
Aku melihat kelompok pengintai kembali dan menghampiri mereka. “ kalian sudah kembali, jadi bagaimanabagaimana keadaan di dalam dungeon. “ tanyaku.
“ biarkan kami istirahat terlebih dahulu, setelah ini aku akan menjelaskanya. “ jawab Bernad.
“ kalau begitu istirahatlah yang cukup. “ ucapku.
Matahari telah tenggelam. Adrax memintaku untuk berkumpul untuk membahas apa yang terjadi di dalam dungeon.
“ Bernad, apa saja informasi yang kau dapatkan di dalam dungeon. “ Tanya Adrax.
“ benar kata kalian, saat kami memasuki dungeon awalnya kami tidak menemukan kejanggalan sama sekali di lantai atas, tetapi saat kami memasuki lantai 23 kami melihat goblin yang memiliki satu tanduk di dahinya, kami terus turun hingga lantai 35 kami melihat ular yang juga memiliki tanduk, tetapi untuk ukuran sebesar itu tidak mungkin berada di lantai 35. “ jelas Bernad.
“ lalu informasi apa lagi yang kau dapatkan. “ Tanya Adrax sekali lagi.
“ aku minta maaf, karena jumlah dan kekuatan tim pengintai tidak akan bisa melawan ular itu aku menarik tim pengintai untuk mundur. “
“ Tidak apa-apa itu bukan salahmu, dari awal aku sudah bilang untuk mengutamakan nyawa kalian. “ ucap Benevain.
“ Bernad, apa kalian melihat minotaur di lantai 35? “ tanyaku.
“ di lantai 35 tidak ada monster yang masih hidup, aku hanya melihat bangkai monster yang berserakan saja. “ jawab Bernad.
“ kenapa aku melupakanya Gama sudah menghabisi semua minotaur di lantai 35, aku harus mencari Gama kekuatannya sangat berperan besar di misi Pembantaian. “ pikirku.
“ dimana Alwis aku tidak melihatnya dari kemarin. “ ucapku.
“ aku menyuruhnya untuk mempersiapkan pasukan tambahan untuk misi Pembantaian besok, dia akan sampai disini dengan pasukan tambahan tengah malam nanti. “ jawab Benevain
“ maafkan kami sampai anda menambah pasukan lagi. “ ucapku sambil menundukkan kepala.
“ tidak apa-apa lagian ini adalah tugas kami. “ jawab Benevain sekali lagi.
“ untuk misi besok kita serahkan kepada Panglima Benevain dan Alwis saja. “ Adrax membuka tas dan mengambil anggur. “ bagaimana kalau kita minum anggur dulu. “
“ HaHaHa... Kau pengertian sekali, tidak ada salahnya untuk bersantai sesekali, terimakasih Adrax.. “ ucap Benevain sambil tertawa.
“ Tidak juga, aku hanya ingin minum bersama Panglima saja. “
Karena Adrax membawa anggur kamipun bersantai sambil bercerita tentang pengalaman masing-masing bahkan sampai panglima Benevain dan Adrax tidak henti tertawa,
Selang beberapa waktu kami mendengar suara Dentuman yang amat sangat keras kami semua pun berlari keluar dan melihat asap yang tebal.
Seorang prajurit berlari kearah kami dan berkata. “ Panglima Benevain keadaan ini sangat darurat, monster keluar dari dungeon. “ ucap prajurit sambil ter engah-engah.
__ADS_1
“ apa katamu monster keluar dari dungeon. “ ucapku terkejut.
“ bodohnya... Hal ini seharusnya tidak bisa terjadi. “ bentak Benevain.
“ saat ini semua prajurit sedang melawan para monster, tetapi ada monster yang sangat besar. “
“ kalau begitu kerahkan kemampuan kalian, aku dan Bernad akan mengukur waktu selama mungkin sampai pasukan bantuan datang, Rui dan Adrax ambil senjata kalian dan beritahu para petualang. “ perintah Panglima Benevain.
“ Baiklah, Ayo Adrax. “ ucapku.
“ monster sialan, merusak suasana damai yang sudah lama tidak aku rasakan. “
Kamipun langsung pergi membangunkan petualang yang masih tertidur dan memberitahukan serangan monster.
“ semuanya dengarkan aku, gerbang dungeon telah dihancurkan dan monster di dungeon naik ke permukaan, para prajurit sedang mengukur waktu dan juga bala bantuan sedang menuju kesini, semuanya... Majuuu... “ teriak Adrax memimpin.
“ HAAAAA.... “ teriak semangat para petualang.
Sesampainya di tempat pertarungan, para petualang langsung berpartisipasi salam pertempuran, saat melihat mereka bertempur seakan akan aku melihat peperangan yang sangat kejam, selain mayat monster juga ada mayat dari prajurit dan petualang yang Tumbang,
“ aku tidak akan diam saja, kita aku harus membantu mereka, “ pikirku dan langsung masuk ke pertempuran.
“ ayo Rui. “ ajak Adrax.
“ Five consecutive Slasher!! “ ucapku mengaktifkan skill.
*BOOOMMMM Tiba-tiba di depanku ada ledakan besar yang di sebabkan Vian.
“ aakkhh... Vian bisakah kau sedikit berhati-hati... “ teriak ku.
“ maaf aku tidak sengaja. “ jawab Vian sambil tertawa.
“ dari mana saja kau Vian. “ ucap Adrax sambil menghajar monster.
“ aku ada beberapa urusan jadi aku terlambat. “ Jawab Vian sekali lagi.
“ kalau kita sudah berkumpul ini akan menjadi mudah. “ ucapku sambil tersenyum. “ teman-teman mari kita semua bersenang-senang. “ teriak ku menyemangati semuanya.
Pertempuran masih berlanjut hingga menjelang fajar. Jumlah monster sudah mulai menyusut tetapi para prajurit dan petualang sudah terlihat kelelahan.
“ Cih... Sebenarnya berapa jumlah mereka, kami sudah kewalahan tetapi mereka terus bermunculan. “ ucapku kelelahan.
“ Rui apa kau baik2 saja? “. Tanya Bernad.
__ADS_1
“ aku tidak apa-apa. “ jawabku.
“ Rui aku dan Vian akan membantu petualang di sayap kanan. “ ucap Adrax.
“ baiklah. “ jawabku.
Beberapa menit kemudian pasukan bantuan datang bersama Alwis dan anggota guildku, kedatangan mereka semua dapat menekan jumlah Moster.
“ GUARD SHIELD.. “ teriak Franky menciptakan pelindung ke lini depan.
“ bakar semua musuh... BLOSSOM FIRE... “ teriak Hazel melakukan serangan.
“ Eldor sang dewa penguasa langit pinjamkanlah kekuatanmu untuk menghancurkan musuh dengan cahayamu.. LIGHT BLAST.. “ ucap mantra Alwis.
“ menarilah di antara hembusan angin.. Wind Slash.. “ Tresca juga mulai menyerang.
“ semua pasukan Maju!!! “ teriak Alwis.
“ HAAAAA... “ teriak semangat para pasukan.
Sementara Fiora bergabung dengan tim medis untuk mengobati yang terluka.
“ Hebat sekali mereka.. Semua monster hampir di kalahkan, kalau terus begitu sebentar lagi pertempuran ini akan berakhir dengan kemenangan kita. “ pikirku.
*DOOMMMMM
Tiba-tiba ada sebuah monster yang sangat besar keluar dari dalam dungeon, Monster itu disebut Chimera, Chimera adalah makhluk yang terdiri dari dua atau tiga makhluk yang menjadi satu dan yang kita hadapi adalah Singa setengah Kambing dengan ekor Ular, setiap bagian tubuhnya juga memiliki kepala yang memiliki satu tanduk di dahinya.
Kemunculan Chimera menyebabkan ketakutan ke semua orang yang ikut berperang. Beberapa petualang lari karena ketakutan.
“ apa mungkin... “ ucap Bernad terkejut.
“ Apa maksutmu? “ tanyaku.
“ Ular yang aku lihat di dalam dungeon ternyata adalah Chimera, di dunia ini Chimera diartikan sebagai keegoisan dunia, Chimera terwujud karena adanya rasa Egois di dunia. “ jawab Bernad.
“ Sepertinya bosnya sudah keluar. Apakah kita bisa mengalahkannya. “ ucapku sedikit ketakutan.
“ Kalau terus begini jumlah korban jiwa akan semakin banyak, Sial.., kenapa harus seperti ini, siapa sebenarnya dalang dibalik ini“ pikirku.
*AAAAAARRRRRGGGGGGHHHHHH
Suara raungan Chimera yang membuat prajurit dan Petualang ketakutan bahkan juga ada Monster yang lari karena ketakutan.
__ADS_1
“ Sepertinya tidak ada pilihan lain selain melawanya, jika tidak dia akan menyebabkan masalah yang besar. “ ucapku.