “, ucapnya dengan sedikit tersenyum
Saat ia bertanya, pria itu menoleh ke arah istrinya sekilas dan kembali menatap anaknya itu. Mereka tersenyum hangat dan menganggukkan kepala mereka
“ ayah dan ibu, benarkan? “, tanyanya dengan senyum yang masih melekat di raut wajahnya
“ benar “, jawab keduanya dengan bersamaan
“ dan..namaku..etto..ta...”, ucapnya kembali, belum selesai mengucapkannya karena lupa dengan apa yang akan di ucapkannya
“ tara, namamu adalah tara “, senyum mereka semakin terlihat jelas.
“ ah..iya, Tara, namaku adalah tara ya? “
Mereka mengangguk pelan. Dia tersenyum senang di hadapan mereka. Mereka bingung melihat tara yang tersenyum senang seperti itu, namun mereka tidak berbicara apapun padanya yang sedang tersenyum.
“ ayah, ibu, dan...”, dia menunjuk mereka sambil mengatakan hal tersebut. “.....Tara”, ia menunjuk dirinya sendiri saat mengatakannya. Mereka yang memperhatikan hanya tersenyum melihatnya.
“ ayah, ibu... mulai saat ini, kalian tidak usah khawatir, aku akan mengingat kalian selamanya, tidak akan pernah, sekalipun tidak akan pernah aku melupakan kalian lagi”
Mendengar Tara barusan mereka terdiam beku karena terkejut dengan ucapannya tadi. Rasa senang dan tenang memenuhi batin mereka. Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa senang mereka setelah mendengarnya. Mereka berdua mendekat dan memeluk hangat Tara dengan penuh kasih sayang.
Perasaan Tara yang tadinya takut dengan apa yang telah dia alami sekarang, menjadi perasaan tenang sekaligus nyaman untuknya. Tara membalas pelukan mereka, tanpa di sadari air mata Tara mengalir dan membasahi pipinya.
Ia begitu senang dengan kasih sayang yang mereka berikan. Ia tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Ya..di kehidupan masa lalunya, ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya dulu.
Menyadari Tara menangis bahagia, mereka mulai melepas pelukannya perlahan. Ibu Tara menghapus air mata Tara yang mengalir di pipinya itu dengan tangannya yang lembut. Ayah Tara mengelus kepala Tara dengan tangannya yang terasa besar.
Mereka bertiga tersenyum satu sama lain, suasana rumah itu mejadi lebih hangat dari sebelumnya.
“ baiklah Tara.. apa kau ingin jalan jalan keluar?, bukankah sudah tiga hari kau hanya berbaring di kamar? “, ucap ayah dengan semangat
“ ayah, bukankah Tara baru saja sadar?, dia harus istirahat “, ucap ibu dengan tegas
“ ta-tapi sayang, tara juga perlu menghirup udara segar di luar kan?, ayolah.. “, bujuk ayah dengan wajah memelasnya.
Ibu menggelengkan kepalanya, “ Tidak. “ jawabnya tegas
Melihat ibu dan ayahnya bertengkar seperti itu membuat Tara sedikit tertawa, “ pft..”
“ tapi sayang..”
“ begini saja, kita tanya Tara apa dia mau keluar rumah atau tidak “, ucap ibu
__ADS_1
“ baiklah. Tara..kau ingin keluar rumah sekarang atau tidak? “, tanya ayah.
“ eh?, aku? “
“ iya. “, ucap mereka bersamaan
“ um...”, Tara berfikir keras apa yang akan ia pilih,pertanyaan yang sulit seperti harus memilih antara ibu atau ayah. “.. aku akan keluar rumah...“, jawab tara
“ Yey! “, saut ayah dengan wajah gembiranya, sedangkan ibu terlihat kecewa.
“ ...aku akan keluar setelah istirahat sebentar, jadi jalan jalannya nanti saja “, jawab Tara kembali
Kini sebaliknya, ayah kecewa dan ibu senang. Tara tertawa melihat ayah yang tadinya girang menjadi kecewa itu.
“ yes, ayah..dengarkan putrimu perlu istirahat dahulu “, ucap ibu dengan nada mengejek ayah
“ huh..iya iya aku tau “, jawab ayah dengan cemberut
“ tara..kau istirahat ya..ibu akan menyiapkan makan sarapan untukmu, kalau sudah siap nanti akan ibu panggil “, ucap ibu dengan nada ramah
“ iya ibu “, jawab tara dengan ceria
“ nah..ayah kita keluar biarkan Tara istirahat, jangan ganggu dia ayo “, ucap ibu sambil menyeret ayah keluar dari kamar tara
“ ta-tapi aku ingin bermain dengan tara “, ayah merengek
Mereka keluar dari kamar tara, kini tara sendirian di kamarnya. Ia mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi padanya. Melihat setiap sudut kamar dengan dinding yang terbuat dari kayu.
“ mm..sebenarnya apa yang terjadi ya?, aku yakin sekali kalau aku sudah mati. Tapi kini aku hidup kembali, apa lagi sekarang aku berubah menjadi anak berusia 5 tahun dan dimana aku sekarang?, lalu..suara misterius itu, kemana perginya?, bukankah dia akan menerima permintaanku untuk terus bersamaku?, hah..aku bingung “, gumam Tara dengan berbagai pertanyaan di kepalanya
Ia terus memirkan kejadian yang menimpanya saat ini. Pertanyaannya terus menerus melintang di kepalanya. Rasa penasarannya muncul. Ia menuruni tempat tidur dengan hati hati dan berjalan ke arah jendela yang tertutup kamarnya itu.
Ia membuka jendela perlahan dan debu debu pun berterbangan. Tara terbatuk karena debu. Sepertinya jendela itu tidak pernah dibuka dan tidak dibersihkan.
Saat jendela sedikit terbuka, cahaya matahari mulai muncul di sela sela jendela. Cahaya matahari itu terkena mata Tara dan menyilaukannya. Tara membuka lagi jendela itu perlahan cahayanya mulai membesar seiring semakin lebarnya tara membuka jendela.
Akhirnya jendela terbuka lebar. Cahaya matahari menyilaukan mata Tara, ia membiasakan cahaya tersebut dan lama kelamaan pemandangan sekitar terlihat.
Pemandangan yang menakjubkan terlihat, hamparan hijau ada di mana mana, angin berhembus dengan lembutnya, dan udara yang sangat segar masuk kedalam ruangannya.
Ia melihat ke luar jendela untuk melihat pemandangan tersebut lebih luas. Angin yang berhembus menerbangkan rambut Tara yang panjang dan terurai. Matanya berbinar melihat keindahan di luar dari jendela kamarnya. Sekilas, ia melupakan pertanyaan pertanyaan yang ada di kepalanya saat melihat pemandangan itu.
“ indah sekali..” matanya berbinar, dan tubuhnya terpaku dengan apa yang ia lihat
(tapi..ini dimana?, setahu aku...tokyo tidak ada pemandangan seperti ini), ia kembali berfikir mengenai hal yang sebelumnya.
“ apa yang sebenarnya terjadi? “, guman Tara penasaran
__ADS_1
Saat rasa penasarannya itu memenuhi kepalanya, muncul kilatan cahaya kecil di belakang Tara. Ia tidak menyadari adanya kilatan tersebut
“ kau pasti penasaran apa yang telah terjadi bukan? “
Suara datang dari belakang Tara, ia terkejut mendengar suara itu lalu membalikan badannya. Dan yang ia lihat adalah seorang perempuan berparas cantik bagaikan bidadari, bersinar di hadapannya.
“ kau siapa? “, Tara tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya melihat kejadian itu.
“ kau tidak mengenaliku?, sayang sekali “
Perempuan itu mendekati Tara perlahan. Tara berjalan mundur seiring perempuan itu mendekatinya. Dia tersudut.
“ jangan takut, aku tidak akan melukaimu “, ucap perempuan itu dengan tersenyum
(tunggu, suara ini..sepertinya mirip dengan suara misterius itu), “ anu..kau-kau yang berbicara padaku waktu itu? “, tanya Tara dengan wajah penasaran
“ syukurlah kau mengingatnya, aku kira kau melupakanku “
“ kau..sebenarnya siapa? “
“ ah..benar juga, aku belum mengenalkan diriku, namaku Luci Nevrita Drainna Meltria, terlalu panjang ya?, maaf maaf, kau bisa memanggilku luci “
Perempuan itu mengenalkan diri di hadapan Tara dengan senyuman ramah di raut wajahnya.
“ luci..aku kago- ah tidak, aku tidak bisa menggunakan namaku sebelumnya ya..”
“ iya kau benar, aku sudah tau nama dari anak yang tubuhnya kau masuki itu “
“ benarkah?, siapa?, aku hanya tau nama panggilannya saja “, ia berbincang dengan nyaman dengan Luci
“ namanya Tara Shuya Starlia, namanya sangat cantik bukan? “, ucap perempuan itu dengan senang
“ iya..sangat cantik, anu..apa aku boleh bertanya sesuatu? “
Perempuan itu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan tara.
“ tentu saja, lagi pula pasti kau merasa bingung kan dengan ini semua?”
Tara menganggukkan kepalanya
“ jadi apa pertanyaanmu? “
“ pertama, aku ingin tau kau sebenarnya siapa? “
“ akan aku jelaskan dengan mudah, bisa dibilang aku adalah partnermu di dunia ini “
“ partner? “
__ADS_1
^^^ BERSAMBUNG...^^^