Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 24 : Dragon Memory


__ADS_3

“ Franky.. “ teriaku sambil melihat kearah Franky yang terjelungup ke tanah. Lalu aku pergi untuk melihat keadaanya, bagian perutnya mulai menghitam, “ Bertahanlah akan aku selesaikan.. “


Walaupun Franky pingsan tetapi Heaven Gate milik Franky tidak batal karena merupakan sihir khusus,


“ aku sudah muak dengan permainan ini, Pendeta agung yang ngomel tentang dosa, kemudian melawan naga, permainan membosankan, bertarung tanpa alasan yang jelas, sialan... “ pikirku. “ Mengamuklah sesukamu... “ tanpa pikir lama aku langsung mengeluarkan monster yang ada di tubuhku.


Setelah tubuhku dikuasai dia aku hanya bisa melihat saja tak bisa melakukan apapun, aku melihat monster gila yang perlahan Menghabisi seekor naga yang sudah terkurung, memotong sayapnya, mematahkan kakinya, dan menghancurkan tubuhnya perlahan-lahan, ketika monster yang menguasai tubuhku ingin mematahkan tanduknya tiba-tiba aku kembali ke tubuhku.


Aku menatap sebentar naga itu “ apa yang ingin kau beritahu kepadaku? “ mata naga itu seperti ingin mengatakan sesuatu kepada ku, dian aku turun dari kepalanya dan menyentuh kepala naga itu.


Tiba-tiba saja di pikiranku terlihat sebuah air yang menetes dan sekitarku langsung menjadi putih dan tidak ada apa-apa, tiba-tiba aku melihat sosok laki-laki berdiri di depanku.


“ terima kasih kau sudah mengerti maksudku? “ ucap laki-laki yang berdiri di depanku.


Lagu sudah mengira kalau laki-laki itu adalah naga yang aku lawan “ matamu terlihat sekali ingin mengatakan sesuatu kepadaku. “ ucap ku.


“ lihatlah. “ ucapnya, kemudian aku melihat sebuah gambaran tentang memori naga itu, aku melihat seorang ibu yang melahirkan bayi yang memiliki rambut hitam dan mata merah yang mirip denganku.


“ suamiku lihatlah anak kita sangat manis. “ ibu yang melahirkannya. Tetapi ayahnya hanya diam dan tidak berkata sama sekali.


Kemudian bayi itu menjadi anak-anak yang berumur sekitar 10 tahun, dan aku melihat anak itu sedang bermain dengan kakak perempuannya tetapi orang tuanya memandang dengan pandangan tidak suka. Kemudian kakaknya mengajaknya untuk bermain di luar, saat dia berjalan dengan kakaknya di luar orang-orang melontarkan hinaan kepadanya “ lihatlah anak itu memiliki mata merah... anak iblis... bukankah dia anaknya orang itu... dia akan mendatangkan bencana... lebih baik dia mati saja... “


“ kakak aku sangat takut. “ ucap anak laki-laki itu ketakutan.


“ tidak apa-apa jangan takut. “ kakak perempuannya sambil mengusap kepalanya.


Kemudian mereka pergi bermain di bawah pohon di dekat hutan.


“ kakak apakah semua orang membenciku? Apakah kakak juga tidak suka denganku? “ ucap anak itu sambil menangis.


“ aku juga tidak tahu, tetapi satu hal yang pasti, tidak mungkin aku akan membenci adikku yang sangat manis ini. “ jawab kakaknya sambil tersenyum

__ADS_1


Hari menjelang sore mereka pulang ke rumah, tetapi ada hal yang mengejutkan di rumahnya, orang tuanya berdiri memegang pisau.


“ kami pulang. “ ucap kakaknya sambil menggandeng tangannya. “ ayah ibu kenapa kalian memegang pisau? “ sambung ucapan kakaknya.


“ kakak aku sangat takut. “ ucap anak itu bersembunyi di belakang kakaknya.


“ sini ikut ayah. “ ucap ayahnya sambil menyeret anak itu, kemudian anak itu dilemparkan.


“ akibat matamu yang merah keluarga kita menjadi bahan hinaan orang-orang, seharusnya aku tidak melahirkan mu. “ ucap ibu anak itu.


Kemudian ayah dan ibunya menusukkan pisau ke anaknya, kakaknya berlari berusaha melindungi adiknya namun malah dia yang terkenal tusukan pisau.


“ ka-kakak... Jangan tinggalkan aku. “ ucap anak itu sambil memeluk kakaknya yang sudah mati.


“ ini semua salahmu. “ ucap ayahnya. “ kau yang sendirilah yang membunuh kakakmu. “ saut ibunya.


“ kakak.. “ anak itu tetap memeluk kakaknya dan matanya menyala merah.


Kemudian orang tuanya berusaha membunuhnya lagi tetapi dalam sekejap orang tuanya langsung hancur tidak tersisa.


3 bulan lamanya anak itu dijadikan budak di paksa bekerja dengan upah makan sedikit kadang juga dihukum dengan di cambuk karena melakukan kesalan, selain anak itu juga asa anak-anak lain yang di jadikan buruk, hampir setiap hari anak itu melihat anak lain mati di dalam tambang, tepat di hari itu anak itu sakit demam yang tinggi tetapi tetap di paksa untuk bekerja.


Dia di cambuk oleh salah satu penjaga di tambang itu “ jangan bermalas-malasan, ayo bekerjalah hasilkan uang untuk kami. “ ucap penjaga tambang sambil mencambuknya.


Kemudian anak itu tersungkur dan kemudian penjaga mencoba membangunkanya tetapi penjaga itu langsung hancur tidak tersisa. Kemudian tumbuh tanduk di kepalanya tumbuh juga ekor dan sayap, anak itu berdiri matanya memancarkan cahaya merah yang sangat terang, kemudian dia membantai seluruh orang yang ada di tambang itu dan hanya menyisakan anak-anak yang di jadikan budak.


Setelah itu dia terbang menuju sebuah kota, anak itu mengamuk seperti monster menghancurkan seluruh isi kota hingga tidak ada yang tersisa, kemudian para pahlawan datang dan berhasil membunuh anak itu.


Tiba-tiba rekaman memori itu berhenti dan aku kembali ke tempat putih yang luas.


“ itu adalah ceritaku, di akhir hayatku waktu itu aku mengucap sumpah untuk menanggung semua perasaan buruk yang ada di seluruh dunia. “ ucap naga itu di depanku.

__ADS_1


Aku meneteskan air mata “ aku mengerti setelah melihat itu semua. “


“ Setelah itu aku di reinkarnasi ke dunia ini, aku berada di sebuah gunung dengan wujud naga, kenanganku di duniaku dulu tetap ada, aku menghabiskan waktu di gunung merenungi semua kejadian yang lalu, kemudian si pendeta sialan itu datang dan menyegelku. “


“ karena itulah kau berada di sini, mereka tidak punya akal sama sekali. “


“ benar sekali, aku dialiri dengan sihir kenistaan yang sangat banyak sehingga aku tidak bisa mengontrol diriku..., aku sangat berterima kasih kepada temanmu yang memakai tameng itu karena dia yang pertama kali tau kalau ada yang ingin aku katakan... Sihir khusus ini bisa membuatku berbicara denganmu karena aku melihat sosok diriku di dalam dirimu. “


“ Franky kah?, lalu apa yang ingin kau katakan padaku? “


“ aku ingin kau untuk menerima kekuatanku dan meneruskan sumpahku, tolong akhiri penderitaanku. “


“ kau pasti sangat menderita, di tempat ini aku bisa merasakan deritamu yang sangat dalam. “


“ karena itu aku ingin kau mengakhirinya. “


Disisi lain anggota guild menyusul karena melihat Heaven gate milik Franky.


“ sepertinya Franky hanya pingsan. “ ucap Vian yang mengecek nadi Franky.


“ teman-teman lihat itu... “ ucap tresca sambil menunjuk ke arahku yang sedang berdiri di depan kepala naga. “ kita harus kesana juga. “


Tresca dan yang lainya berlari mendatangiku tetapi Siera menghentikanya.


“ Cukup sampai di sana. “ ucap Siera menghentikan mereka.


“ kenapa kau menghentikan kami? “ ucap tresca.


Kemudian siera mengangkat busur dan mengarahkan ke arah mereka. “ kalu kalian maju satu langkah lagi aku tidak akan segan-segan membunuh kalian.


“ Cih, kalai kau ingin membunuh kami bunuh saja dari pada kami mengabaikan teman kami sendiri. “ teriak Vian.

__ADS_1


Adrax memegang pundak vian. “ hentikan, Siera pasti juga punya alasan sendiri, begitu pula Rui. “


Akhirnya mereka tidak jadi mendatangiku, kemudian mereka membawa Franky ke tenda medis.


__ADS_2