
“kenapa jadi begini? ”
Dalam pandangannya hanya ada kegelapan yang dingin, ia bahkan sampai tidak bisa melihat tangannya. Memikirkan apa yang telah terjadi padanya, dia masih tidak percaya karena telah dihianati temannya sendiri. Saat saat terakhirnya, yang ia lihat adalah penghianatan dari seseorang yang berharga baginya
“ ini sangat tidak adil “
Kumpulan memori kenangan masa lalunya muncul di pikirannya, termasuk kenangan bersama dengan teman yang menghianatinya.
Saat dia berfikir tentang apa yang telah terjadi padanya, suara seorang wanita tiba tiba tedengar di telinganya.
“ apa yang kau inginkan? “
Suara yang lembut dan ramah. Saat suara itu muncul, aura di sekitarnya menjadi hangat dan di penuhi dengan kasih sayang.
“ siapa di sana? “
“ sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk menjawabnya, jadi.. apa yang kau inginkan? “
Rasa penasaran akan suara itu makin menjadi, ‘ siapa dia sebenarnya? ‘, ‘ apa yang dia inginkan dari pertanyaannya itu? ‘, pikirannya menjadi kacau. Ia masih tidak bisa menerima keadaannya saat ini.
“ tidak ada yang aku inginkan “
Jawaban itu di lontarkan begitu saja. Anehnya, meskipun ia tidak tau asal suara itu tapi dia merasa nyaman dengannya.
“ hm?, pft..jangan becanda, semua manusia memiliki keinginan mereka masing masing, kau pasti juga mempunyai keinginan bukan?, jadi..apa keinginanmu? “
Suara itu terus menerus mengatakan hal yang sama ‘ apa keinginanmu? ‘. Mendengarkan hal yang sama terus menerus, dia tidak habis pikir apa yang sebenarnya suara itu inginkan?, kenapa suara itu terus menerus mengatakan hal yang sama?
“ aku tidak memiliki keinginan apapun, lalu...apa yang kau inginkan? “
Dia melontarakan pertanyaan yang sama pada suara yang tadi ia dengar.
“selama ini tidak ada manusia yang bertanya tentang keinginanku, kau gadis yang menarik. Akan ku beritau keinginanku “
“ apa keinginanmu? “
“keinginanku adalah mengetahui keinginanmu “
Ia terkejut mendengar jawaban dari pertanyaannya. ‘ untuk apa dia mengetahui keinginanku?’
Satu persatu pertanyaan ingin ia katakan, namun ia tidak bisa mengatakan semuanya sekaligus
“ maaf, saat ini aku tidak menginginkan apapun tapi...aku punya permintaan “
“ permintaan apa itu? “
“ apa kau bisa selalu bersamaku? “
Setelah mengucapkan permintaannya itu, suasana hening menyelimuti. Suara itu hanya terdiam begitu pula dengannya, lalu sebuah pertanyaan lain muncul
“kenapa aku harus bersamamu?, alasannya? “
Suara itu kembali bertanya padanya
__ADS_1
“ karena aku merasa nyaman saat berada di dekatmu “
Suasana kembali hening seketika saat ia mengucapkan jawabannya
“ menarik, permintaan di terima. Aku akan meminjamkan kekuatanku padamu “
“ kekuatan? “
Sebuah tali berwarna merah terang melingkar di tubuhnya. Tubuhnya terasa lebih ringan dari sebelumnya lalu setelahnya memancarkan cahaya terang.
“sudah waktunya aku pergi. “
“ tunggu tunggu, apa maksudnya ini? “
“ gunakanlah dengan bijak, suatu saat pasti akan berguna untukmu “
“ hei tunggu, jangan pergi “
Suara itu menghilang dan aura dingin menyelimutinya kembali.
Belum sempat memanggil suara itu kembali, muncul sebuah cahaya terang dihadapannya
“ cahaya apa itu? “, saat ia ingin berfikir lebih jauh lagi, cahaya itu membesar dan mendekatinya. Ia ingin mengamatinya tetapi cahaya itu mulai mengenai tubuhnya.
Tubuhnya memancarkan cahaya terang sebelum kemudian menjadi gelap. Namun kali ini berbeda, ia merasakan sakit kepala yang luar biasa.
“ ugh!, sakit ”, ia merasa bingung dengan kondisinya saat ini. bukankah dia sudah mati? Tapi kenapa ia masih bisa merasakan sakit seperti ini?
“ apa yang terjadi? “
Ia berusaha mengubah posisinya namun terasa semua tubuhnya terasa sakit dan sulit di gerakan. Ia menggerakan tubuhnya ke posisi duduk dengan menahan rasa sakit di tubuhnya itu.
“ sekarang aku ada dimana?, ah..kepalaku sakit “, dalam posisi duduk, ia memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
(eh?, tanganku kenapa kecil sekali?, apa benar tanganku terlihat seperti ini? ) ia melihat tangan yang memegang kepala sebelumnya lalu memandanginya. Dia tersadar bahwa tangannya lebih kecil dari pada sebelumnya dan kakinya terlihat pendek seperti anak kecil berumur lima tahun.
( kecil..), pikirnya dengan bingung
“ oh..tara!, kau sudah sadar? “
Suara seorang wanita berada yang ada di dekatnya, wanita itu mendekatinya dengan wajah senang dan memeluknya erat.
(dia..siapa?), bingung dengan situasi yang ia alami sekarang. Melihat wanita itu memakai baju yang kuno khas warga kerajaan dan terlihat sedikit usang
“ tara..bagaimana keadaanmu?, ada yang sakit?”
(tara?, tara..maksudnya itu aku? ), kebingungannya semakin menjadi jadi. Dimulai dari suara misterius yang menanyakan keinginannya lalu ia masih hidup setelah kejadian yang menimpanya serta ia terbangun di tempat yang asing dan bertemu orang yang asing pula
“ tara..kenapa kau hanya diam saja?, kau baik baik saja bukan? “
Mendengar pertanyaan wanita itu dengan raut wajahnya yang terlihat khawatir.
“ um..maaf, tapi bibi siapa? “ (eh?, kenapa suaraku menjadi seperti anak kecil? ), ia terkejut dengan suaranya sendiri yang menyerupai anak kecil berusia empat sampai lima tahunan.
__ADS_1
“ apa?, kau tidak ingat ibu?, bagaimana bisa? “
“ ibu? “, dengan wajah bingung ia sedikit memiringkan kepalanya
“ tidak mungkin. AYAH! AYAH! “
Terkejut mendengar ucapannya, wanita itu memanggil seseorang yang disebutnya ‘Ayah’, kemungkinan yang wanita itu panggil adalah suaminya.
Tak lama kemudian seorang pria dewasa datang dari depan pintu. Ia terlihat kelelahan seperti habis berlari mengelilingi lapangan luas. Mungkin ia terkejut dengan teriakan istrinya yang memanggilnya.
“ iya..ada apa sayang? Oh..tara sudah sadar?, syukurlah..”
Raut wajah pria itu menunjukkan wajah senangnya melihat dia sadar.
“ tara sudah sadar tapi dia tidak mengingatku sama sekali “
Ucap sang wanita sambil menangis di hadapan pria dewasa tadi.
“ apa?, tapi bagaimana bisa?, tara..apa kau mengingatku? “
Pria itu menghampirinya yang sedang dalam posisi duduk di tempat tidur, raut wajahnya berubah menjadi raut wajah cemas.
( siapa lagi dia? ) “ a-anu..pa-paman siapa ya? “, dengan sedikit senyum cangung di raut wajahnya.
“ tara!, tara tidak mengingat ayah nak?, aku ayahmu dan dia..dia ibumu “, dengan raut wajah panik pria menjelaskan siapa mereka padanya
“ maaf? “Ia menunjukkan wajah bingung dan menatap mereka dengan polosnya menandakan ia tidak ingat apa apa.
“ jadi kau benar benar tidak ingat kami?, ayah..kita harus bagaimana? “ ucap sang wanita itu dengan sedih dan akhirnya menangis, ia menutupi wajahnya itu dengan ke dua tangannya.
“ sayang tenanglah dulu ya..aku akan mengatasi ini “, pria itu menenangkan istrinya yang menangis. Setelah wanita itu merasa tenang, pria itu menghapirinya ingin membicarakan sesuatu
“ jadi kau tidak ingat kami? “,ucap pria itu di hadapannya
Ia menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengingatnya. Pria dewasa dan wanita itu terlihat sangat khawatir padanya.
“ lalu..apa kau mengingat namamu sendiri? “, tanya sang wanita yang berada di belakang suaminya
Ia menggelengkan kepala untuk yang kedua kalinya. Wajah khawatir mereka semakin terlihat jelas.
( aku merasa bersalah pada mereka )
“ maafkan saya “, ucapnya pelan pada pria dan wanita itu
Keduanya menggelengkan kepala mereka dengan senyum tipis menghiasinya.
“ tidak apa apa, ini bukan salahmu “, wanita itu mengusap kepalanya beberapa kali
“ iya ini bukan salahmu “
Suara yang lembut dan dipenuhi kasih sayang mereka menjadikannya semakin merasa bersalah. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1