Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 8 : New Bestfriend


__ADS_3

“ apa kau merokok? “ kata vian sambil menjulurkan rokok.


“ aku belum pernah merokok, tapi aku mau mencobanya. “ ucapku penasaran.


“ Merokok setelah makan emang enak banget lho.., karena kau pemula jadi perlahan-lahan saja jangan menyedot ya terlalu kuat. “


*KREK KREK KREK


*SRUUT


*UKHHUUKKK


“ kan sudah ku bilang pelan-pelan saja. “ kata Vian sambil tertawa terbahak bahak.


“ akhh... Tenggorokanku sakit. “ ucapku.


“ orang-orang dulu juga tertawa saat melihat pertama kali aku merokok, minumlah dulu.. Kau bisa mencobanya pelan-pelan jika sudah terbiasa akan terasa nikmat “.


“ ini awal yang buruk. “


“ sekarang kita lanjutkan obrolan sambil minum bir. “


Vian adalah orang yang sangat baik dan seru saat diajak ngobrol, mungkin aku bisa mengajaknya membuat Party dan berpetualang dengannya.


“ ahhh,... Minum bir setelah makan emang sangat enak.. “ ucap Vian. “ lalu apa tadi yang ingin kau tanyakan? “ sambung Vian sambil menuangkan bir di gelas ku.


“ ohhh.. Aku sudah mendaftar petualang tetapi belum mendapat job... Apa kau tau tempatnya? “ tanyaku.


“ kau bisa tanya ke penjaga pos nanti kau pasti di antar olehnya, tapi aneh juga jika kau mendaftar tapi tidak langsung memilih job. “ jawab Vian dengan wajah heran.


“ banyak hal yang terjadi, kalau begitu besok aku akan memilih job. “


“ Apa kau sudah punya Party atau teman yang kau ajak berpetualang? “


“ aku hanya bergabung guild saja. “


“ guild mana yang kau masuk? “


“ guild Harmonious Sacrament. “


“ haaaaaaa? Kau bohong kan? “ jawab Vian dengan wajah kaget.


“ aku benar-benar anggotanya hihihi.. “ ucapku sedikit sombong.


“ hebatnya,.. Bahkan kau yang belum pernah berpetualang bisa masuk ke guild terbesar di kota ini, apa yang kau lakukan hingga bisa masuk ke guild itu? “

__ADS_1


“ banyak hal yang terjadi. “


“ kau selalu bilang seperti itu... Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku.. “


“ kapan-kapan aku akan menceritakanya. “


“ Sepertinya aku harus segera pulang, kalau besok kau mau mencari job aku akan menemanimu.. Kita bertemu di sini jam 9 pagi oke... “


“ akan aku usahakan. “


“ kalau begitu aku pamit dulu sampai jumpa besok. “


Setelah lama kami mengobrol Vian pergi dan aku kembali ke guild, setibanya di guild aku melihat anggota guildku yang pulang setelah menjalankan quest.


“ oooiiii... Rui.. “ teriak adrax memanggilku.


“ apakah kalian sudah menyelesaikan questnya. “ tanyaku sambil menghampiri mereka.


“ iya kami menyelesaikannya dengan mudah. “ jawab Franky dengan tersenyum.


“ ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian. “


karena aku tidak ingin berlama lama aku langsung mengajak mereka masuk ke guild dan menceritakan hal yang terjadi kemarin saat aku dan Tresca di serang oleh wanita misterius.


“ lalu apa yang ingin kamu bicarakan kepada kami, pasti ini hal yang sangat penting karena kamu mengumpulkan semua anggota guild. “ kata Franky dengan wajah serius.


“ kemarin saat kami berada di alun-alun kami di serang wanita misterius, kemungkinan mereka mengincar salah satu anggota guild atau bahkan mengincar seluruh guild ini, tetapi mereka tidak memberitahukan alasan mereka menyerang kami, tetapi di saat yang terakhir dia membawa vivi yang memakai wujud ku. “


“ hmm apakah itu alasan alun-alun hancur tadi. “ ucap Fiora.


“ tetapi bagaimana keadaan kalian? “ tanya Hazel.


“ kami baik-baik saja, Rui melawan mereka dan mendesak mereka mundur. “ jawab Tresca.


“ syukurlah kalian baik-baik saja. “ jawab Hazel lagi.


“ hebat sekali Rui bisa mengalahkannya. “ kata Franky.


“ tidak, bukan aku yang melawanya.. Aku tidak tau kekuatan apa yang ada di tubuh.. Aku masih bisa melihat tapi tubuh ku di gerakan oleh kekuatan itu.. Walaupun sangat kuat tetapi aku merasakan kalau kekuatan itu berbahaya.. “ jelasku.


“ kalau begitu kita harus memperketat keamanan kita dan kita harus tetap waspada, Tresca aku ingin kau memantau pergerakan mereka melalui vivi. “ ucap Franky.


“ siap. “ jawab Tresca.


“ Hazel dan Fiora bisakah kalian melaporkan ke Pos. “ kata Franky.

__ADS_1


“ siap “ jawab Hazel dan Fiora bersamaan.


“ aku akan mencari informasi ke penduduk. “ sambung Franky.


“ maaf aku memotong, Rui apa kau sudah jadi petualang? Job apa yang kau pilih? Agar aku bisa memasukan mu sebagai anggota resmi di guild. “ tanya adrax.


“ benar juga, aku juga belum mengetahuinya “ ucap Franky.


“ sebenarnya aku belum memilih job, karena ada sebuah hal yang terjadi maafkan aku aku akan menjelaskanya kapan-kapan. Niatku besok aku akan pergi ke pos untuk memilih job. “


“ kalau begitu, Adrax apa kau bisa memaninya dan mambelikan perlengkapan yang bagus untuknya, pastikan kau membelikan perlengkapan terbaik untuk Rui. “ ucap Franky.


“ serahkan saja padaku, aku akan membelikan ya perlengkapan terbaik dan termahal di kota ini, yakan Rui. “ kata Adrax sambil merangkul ku.


“ oii adrax.. Lebih baik kau bayar hutang uang kas mu. “ ucap Hazel dengan aura membunuh.


“ tidak apa-apa kan kali ini kita menemukan material mahal saat menjalankan quest, dan juga hadiah kepada Rui yang melindungi Tresca, kalau begitu kita sudah rapat ini, kalian bisa beristirahat dulu, kalian pasti lelah setelah menyelesaikan quest. “


Akhirnya aku bisa membahas masalah ini dengan anggota guild, semua anggota guild memperketat keamanan dan kewaspadaan karena kita tidak tau rencana dan tujuan musuh,


Keesokan harinya aku dan adrax pergi ke bar untuk menemui vian, Adrax membawa sekantong besar uang, “ Sepertinya adrax terlalu berlebihan. “ pikirku.


“ Rui kenapa tidak langsung ke pos saja? “ tanya adrax.


“ aku kemarin bertemu dengan seseorang, kemarin uangku di curi dan dia yang mentrakrirku di bar. Tetapi kenapa dia lama sekali sekarang sudah jam 10. “ jawabku.


“ kalau begitu kita tunggu saja. “ ucap Adrax.


Kami menunggu Vian di dalam bar tapi vian tidak kunjung datang, jam sudah menunjukan jam 11 siang dan adrax sudah sangat kesal.


“ dasar sialan sampai kapan kita akan menunggunya. “ ucap Adrax dengan wajah kesal.


“ maaf Rui kau pasti lama menungguku, yahh tadi aku ketiduran.. “ ucap vian dengan santainya.


*BRUUUUAK karena kesal adrax langsung memukulnya.


“ sakiittt... Apa-apaan ini tiba-tiba memukulku “ ucap Vian sambil memegangi kepalanya yang benjol.


“ dasar sialan kau kira berapa lama kita menunggumu disini. “ ucap adrax dengan kesal.


“ tunggu dulu adrax. “ belum selesai aku ngomong sudah di potong vian.


“ apa Adrax juara bertahan duel 1 lawan 1, apa aku sedang bermimpi? “ potong Vian.


“ jangan banyak bicara cepat kita berangkat. “ ucap Adrax yang menyeret Vian.

__ADS_1


“ eeehhhh..., sepertinya mereka akrab, bagaimana kalau Vian aku ajak masuk guild. “ pikirku.


Setelah itu kami pergi ke Pos untuk memilih job ku, dan mencari perlengkapan untuk ku, selama perjalanan aku terus memikirkan job apa yang harus aku ambil.


__ADS_2