Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 7 : Bad Day and New Friends


__ADS_3

“ oiya cara memilih job dan mengetahui elemen gimana ya? Seharusnya aku tanya ke Tresca saja tadi. “ pikirku.


Saat jalan-jalan di ibukota aku melihat sebuah kereta yang di kawal banyak prajurit. Mungkin yang ada dalam kereta itu adalah bangsawan atau anggota kerajaan. Pengawasan nya terlihat ketat dan prajurit-prajurit nya terlihat sangat gagah apalagi melihat perlengkapan prajurit yang menambah keinginanku untuk membeli perlengkapan.


“ yosh... Hari ini aku akan membeli perlengkapan “ aku membuatkan tekadku Tetapi ada hal yang membuat aku sedikit ragu yaitu harganya, dari pandai besi yang ku lihat perlengkapan sangat bagus dan pastinya harganya sangat tinggi. Karena aku tidak memiliki uang aku mencari pandai besi yang murah lagian aku juga baru petualang pemula jadinya tidak membutuhkan perlengkapan yang terlalu bagus.


Lebih dari 4 jam aku mengelilingi ibukota dan memasuki gang, dan akhirnya aku menemukan sebuah pandai besi yang bernama Rose.


“ akhirnya aku menemukan pandai besi yang terlihat murah, gausah lama-lama langsung masuk aja “ aku langsung memasuki tempat pandai besi tersebut.


“ yo.. Sepertinya kita punya pelanggan pemula, apakah kau mencari perlengkapan? “ ucap laki-laki si penjual toko.


“ iya, aku mencari perlengkapan... Apa ada perlengkapan yang murah untuk pemula? “


“ hahahah... Kau mendatangi tempat yang tepat yang terbaik di kota inj, aku menjual perlengkapan dari kelas yang paling bawah sampai paling atas dan tentunya murah... Lalu apa job mu biar aku bisa mempersiapkan yang cocok untukmu. “ ucap paman penjual toko dengan semangat.


“ aku belum memiliki job. “


“ jadi kau belum memilih job? Bukan kah saat kau mendaftar seharusnya sudah memilih job? “


“ hehe.. Banyak hal yang terjadi dan tidak bisa di jelaskan.. Apa aku tidak bisa membeli perlengkapan tanpa job? “


“ bisa tetapi itu akan mempengaruhi kemampuanmu, aku sarankan kau untuk memilih job terlebih dahulu agar kemampuanmu maksimal dan Kembali lah besok! “


“ baiklah kalau begitu aku akan memilih job dulu dan kembali besok. “ Kataku sambil melangkah keluar dari toko.


“ jangan lupa ajak Party mu juga, dan bawa uang yang banyak ya.. “ teriak paman dengan keras.


“ baiklah.. “ jawabku sambil teriak juga.


Setelah keluar dari toko aku berniat langsung pergi ke pos untuk menanyakan tentang pemilihan job, tapi ada hal yang mengganjal di pikiranku.


“ emmm... Enaknya aku memilih job apa ya. “ pikirku dengan bimbang. Tiba-tiba ada laki-laki yang berlari dan menyenggolku.


“ maafkan aku! “ teriak laki-laki yang menyenggolku.


“ apa kau baik-baik saja?... EHHH dia sudah pergi jauh kenapa dia lari seperti ketakutan? “ ucapku.


*KRUUUUK


“ Sepertinya aku harus makan dulu sebelum aku pingsan di jalan. “ tiba tiba perutku berbunyi karena lapar. Sebelum ke pos aku memutuskan untuk pergi mencari makanan dan kebetulan di seberang jalan ada sebuah bar para petualang dan aku pun kesana.


Saat aku memasuki bar aku melihat beberapa perualang yang sedang minum tetapi pandangan ku mengarah ke Party petualang yang memakai perlengkapan sangat bagus jelas mereka adalah Party yang banyak uang mereka terdiri dari 3 anggota.

__ADS_1


“ selamat datang... Mau memesan apa? “ sambut mbak pelayan.


“ aku Ingin memesan makanan apa ada yang murah? “ tanyaku.


“ bagaimana kalau nasi mie dan telur? “


“ baiklah aku memesan mie dan telur. “


“ minumnya? “


“ mungkin kopi saja. “


“ kalau begitu aku akan membuatnya, kalau begitu totalnya 25 meins. “ meins adalah mata uang di dunia ini


Di saat aku meraba saku ternyata semua uangku tidak ada aku juga mencarinya di tas juga tidak ada padahal aku sangat yakin sudah membawanya.


“ dimana sih uangku, padahal tadi aku sudah membawanya apakah terjatuh, tunggu dulu... Dasar pencuri sialan... “ pikir ku mungkin laki-laki yang menabraku tadi telah mencuri uangku.


“ apa kau tidak membawa uang? Kalau tidak membawa aku tidak bisa membuatkan pesananmu “ kata kasir bar.


“ maaf mungkin uang ku telah di curi tadi, apa aku boleh minta segelas air putih saja. “ permintaan ku karena sangat haus.


“ kalau hanya air putih aku bisa memberi mu. “ ucap kasir bar dengan memandangiku dengan sedikit tidak suka.


“ Betapa soalnya aku berkeliling kota hampir setengah hari untuk mencari pemandai besi yang murah, ketika ketemu ternyata aku harus memilih job, kemudian aku lapar tetapi uangku dicuri orang, “


“ mbak... Tolong berikan yang dia pesan... Aku juga pesan seperti dia. “ ucap petualang yang mendatangi ku.


“ baiklah tunggu sebentar “ jawab kasir bar.


“ tunggu dulu aku tidak membawa uang sama sekali. “ potongku.


“ tenang saja aku yang akan membayarnya, oii kasir nambah bir buah apel satu botol, jadi berapa totalnya? “ kata perualang dengan setengah berteriak.


“ ini birnya, semua totalnya 175 Meins. “ ucap kasir sambil memberikan bir.


“ oke, makasih “ kata petualang tersebut dengan tersenyum, “ kalau begitu kita cari tempat duduk. “


Karena hanya tersisa tempat duduk akhirnya kami duduk di belakang Party yang terlihat mencolok tadi.


“ cih, padahal aku tidak ingin duduk di dekatnya, Apa boleh buat. “ katanya dengan wajah marah.


Kami pun duduk dan aku bertanya “ kenapa kau melakukan ini. “

__ADS_1


“ maksutmu? “ jawabnya.


“ maksutku kenapa kau mentrakrtirku. “


“ Bukan kah itu wajar, lagian kita juga petualang baru kan uang mu juga di curi tadi. “


“ jadi kau melihatnya? “


“ hal itu sering terjadi di kota ini, tapi biarlah yang sudah terjadi biarlah terjadi, dan karena aku barusaja mendapat imbalan dari pos setelah menyelesaikan quest, ohh iya namaku Benevian kau siapa? “


“ namaku Rui Yamagucchi, aku tidak tau asalku dan dunia ini karena hilang ingatan. “


“ sama kalau begitu aku juga tidak tau siapa orang tuaku, aku di besaran di Panti asuhan tapi aku tidak menyerah suatu saat aku akan bertemu orang tuaku, “ kata Benevian dengan semangat.


“ berarti kita hampir senasib. “ Kataku sambil tertawa bersama.


“ Benevian ada.. “


“ panggil aku Vian saja kusus untukmu. “ Potong Vian.


“ kalau begitu Vian ada yang ingin aku tanyakan! “


belum selesai ngomong makanan kamu sudah jadi.


“ maaf telah menunggu lama. “ kata koki bar.


“ ohh.... Makanannya datang, kalau begitu ayo kita makan dulu Rui pembicaraannya kita lanjutkan setelah makan sambil minum bir! “ ucap vian.


“ kalau begitu se-la-mat ma-kan. “ jawabku sambil berdoa.


“ apa yang kau lakukan? “ tanya vian.


“ maksutmu? “ jawabku dengan bingung.


“ ituu... Kau menempelkan kedua telapak tangan. “


“ ohh... Aku berdoa agar makanan ini di berkahi. “


“ aku tidak mengerti maksutmu, kenapa kita makan perlu berdoa ke Aurora. “


“ gampangnya berdoa bisa mèmper enak makanan. “


“ aku tidak tau itu budaya dari mana tapi kelihatannya itu budaya bagus, bisakah kita melakukannya bersamaan. “

__ADS_1


“ ayo kita lakukan. “


“ 1..2..3..SE-LA-MAT MA-KAN. “ ucap kami bersamaan.


__ADS_2