Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 14 : Limit Break


__ADS_3

Semua prajurit dan petualang yang masih bisa bertarung bersatu untuk mengalahkan monster Chimera, walaupun mereka sudah kelelahan tetapi semangat untuk melindungi rakyat yang berkobar menjadi semangat kami.


“ semuanya jika kita tidak mengalahkan monster itu rakyat bahkan keluarga kita yang akan jadi korban... Jangan patah semangat ayo kita kalahkan monster itu bersama-sama. “ teriak salah satu petualang.


Karena ucapan itu semangat para prajurit dan petualang semakin berkobar dan meningkatkan kekuatan bertarung.


*AAAARRRRGGGGGHHHHHHH *BOOOOMM


Chimera semakin mengamuk dia memporak-porandakan bangunan disekitar gerbang dungeon.


“ Sial seranganku bahkan tidak bisa melukainya sama sekali, bagaimana cara mengalahkanya. “ ucap Adrax.


“ Benar seranganku juga begitu. “ saut ku.


“ kalau begini terus seluruh perjurit dan petualang akan di habis semua, tapi aku tidak akan membiarkanya.... “ teriak semangat Adrax.


“ ayo kita serang bersamaan... “ Ucapku.


Kami berdua berusaha untuk menyerang Chimera bersamaan, Adrax merloncat di depanku tadi langsung dihempaskan oleh Ular Chimera, saat aku lengah Chimera menendangku.


“ sakitnya... Adrax apa kau baik-baik saja.. “ ucapku sambil menoleh ke kanan dan kiri. Saat debu sudah hilang aku melihat Adrax yang tergeletak di retuntuhan bangunan dengan keadaan tubuh penuh darah.. “ Adrax.. Bertahanlah.. Aku akan membawamu ke tim medis. “ ucapku sambil membopongnya.


“ ahh.. Terimakasih Rui.. Berhati-hatilah dengan ekor Chimera itu, ekornya diselubungi lendir racun jika kau terkena kau akan seperti aku.. “ ucap Adrax yang kemudian pingsan.


“ Bertahanlah Adrax... Aku akan mengalahkan Chimera itu dan pergi ke bar dengan Vian. “ pikirku.


Kemudian aku membawanya ke tim medis dan aku juga melihat Vian yang babak belur.


“ Vian..? “ ucapku terkejut.


“ Rui... Cepat taruh Adrax di kasur sebelah situ.. Aku akan mengobatinya sebentar lagi.. “ Ucap Fiora yang sedang berusaha menyembuhkan Adrax.


“ Fiora... Tolong Sembuhkan mereka semua... Tapi jangan paksa dirimu... Aku akan kembali melawan Chimera sialan itu. “ ucapku dengan sedikit marah.


Akupun kembali ke tempat pertarungan... Tapi apa yang aku lihat... Chimera itu menghabisi para prajurit dan petualang seperti semut,


“ Sorching Wind.. “ Tresca memulai seranganya. Tetapi Reflek Chimera sangat cepat dan langsung menyerang Tresca.


Franky berlari untuk melindungi Tresca “ Bahaya... Reflect Wall.. “ tetapi Franky terhempas bersama Tresca.


Bernad, Alwis, dan Hazel terus melancarkan serangan ke Chimera. Tetapi hal itu malah memancing amarah Chimera. Kemudian Chimera Berlari menghampiri mereka dan menghempaskan mereka satu persatu.


Karena melihat mereka aku menjadi teringat kejadian perampokan dan membuat kepalaku sakit.

__ADS_1


“ Franky, Tresca, Hazel, Adrax, Vian, Alwis, Bernad,... Berani sekali... Berani sekali kau menyakiti Teman-temanku yang berharga dasar monster sialan... “ Amarahku sudah tidak bisa aku bendung lagi. “ Siera... LIMIT BREAK...1.000 PERSEN... “ teriakku mengaktifkan limit break.


Limit Break adalah skill dari game yang dulu aku pernah mainkan, skill ini meningkatkan seluruh statistiku menurut persentase tetapi skill ini akan mengurangi HP ku sebesar 10% setiap menit atau bisa dibilang skill ini jika aktif selama 10 menit dan aku akan mati, Semakin besar kelipatan maka semakin besar juga HP yang berkurang.


“ Oke master... System Unlock Limit break 1.000%... Complete. “ ucap Siera mengaktifkan skill.


“ terimakasih siera.. “ Setelah mengaktifkan skill ini kekuatanku akan jadi 10x lebih kuat.


*Doomm tanah pijakanku hancur.


Tanpa pikir lama aku langsung melompat ke atas Chimera, dia berusaha menyerang ku dengan ekornya tetapi aku memukul ekornya.


“ Dasar Sialan... “ ucapku sambil memukul ekornya.


Kemudian aku mengincar kepala singa Chimera tetapi dihadang oleh kepala kambing Chimera aku berusaha untuk memukulnya lagi tetapi terkena tanduknya yang sangat keras. Dan dia menghempaskan ku... Pedang ku terlempar entah kemana.


Luka yang ku terima karena terhempas ke bangunan lumayan parah.


*Dooomm


“ kalau begini terus aku tidak akan bisa mengalahkanya, Siera...LIMIT BREAK... 10.000 PERSEN... “


“ Baiklah Master... System unlock limit break 10.000% “


“ Aku datang... Monster Sialan... “


Karena peningkatan kecepatanku aku bisa menghindari serangan Chimera dan sampai di bawah perutnya, aku langsung memukul perutnya dengan sangat keras hingga dia terhempas ke langit. Aku langsung melompat kearahnya tetapi ular Chimera menyerang ku dan aku memukulnya dengan tangan kiri kepala ular Chimera hancur.


“ Rasakan ini.. “ kemudian aku memukul perut Chimera lagi dan mengempaskanya semakin tinggi.


*AAARRRGGGHHHH raungan Chimera..


Chimera terhempas sangat tinggi karena pukulanku... Menghempas udara sehingga aku berada diatas Chimera tetapi kepala kambing Chimera langsung menghadangku dan aku memukulnya dengan tangan kanan... Karena kepalanya yang sangat keras aku memukulnya 2 kali sampai kepalanya hancur.. Dan tulang tangan kananku juga hancur...


“ akan aku jadikan Kau tidak bisa merang lagi dasar sialan... “


*DOOOMMM DUAAARRR


Kemudian aku mengempaskanya ke tanah dengan menendangnya sangat keras... Karena terhempas ke tanah sangat keras Chimera sudah tidak bisa bergerak, setelah turun aku melihat pedang ku diantara reruntuhan... Kemudian aku mengambil pedangku...


“ Oii... Monster Sialan.. Apa kau sudah tidak bisa melawan.. “ ucapku sambil menodongkan pedang.


Monster itu menatapku dengan mata yang seolah meminta pengampunan.

__ADS_1


“ apa... Kau mau meminta pengampunan...SETELAH KAU MENGHABISI NYAWA RATUSAN ORANG KAU MEMINTA PENGAMPUNAN... “ ucapku sambil teriak penuh amarah.


“ ahh... Sudahlah aku akan memberimu pengampunan... DENGAN MEMBERIMU KEMATIAN TANPA RASA SAKIT.... MATI LAH.... “ akupun memenggal kepalanya.


Akibat dari penggunaan Limit Break tubuhku menjadi hancur dan aku terjatuh ke tanah. “ apakah sudah berhasil... Apakah aku sudah menyelamatkan mereka... “ pikirku. Tiba-tiba ada cahaya suara tertawa.


“ Hahahaha... Sungguh pertarungan yang sangat indah... Dan sepertinya kau sudah berkembang, bahkan sampai bisa mengalahkan seekor Chimera.. “


“ Siapa? “ ucapku lemas.


“ Apa kau suka dengan dunia ini? Jika kau suka akan aku siapkan kejutan besar untukmu, Hahahaha... Sampai bertemu lagi... Rui.. “


Karena keadaan tubuhku yang hancur perlahan aku menutup mata dan pingsan.


“ Rui... Kenapa tubuhmu seperti ini... Ahh pendarahanya tidak berhenti, aku harus segera mengobati ya... “ suara Fiora yang terdengar semakin kabur.


Matahari sudah bersinar terik, Setelah pertarungan melawan monster aneh yang muncul dari dungeon tim medis dan beberapa orang yang dapat bergerak menolong yang sedang terluka.


3 hari kemudian di guild tepatnya di kamarku.


Aku membuka mataku perlahan. “ ahhh.. “


“ Rui kau sudah sadar. “ ucap Tresca langsung memelukku.


“ sakit... Siera lepaskan.. “ teriaku.


“ maaf, syukurlah kau sudah sadar. “


“ memangnya aku pingsan berapa lama. “


“ kau sudah pingsan selama 3 hari... Ohh iya kau harus makan... Pelayan tolong Ambilkan makanan. “


“ baiklah.. “ jawab pelayan.


“ Tresca bagaimana keadaan teman-teman? “


“ mereka baik-baik saja berkatmu. “


“ Syukurlah kalau begitu. “


“ permisi makanannya sudah siap. “ pelayan masuk membawa makanan.


“ Rui makanlah dan beristirahat yang banyak agar kau cepat sembuh. “

__ADS_1


__ADS_2