
Ch.12
Tiga hari kemudian..
Siang hari yang cerah, di depan rumah tara..
“ tara.., kami ingin keluar sebentar, apa kau tidak apa apa di rumah sendirian? “
“ iya ibu, aku tidak apa apa “
Hari ini, ayah, ibu, leonhard, dan erik pergi untuk menghadiri suatu acara yang sangat penting. Mereka mempersiapkan segala hal di mulai dari pakaian sampai kereta kuda perjalanan.
Kemarin, ayah mendapatkan sebuah surat. Surat itu sengaja dirahasiakan oleh tara. Entah apa isi surat itu, tapi yang pasti adalah mereka di undang ke suatu acara yang sangat penting.
“ tara, kau yakin tidak apa apa sendirian? “
“ iya ayah, aku tidak apa apa “
Meskipun tara mengatakan tidak apa apa, mereka masih saja khawatir. Mereka sangat ingin mengajak tara namun, ada satu alasan khusus yang menyebabkan mereka harus hadir tanpa tara.
“ ayah, ibu, apa aku tidak bisa tinggal saja bersama tara? “
“ tidak leonhard, kau harus ikut bersama kami “
“ lalu bagaimana denganku? Apa aku tidak bisa tinggal? “
Ibu menggelengkan kepalanya tanda erik tidak bisa tinggal di rumah bersama tara. Tara merasa bahwa dirinya terlalu dicemaskan oleh mereka. Dia mencari tahu bagaimana caranya supaya mereka tidak khawatir. Tidak butuh waktu yang lama, tara mendapatkan ide. Dia mengatakan ‘jika kalian khawatir denganku, apa tidak bisa dipasang sihir pelindung di sekitar rumah?’. Setelah mendengar tara, mereka setuju dengan pendapatnya.
Ayah menyuruh erik untuk memasang sihir pelindung yang hanya bisa di tembus oleh anggota keluarga saja. Kenapa ayah menyuruh erik melakukannya?, itu karena erik merupakan penyihir lulusan terbaik di academy tahun lalu. Erik mengikuti perintah ayah dan langsung memasang sihir di sekitar rumah. Dalam satu kata mantra, sihir itu menyebar ke seluruh rumah dengan cepat. Inilah kemampuan dari penyihir terbaik.
“ kak erik, hebat! “, ucap tara memuji erik dengan matanya yang berbinar kagum
“ hehe, tentu saja “, erik mulai membannggakan dirinya lagi
( sepertinya aku salah telah memujinya ), batin tara
“ tara, kami akan berangkat sekarang. Jika ada apa apa, panggil kami dengan sihir yang sudah kau pelajari kemarin “
“ iya, kak leon tenang saja, kalian juga hati hati di jalan, dan jangan lupa bawakan aku permen kapas “, tara tersenyum
Semua tersenyum mengerti, sepertinya mereka ingin membelikan sesuatu selain permen kapas. Mereka berjalan menuju kereta kuda dan menaikinya. Erik melambaikan tangan dari dalam kereta kuda, dan tersenyum pada tara. Tara membalas lambaian tangan erik dengan tersenyum sebelum akhirnya kereta kuda yang mereka naiki mulai berangkat ke tujuan mereka dan lama kelamaan menghilang dari pandangan tara. Kini hanya tara dan luci yang ada di rumah.
“ apa yang harus kita lakukan?, kau tidak berniat untuk terus berada di kamarmu bukan? “
“ tentu saja tidak, aku ingin berlatih saja “
__ADS_1
Tara berjalan ke arah kamarnya dan berganti pakaian latihannya. Seperti biasa, sebelum melakukan aktivitasnya, tara mengikat rambut panjangnya. Setelah siap, dia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Sampai di dasar, tara mengambil pedang kayunya yang digunakan latihan kemarin bersama ayah lalu berjalan ke halaman belakang. Tak lupa dia juga mengajak luci, mereka pergi kesana bersama.
Tara membuka pintu belakang perlahan, setelah pintu terbuka seutuhnya tara berjalan menuju pohon yang dimana dia biasa berlatih sebelumnya. Tara menghitup udara segar di sekitar. Pikiran tara menjadi tenang hanya dengan menikmati pemandangan sekitar.
“ yosh, ari kita mulai, luci, mohon bimbingannya “
“ dengan senang hati nona “
Tara menyiapkan kuda kuda dan tata cara memegang pedang dengan sangat baik. Dia menghembuskan nafas panjang beberapa kali sebelum mengayunkan pedang kayunya. Tara memusatkan pikirannya pada pedang dan mulai mengayunkan pedangnya.
Yang tara pelajari kemarin adalah sihir komunikasi, teknik dasar pedang, dan menyalurkan mana ke suatu benda. Dia mampu melakukan ketiganya dengan baik. Kejadian tiga hari yang lalu, saat leonhard dan erik menceritakan kemampuan tara pada ayah dan ibu, mereka tentu saja terkejut sekaligus bangga pada tara. Akhirnya mereka melakukan perayaan untuk kedua kalinya dalam dua hari berturut turut. Tara memohon pada mereka supaya tidak melakukan perayaan di setiap keberhasilan tara dalam sihir. Yang ada di bayangan tara adalah bagaimana jika tara bisa menguasai seribu sihir berturut turut?, apa mereka akan terus melakukan perayaan?, tidak bukan. Karena itu tara mamohon supaya tidak melakukan perayaan lagi.
Tara terus menerus mengayunkan pedangnya, tentu saja dengan bimbingan luci yang menyaksikannya dari atas pohon. Sampai akhirnya tara berhenti mengayunkan pedangnya karena merasakan aura yang asing di sekitarnya. Luci juga merasakan aura itu dan menghampiri tara.
“ tara, berhati hati lah “, bisik luci pada tara. Tara sekarang berada di posisi waspada. Saat itulah muncul sebuah kilatan sihir dan muncullah seorang anak laki laki di hadapannya. Anak laki laki itu terlihat berusia delapan tahun, rambutnya berwana coklat bagai tanah pengunungan yang subur dan sehat, dia memiliki mata yang berwarna coklat tua. Karena terkejut, tara reflek menghindar darinya.
“ jadi kau ya..orang yang terpilih “
“ apa? “
Tara bingung dengan apa yang diucapkan laki laki tadi. Sepertinya dia mempunyai maksud tersembunyi.
“ kau tidak perlu merasa takut, aku tidak akan menyakitimu “
“ kau, sebenarnya siapa?, bagaimana bisa kau menembus sihir pelindung kak erik? “
“ apa? “
Tara menjadi semakin bingung dengan situasi sekarang. Sebenarnya siapa anak itu?, bagaimana bisa dia disini? Dan apa maksud dari pertanyaannya tadi?. Pertanyaan terus menerus muncul di kepala tara.
“ luci, apa kau tahu siapa dia? Eh?!, luci? “, tara menatap luci heran karena luci yang tiba tiba memasang wajah kesal. Tara tidak tau apa yang terjadi pada luci, tapi tara tau luci marah karena ada hubungannya dengan anak itu.
“ luci, apa kabarmu?, nampaknya sehat sehat saja “, anak itu mengucapkan kalimatnya pada luci seolah sudah kenal dengannya sebelumnya.
“ aku baik baik saja, bagaimana denganmu ‘Tempran’ ?”
Tara tersentak karena terkejut. Apa dia salah dengar?, luci menyebutkan nama makhluk suci ‘Tempran’?!
“ Te-tempran?! Makhluk suci peringkat kelima dengan kekuatan tanah sang kegigihan?! “, tara terkejut dengan apa yang barusan dia dengar.
“ wah..ternyata kau masih mengingatku ya?, aku jadi senang mendengarnya “
“ KENAPA KAU ADA DISINI?!, AKU MEMANGGIL VOLEN BUKAN KAU! “, luci memukul tempran dengan kesal. Entah kapan tiba tiba luci sudah berada di dekat tempran
“ HEI!, BERHENTI MEMUKULKU!, JIKA KAU MENCARI VOLEN DIA AKAN KESINI SEBENTAR LAGI! “
__ADS_1
“ AKU TIDAK PERCAYA PADAMU, DASAR!”, luci kesal dan terus menerus memukul tempran, sampai akhirnya muncul kilatan cahaya untuk yang kedua kalinya. Muncullah seekor rubah putih dengan setiap ujung telinga, ekor dan kakinya berwarna biru dengan mata berwarna biru laut.
“ huwaa, luci maafkan aku, aku minta maaf aku terlambat, eh?!, tempran kenapa kau ada disini? “
Pandangan mereka tertuju pada volen, luci berhenti memukul tempran dan menendangnya menjauh dari mereka. Tempran terpental lumayan jauh, padahal luci masih menggunakan wujud kecilnya dan tempran yang memakai wujud manusianya bisa terpental karena tendangan kelinci kecil?. Luci tidak memperdulikan tempran dan menghampiri volen.
“ vol, aku kira kau tidak datang, aku sudah menunggumu sejak tadi, tapi malah anak sialan itu yang muncul“
“ AKU DENGAR ITU TAU! “, teriak tempran kesal dari kejauhan
“ maafkan aku,tapi luc tentu saja aku akan datang. Ini adalah kesempatanku bertemu dengan ‘Sang Terpilih’, jadi aku tidak akan melewatkan kesempatan itu “
“sudah kuduga kau akan bicara seperti itu, kemarilah aku akan mengenalkanmu padanya “, luci menarik tangan rubah volen menghadap tara. Kini pun mereka saling berhadapan satu sama lain.
“ tara, kenalkan ini volen, volen kenalkan dia tara “
“ salam kenal tara, aku adalah..”
“ ..makhluk suci tingkat ke enam yang memiliki kekuatan angin sang kebaikan hati “, sela tara dengan mata berbinar dan senyumannya
Volen mengangguk dan tersenyum pada tara, mereka langsung akrab dalam satu kali pertemuan. Tempran yang tadi terpental akibat di tendang oleh luci, menghampiri mereka dengan kesal.
“ WOI! KELINCI!, KENAPA KAU MENENDANGKU?!, DASAR TIDAK SOPAN!, PANGKATKU LEBIH TINGGI DARIMU TAHU?! “, tempran meninggikan suaranya.
“ hei, apa kalian dengar suara nyamuk? “
“ APA KAU BILANG?! “
Luci megejek tempran dengan wajah tidak peduli. Tempran merasa kesal dengan perlakuan luci padanya. Karena sangat kesal, dia ingin memukul kepala luci, namun luci menyadarinya dan lari dari tempran. Tempran pun tidak membiarkan luci lari begitu saja, dia mengejar luci sekuat tenaga dengan amarah. Kini menjadi adegan kejar kejaran.
( rasanya seperti melihat adegan nyata tom and jerry ), batin tara membayangkan kalau luci menjadi jerry dan tempran menjadi tom.
Tidak ingin terlibat dengan pertengkaran mereka, tara membiarkannya begitu saja, karena dia tahu kalau sudah lelah mereka juga akan berhenti dengan sendirinya.
“ ah..,maaf sebelumnya, tapi kenapa anda datang kesini? Tempran juga, sepertinya dia memiliki tujuan yang sama untuk datang kemari “
“ ah..itu..”
Volen menceritakan kenapa mereka datang kemari. Kemarin, volen di panggil oleh luci untuk datang. Luci mengatakan padanya, untuk bertemu dengan tara, mengajarinya sihir dan untuk menjalin kontrak dengannya.
“ kontrak?! “, teriak tara karena reflek terkejut
Volen menganggukan kepalanya. Dia juga mengatakan, jika ingin menjalin kontrak dengan sang kebaikan hati memerlukan sebuah persyaratan yang harus di lakukan tara, yaitu dengan mengendalikan angin dari sang kebaikan hati itu sendiri.
Sihir makhluk suci berada di tingkatan teratas ketiga setelah sihir kegelapan dan cahaya. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi tara. Dia bisa mangendalikan sihir element angin seperti yang diajarkan oleh erik, namun untuk mengendalikan angin dari sang kebaikan hati volen yang tingkatnya sangat berbeda menyebabkan tara ragu untuk mencobanya.
__ADS_1
Tara menghembuskan nafas panjang. Melihat luci dan tempran mulai melambat, sepertinya mereka sudah lelah karena terus berlarian. Tara berfikir untuk mendiskusikannya dengan luci dahulu sebelum menerima persyaratan dari volen untuk menjalin kontrak dengannya.
^^^BERSAMBUNG...^^^