Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 11 : Dark Minotaur


__ADS_3

Adrax mencoba menyerangnya tapi gagal “ tidak mungkin monster seperti ini muncul di lantai 30an, kekuatannya sangat berbeda dengan kita. “ ucap Adrax.


“ Rui jangan gegabah.. “ teriak Vian


Aku mencoba menyerangnya dari atas “ kemana kau mengarahkan pandanganmu, kerbau aneh. “ *TING dia memantulkan pedangku dan menghempas kan ku ke dinding dungeon “ Arghh... Kulit nya sangat keras.. Pedangku juga tidak bisa menembusnya. “ pikirku.


“ Rui.. Apa kau baik-baik saja. “ teriak Vian.


“ ahh... Tidak usah kuwatir. “ jawabku.


“ Vian Belakangmu... “ teriak Adrax. Minotaur itu mencoba menyerang Vian dari belakang.


“ terimakasih, kau sudah memperingatkanku. “ ucap Vian.


“ jangan banyak bicara jaga pandangan kalian. “ teriak adrax. “ kekuatannya sangat besar, seharusnya dia memiliki kelemahan “ pikir adrax.


“ Adrax, Vian dia mulai menyerang. “ teriak ku.


Minotaur itu mengeluarkan api dari tanduknya *BOOOMMMM, “ Aku Ingin makanan, aku sangat lapar, aku akan memakan kalian. “ ucap minotaur itu.


Serangan minotaur itu sangat kuat untung saja aku tepat waktu menyelamatkan Adrax dan Vian.


“ monster itu sangat aneh, seharusnya monster yang ada di dalam dungeon tidak bisa bicara dan monster sekelas minotaur seharusnya ada di lantai lebih bawah lagi. “ jelas Adrax. “ mungkin saja ada suatu hal yang membuatnya menggila dan naik ke lantai atas. “ sambung Adrax.


“ Apakah ini ulah seseorang? “ tanyaku.


“ Mungkin saja. “ jawab Adrax.


“ kalau begini terus kita tidak akan menang, dan kita akan terbunuh, kita memerlukan rencana! “ ucap Vian.


“ minotaur itu sangat kuat, tetapi dia seharusnya punya kelemahan, tetapi aku belum menemukan kelemahannya, kita pancing dia ke tempat yang lebih luas agar kita lebih leluasa, setelah itu kita akan mencari kelemahannya. “


“ Caranya? “ tanya vian.


“ kita akan menyerangnya tanpa henti, kita serang seluruh bagian tubuhnya maka kelemahannya akan terlihat, jika kita beruntung kita bisa mengalahkannya. “ jelas rencana Adrax.


“ tapi itu sepertinya tidak akan terjadi, kita fokus saja mencari kelemahannya, apa kalian lihat gua yang ada di sana, saat terhempas tadi aku melihat tempat yang luas, aku akan menjadi umpan membawa kerbau busuk itu kesana. “ Ucapku dengan berani.


“ baiklah, aku percayakan kepadamu Rui. “ ucap Adrax

__ADS_1


“ aku tidak sabar untuk menghajar minotaur busuk itu. “ ucap Vian dengan semangat.


Adrax memikirkan sebuah rencana untuk mencari kelemahannya, kamipun bekerja sama untuk mengalahkan minotaur tersebut, karena Adrax dan Vian yang memiliki job Warrior mereka tidak bisa bertarung maksimal di tempat sempit, apa lagi dengan Vian yang memakai pedang besar,


Saat terhempas tadi akj melihat tempat luas dan aku akan menjadi umpan untuk membawa minotaur ke tempat itu.


“ Oii..., minotaur busuk.. Jika kau ingin memakan ku tangkap aku kalau bisa “ teriak ku memancing minotaur tersebut.


“ makanan “ minotaur tersebut akhirnya terpancing dan mengejarku menuju gua dimana tempat yang luas itu berada.


Setelah sampai di tempat yang luas aku langsung bersembunyi. “ syukurlah aku tepat waktu kalau tidak tadi aku pasti terbunuh. “ ucapku sambil ter engah-engah.


Selang beberapa detik Adrax dan Vian sampai di tempat ini, tetapi mereka berhenti dan bengong dan akupun menghampiri mereka.


“ Adrax, Vian, kenapa kalian berhenti cepat bersembunyi.. Ada tempat aman disana.. “ ucapku karena bingung.


“ Rui.. Lihatlah.. “ kata Vian sambil menunjuk.


Saat aku menoleh aku melihat ratusan minotaur yang sama, minotaur-minotaur itu sedang memakan monster lain, dan juga terlihat minotaur yang besarnya 3 kali lipat dari minotaur yang kita hadapi.


“ ini bohongan kan!! “ ucap ku sambil bengong melihat ratusan minotaur.


“ kita tidak akan bisa mengalahkan mereka semua, sebaiknya kita pergi dan melaporkannya ke permukaan. “ ucap Adrax dengan suara pelan.


Tiba-tiba ada seorang yang muncul di sebelahku dan membisikiku. “ kalau kau tidak cepat bisa mati “ dia memakai jubah serba hitam.


Akupun spontan mengangkat pedang. “ siapa kau? “


“ tolong turunkan pedangmu, aku cuman bercanda tadi, namaku Gama aku juga seorang petualang lihatlah. “ ucap orang tadi sambil menunjukan tanda petualang di tanganya. “ aku tadi berniat menjelajahi dungeon dan aku mendengarkan raungan jadi aku segera kesini. “ sambung Gama.


Akupun menurunkan pedang ku dan mengajaknya untuk pergi. “ Gama disini berbahaya ayo cepat.. Kita harus pergi dari sini. “


“ kalian lihat aku akan menghabisi mereka semua. “ ucap Gama.


“ kau tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua, lebih baik kita pergi kepermukaan untuk memberi tahu semuanya dan menyusun rencana untuk mengalahkan minotaur itu. “ kata Adrax


“ yang dikatakan adrax benar, lebih baik kita segera pergi dari sini. “ saut Vian.


“ tidak tidak, aku akan mengalahkan mereka lihat saja, “ Gama berjalan memasuki tempat minotaur. “ Atomic Blast “ Gama menghabisi ratusan minotaur dengan satu serangan.

__ADS_1


“ hebat sekali dia bisa menghabisi semua minotaur hanya dengan satu serangan. “ pikirku.


“ apa kalian lihat, aku sudah menghabisi mereka semua, cepat kalian ke permukaan dan beri tahu untuk menutup dungeon ini selama beberapa hari. “ ucap gema.


“ baiklah. “ jawab kami bertiga bersamaan.


Tetapi saat kami berlari ke permukaan tiba-tiba aku mendengar sebuah suara yang berkata “ apa kau menikmati dunia ini. “


“ Rui jangan lambat kita harus cepat. “ benak Vian.


“ maafkan aku. “ jawabku.


Setelah 30 menit berlari kamipun sampai di permukaan dan menemui Caca untuk memberitahu kejadian di dungeon.


“ Caca tolong recall semua petualang yang ada di dungeon. “ ucap Adrax sambil ter engah-engah.


“ apa yang terjadi-nyaan? “ jawab Caca.


“ Cepatlah tidak ada banyak waktu, cepat lakukan sebelum ada korban jiwa, jadi cepat recall mereka, aku akan menjelaskanya nanti. “ bentak Adrax.


“ aku tidak tahu apa yang terjadi-nyaan, Recall... “ akhirnya semua petualang yang berada di dungeon sudah di panggil kembali ke permukaan.


“ Caca dengarkan dengan baik, aku ingin kau menutup dungeon ini selama beberapa hari jangan sampai ada yang masuk. “ kata Adrax.


“ jelaskan dulu-nyaan. “ ucap Caca


Aku pun memberi Tahukan apa yang terjadi di saat kami menjelajahi dungeon ke semua petualang yang ada di permukaan.


“ semuanya tolong dengarkan, kami minta maaf karena telah memanggil kalian secara mendadak karena hal ini sangat serius, beberapa waktu tadi aku dan Partyku menjelajahi dungeon di lantai 30 tapi kami bertemu dengan minotaur yang seharusnya ada di lantai 50 kebawah tetapi ada yang aneh di minotaur itu, minotaur itu memiliki satu tanduk yang menjulang keatas, dan dia sangat kuat bahkan kami tidak bisa mengalahkannya. “


“ Oii kau memanggil kami semua karena tidak bisa mengalahkan seekor minotaur. “ teriak salah satu petualang diantara kerumunan yang membuat semua petualang mulai menghujati kami.


“ dasar payah... Lebih baik kau berhenti saja jadi petualang... Kenapa kau tidak mati saja disana... Aku kehilangan semua item yang ku temukan.. “ teriak beberapa petualang.


*BRUAAK Vian menghantarkan pedangnya ke sebuah pohon. “ bisakah kalian diam dia belum selesai menjelaskanya. “ ucap vian dengan berteriak. “ lanjutkan Rui. “ sambung Vian.


“ Mungkin beberapa dari kalian mendengar raungan yang menyeramkan, awalnya aku dan Partyku hanya melawan satu minotaur kami berencana untuk mengalahkannya dengan mencari kelemahannya, akhirnya aku menjadi umpan untuk memancingnya ke tempat yang luas tapi aku melihat ratusan minotaur yang memakan monster lain, dan kalian harus tau bahwa minotaur itu bisa bicara. “ lanjut Penjelasan ku.


“ monster bisa bicara.. Tidak mungkin kan.. Untung kita tidak bertemu minotaur itu.. “ gumam para petualang yang berkumpul.

__ADS_1


“ lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini, apa kau akan membiarkanya? “ teriak salah satu petualang di kerumunan.


“ kami akan menutup dungeon ini selama beberapa hari, dan kami akan membuat tim untuk menjelajahi dungeon, informasinya sampai disini, mohon kerja sama kalian. “ ucapku mengakhiri Penjelasan ku.


__ADS_2