Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 48 : Third Day on Dungeon


__ADS_3

Berbeda dengan dungeon lain yang bisa langsung teleport ke pantai yang sudah di jelajahi, di dungeon Violet Sky kita harus mulai dari lantai satu dan turun secara manual dan karena itulah dungeon ini disebut sebagai dungeon Adventure.


“ kenapa hanya di dungeon ini kita tidak bisa teleport ke lantai yang ingin kita inginkan. “ baru sampai di lantai 5 Adrax sudah mulai mengeluh.


“ tenang saja.. Hazel tunjukkan kemampuan yang baru. “ ucap Tresca.


“ padahal aku ingin menghemat manaku untuk pertarungan nanti.. Ahh mau bagaimana lagi. “ Hazel mulai merapalkan sihirnya. “ wahai galaxy.. awal mula dari seluruh dunia.. jawablah panggilanku.. tunjukan jalan menuju inti terdalam.. Floor 49.. teleport.. “ tiba-tiba lingkaran sihir yang sangat menakjubkan muncul di bawahnya. “ cepat masuk ke dalam lingkaran ini. “ ucap Hazel.


Tiba-tiba lingkaran sihirnya bersinar sangat terang dan tiba-tiba kami langsung dipindahkan ke lantai 49 secara langsung.


“ kau hebat sekali Hazel.. “ ucap Franky.


“ aku sampai terkejut.. aku kira kau akan meldakkan kami. “ ucap Adrax.


“ dari mana kau bisa berpikir seperti itu. “ hazel terlihat kesal.


“ aku tidak tahu jika kau memiliki sihir yang menabjubkan.. bagaimana caramu melakukannya. “ ucap Vian.


“ sihir ini adalah sihir tingkat tinggi yang biasanya digunakan di dalam peperangan untuk mencari keuangan rahasia di bawah tanah maupun di atas langit, tetapi aku hanya bisa menggunakannya dua kali sehari karena sihir ini memerlukan mana yang cukup banyak. “ jelas Hazel.


“ kalau begitu kita masuk bisa kembali ke lantai satu kan? “ tanyaku.


“ selama mana ku masih cukup aku masih bisa memakainya sekali lagi. “ jawab Hazel.


“ kalau begitu tidak masalah. “ ucapku sekali lagi.


“ ayo kita berangkat sekarang.. lantai 50 sudah berada di bawah kita. “ ucap Angelica.


Kami pun mulai menuju ke lantai 50, kami menghabiskan waktu 30 menit untuk melawan para monster yang ada di lantai 49, monster yang kami lawan merupakan minotaur yang cukup kuat.


Berapa saat kemudian kami menemukan tangga menuju lantai 50, telah kami menuruninya lantai 50 sangat sepi dan bahkan tidak ada satu monster yang terlihat, hal ini menyebabkan kami sangat waspada karena kemungkinan para monster sudah bersiap untuk menyambut kami.


“ apa-apaan ini tidak ada monster sama sekali di lantai ini.. “ ucap Vian.


“ jangan lengah.. kita tidak tahu kapan monster akan menyerang kita. “ ucapku.


“ Tresca.. apa kau mendeteksi sesuatu? “ tanya Franky.


“ tidak.. aku tidak mendeteksi apapun di sekitar sini. “ jawab Tresca sambil mengamati keadaan sekitar dengan skill pendeteksinya.


“ lanjutkan.. beritahu aku jika ada sesuatu yang terdeteksi. “ ucap Franky.


“ apa mungkin monsternya menggunakan skill yang bisa menyembunyikan keberadaan? “ tanyaku.


“ mungkin.. lantai ini belum pernah di jamah oleh petualang sama sekali jadi kita kekurangan informasi tentang lantai ini. “ jawab Franky.


“ jika memang benar monsternya menggunakan skill yang bisa menyembunyikan keberadaannya pasti akan merepotkan. “ ucapku sambil melihat sekitar.


Hampir satu jam kami berjalan kami tidak menemukan monster sama sekali, tapi kami langsung dihadapkan dengan pintu bos lantai 50.


Aku sedikit memiliki firasat tidak enak ketika melihat pintu tersebut, kami sempat ingin kembali tapi karena sudah terlanjur sampai di sini kami pun memutuskan untuk masuk dan melawan bos lantai 50.


“ semuanya siaga di posisi kalian. “ ucapkan sebagai komando.


“ baiklah.. “ jawab mereka.

__ADS_1


*BOOOMMMM


Sesampainya di dalam pintu dungeon langsung tertutup dan membuat kami semakin khawatir, walaupun kami sudah terbiasa melawan monster tetapi berbeda jika kita melawan monster yang belum diketahui apalagi saat ini kita sedang di lantai bawah di dungeon yang terkenal akan kesulitan nya.


“ bosnya datang. “ ucapku.


Tiba-tiba ruangannya bergetar dan muncul 2 golem yang cukup besar, golem ini bertipe golem besi yang memiliki kekuatan melebihi golem biasa, jika dilihat dari ukurannya aku sudah menebak bila mengalahkan nya kan cukup sulit.


*RRGGHHH


“ hahaha.. sepertinya ini akan sedikit sulit.. “ ucap Adrax.


“ ini bukan sedikit lagi tapi ini akan sangat sulit. “ saut Franky.


“ jangan gentar kita lakukan seperti dulu.. Serang.. “


Kami membentuk formasi Franky dan Adrax menyeranf dulu, Franky langsung maju ke depan golem, karen daya tahan Franky yang luar biasa dia mampu menahan serangan 2 golen besi sekaligus.


“ Boneka raksasa serang aku.. Provoke.. “ teriak Franky.


*BOOOMMMM


Sedangkan Adrax memancing agar golem terpisah sehingga kami bisa melawan satu persatu.


“ Siera, Tresca, Vian, Fiora kalian bantu Franky, Hazel, Angelica, ikut aku membantu Adrax. “ ucapku memberi komando.


“ Siap.. “ jawab mereka bersamaan.


“ Serang.. “ teriaku.


Aku membagi tugas menjadi dua akan lebih mudah untuk mengalahkan bos golem, jika salah satu tim sudah selesai maka bisa membantu tim yang lainnya.


“ Selena lindungi mereka dari mara bahaya.. Jawablah. “ Hazel merupakan sihir. “ aku memberikan buff yang meningkatkan daya tahan dan daya serang kalian karena aku harus menghemat mana untuk pulang nanti. “ sambung Hazel.


“ tidak apa-apa ini sudah cukup membantu. “


Angelica terus-menerus meluncurkan serangan ke golemnya “ Rui.. Sekarang.. “


“ ayo segera kita akhiri ini, Dark elemental enhance.. “ aku menggunakan elemental kegelapan untuk memperkuat seranganku. “ Adrax kita serang bersama.. “


“ baiklah.. “ jawab Adrax dengan semangat


*BOOOMMMM


Aku dan Adrax menyerang bagian dadanya dengan sangat kuat.


“ apakah berhasil? “ ucap Adrax.


“ jangan berkata seperti itu. “ ucapku.


Golem itu bangun kembali, walaupun serangan kami sangat kuat tetapi karena seluruh tubuhnya terbuat dari besi dia hanya mengalami sedikit kerusakan.


“ gara-gara mu bilang seperti itu. “ ucapku.


“ kenapa aku disalahkan. “ jawab Adrax.

__ADS_1


“ Rui.. Adrax.. Jangan lengah. “ Teriak Angelica.


“ sudah kuduga ini akan terjadi, lantai dungeon yang belum pernah di jamaah pasti akan sulit untuk ditaklukkan. “


“ serang kaki dan tangannya terlebih dahulu untuk mencegah pergerakanya, jika dia tidak bisa bergerak kita akan mudah untuk mengalahkanya. “ ucap Hazel.


“ ayo kita coba.. “ aku dan Adrax mulai menyerang nya lagi kali ini kami fokus untuk mencegah pergerakan golem dengan menyerang bagian kaki dan tangannya terlebih dahulu.


Serangan golem sangat berbahaya karena daya hancur area yang cukup kuat jadi aku lebih berhati-hati untuk menyerangnya.


“ kerasnya.. “ ucap Adrax menyerang bagian kaki kanan.


“ serang terus dan perhatikan serangannya jangan sampai kau terkenal serangannya. “ ucapku sambil mebebas kaki kiri.


Saat aku berbicara golem itu pun mulai menyerang dengan menghantam kan tangannya ke tanah dan menyebabkan tanahnya hancur,


Untung saja aku dan Adrax sempat menghindar.


“ wahh.. Untung aku tidak jadi rempeyek. “ ucap Adrax.


“ datang lagi.. “ teriak Angelica.


Golem itu menyerang lagi dengan meluncurkan tangannya ke arah kami.


“ oii.. bisa sopan dikit gak? “ teriak Adrax.


“ golem itu sangat kuat dan juga sangat keras, tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan. “ aku kamu dan mulai menyerangnya lagi.


“ benar sekali.. aku tidak sabar untung melihat hadiah apa jika kita berhasil mengalahkanya. “ Adrax ikut menyerang juga.


“ jadi seperti ini rasanya melawan monster kuat di dungeon, boleh juga.. kalau begitu akan aku tunjukkan kekuatanku yang terbaik.. wahai cintario.. guru dari semua pahlawan.. busur mu bagaikan jalan untuk mereka.. tarik anak panahmu dan berikan kehakiman kepada kejahatan.. El.. Centario.. “ Angelica menyerang dengan panah sihir.


Anak panah sihir Angelica berubah menjadi bentuk centario, golem tersebut berusaha menutupi kepalanya dengan tangannya tapi serangan Angelica sangat kuat dan kedua tangan golem tersebut langsung hancur berkeping-keping.


“ hmmm... Rasakan itu. “ Angelica tersenyum sombong.


Tidak mau kalah Adrax melakukan serangan yang sangat kuat dan berhasil menghancurkan kaki kanannya. “ kenapa Rui.. kenapa kau lemah seperti itu.. Hahaha.. “ Adrax mulai mengejeku.


“ oii.. Adrax apa kau tau sesuatu? “ teriaku.


“ apa yang kau katakan? “


“ atas.. “ aku menunjuk ke arah atas.


“ atas? “ Adrax pun melihat ke arah atas dan terkejut. “ ehhh.... “ Adrax berlari menjauh karena golemnya ambruk arahnya.


*BOOOMMMM


“ ahh hampir saja.. “ Adrax menoleh ke arahku. “ bercandanya gak lucu. “ adrax terlihat kesal.


“ maaf.. “ aku sambil menahan tertawa. “ sepertinya sudah selesai, bagaimana dengan mereka sepertinya mereka sedikit kesusahan. “ aku melihat ke arah Franky dan yang lainnya.


Karena tangan dan kaki golem yang kami lawan sudah hancur maka dia sudah tidak bisa bergerak lagi dan mudah untuk mengalahkanya, tetapi Franky dan yang lainnya belum selesai.


“ apa kita harus membantu mereka? “ tanya Adrax.

__ADS_1


“ biarkan saja mereka.. biar mereka bisa bekerjasama dan menyalahkanya kalau terjadi apa-apa baru kita ikut membantu. “ ucapku.


“ kalau kau bilang begitu ya sudah. “


__ADS_2