Mugen Monogatari : Rays Of Aurora

Mugen Monogatari : Rays Of Aurora
Chapter 62 : 1st day tournament Necro party


__ADS_3

Setelah seberbincang dan kami sepakat untuk membagi Party laki-laki dan party perempuan, party laki-laki adalah party yang beranggotakan para laki-laki yang ada di guile yaitu aku, Franky, Destilas Adrax dan Vian sedangkan di party perempuan diikuti Angelica, Hazel, Tresca Estrid dan Siera.


Fiora yang sedabg berpergian tidak bisa iku kami ke kerajaan Eudoria.


Satu minggupun berlalu, kami sudah bersiap di Eurodia kerajaan yang menylenggarakan turname ini, selain itu kerajaan ini memiliki Prasasti Aurora yang megah di tengah alun-alun.


“ aku sudah mendapatkanya. “ ucap Vian menunjukan pembagian jadwal turname.


Akupun langsung membacanya. “ jadi turnamen ini akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, yang pertama adalah turnamen party, lalu akan di lanjutkan turnamen solo. “


“ tentu saja party akan di dulukan, karena turnamen solo lebih menyenangkan daripada turnamen party. “ ucap Estrid.


“ posisi kita berlawanan, yosh.. Kalau begitu kita berusaha sampai final.. Tidak, maksutku party perempuan akan menunggu kalian di final... Ahahahahaha. * Angelica mulai mengeluatkan sifat sombongnya.


“ baiklah.. Aku terima tantanganmu, tapi.. Sebelum kalian menunggu kami di final jangan sampai kalah.. “ ucapku membalas Angelica.


“ besar kepala sekali.. Tapi tidak apa-apa, kita buktikan nanti. “


“ hmm.. Ini akan menjadi menyenangkan. “


Kamipun berpisah, kami sepakat untuk mencari penginapan yang berbeda agar adil saat tunamen.


“ oii.. Bukankah kita sudah menghindar? “ ucap Adrax di depan pintu.


“ lalu kenapa kau ada di sini. “ sambung Vian.


“ bukankah aku yang harus bertanya.. “ jawab Hazel menatap tajam Adrax dan Vian.


“ hmm.. Hmm.. “ Tresca hanya menganggukkan kepalanya.


“ Sial.. * Adrax langsung menutup pintu dengan keras.


Hazel pun masuk ke kamarnya “ apa kalian puas? “


“ terimakasih Hazel.., aku memang tidak bisa jauh darinya. “ ucap Angelica.


“ apa yang kau katakan? “ tanya Estrid.


Wajah Angelica langsung memerah. “ bu-bukan apa-apa lupakan saja. “ ucap Angelica sambil menutipi mukanya dengan buku.


“ nanti malam aku ingin membuat anak dengan Master. “ ucap Siera dengan wajah polos.


“ aku juga.. “ saut Tresca dengan wajag polos juga.


“ bagaimana jika bersama? “


“ dia juga akan senang jika duhibue dua wanita. “


Hazel yang melihat mereka bertiga berfikir “ mereka tidak waras, yang penting masih ada yang normal... “ Hazel memandang ke arah Estrid.

__ADS_1


“ a-apa membuat a-anak, itu berarti melakukan i-itu.. d-dan 2 wa-wanita. “ Estrid langsung gagap.


Sebenarnya Estrid tidak pernah belajar tentang hubungan lebih lanjut dikarenakan keluarganya yang bangsawan sehingga membuat hal tersebut tidak patut di pelajari.


“ sama saja.. Hari menyusahkan akan segera dimulai.


Hasilnya kami menginap di penginapan yang sama dan kamarnya saling berhadapan.


Matahari pun terbenam, aku dan party ku menyusun rencana untuk pertandingan besok.


“ lawan kita besok adalah party Tears of Archangel, mereka beranggotakan 1 archer, 2 warrior, 1 mage, 1 assain. “ Franky menjelaskan keadaan musuh.


“ tim komplek kah.. “ Destilas terlihat sangat serius saat mengamatinya.


“ melawan tim kompleks seperti ini akan sedikit sulit. “ ucap Adrax.


“ tidak.. Kunci dari tim mereka adalah mage, kemungkinan mage tersebut adalag mage semi support, selama yang aku pelajari ini adalah tipe pertarungan hyper carry dimana semua bergantung kepada pertahanan mereka. “ Destilas langsung mengungkapkan pendapatnya.


“ tapi.. tanker mereka tidak akan membiarkan kita semudah itu, lalu bisa saja salah satu dari tanker adalah semi support. “ ucap Vian.


“ kemungkinanya sangat banyak, sepertinya mereka yang mengikuti tunamen ini sudah berlatih sangat keras untuk memenangkanya. “


“ aku punya sebuah rencana.. Bagaimana jika.. “ Franky pun menjelaskan rencananya dengan sangqt detail.


Tidak terasa kami membahas rencana hingga larut malam, kamipun tertidur di lantai karena terlalu mengantuk.


Akhirnya matahari pun terbit, akupun membangunkan yang lainya lalu bersiap-siap, saat keluar dari penginapan aku melihat banyak orang yang berjalan ke arah arena baik penononton maupun para petualang yang ikut serta dalam turnamen.


Selagi kami bersiap, di arena ada parade yang sedang menunjukan berbagai pertunjukan, para penononton bersorak hingga terdengar sampai ruangan kami.


“ alu jadi gugup.. “ ucap Vian.


“ tenag saja.. Tarik celanamu.. Lalu kencangkan selangkanganmu.. “ Destilas memperagakan apa yang dia katakan ke Vian.


“ sama sekali tidak membantu.. “


“ tentu saja kita gugup mendengar sorakan sekeras itu.. Tapi hilangkan rasa gugup di hatimu dan kita hancurkan musuh kita. “ Franky memasang wajah Serius yang menakutkan.


“ halo-halo.. Pemandu acara disini.. Acara yang kita tunggu-tunggu akan segera dimulai.. Di pertandingan pertama party Necro akan melawan party Tears of Archangel.. Untuk kedua party silahkan memasuki arena. “ pemandu Acara terlihat sangat bersemangat.


Melihat Franky yang bersemangat membuat darahku mendidih. “ yoshh.. Kita kalahkan mereka. “ Ucapku sambil memakai topeng untuk menyembunyikan identitas ku.


“ yaa.. “ sorak kami bersamaan.


Kamipun memasuki arena dengan penuh semangat, saat kami baru saja masuk ke arena ternyata party lawan sudah menunggu kami. “ party lambat sekali.. “ ucap ketua party lawan yang memakai tombak.


“ maaf.. Aku telambat.. Tapi tenang saja kami akan mempercepat kekalahan kalian. “ ucapku dengan Sombong.


“ sipp.. Aku suka kata-katamu. “ Adrax menyikut ku.

__ADS_1


“ tidak akan aku biarkan. “ party lawan mulai mengambil kuda-kuda.


“ kalau begitu semuanya kita hitung mudur sama-sama.. “


“ 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. Start.. “ para penonton menghitung mundur bersamaan.


*WUSSHH angin bertiup kencang.


Tiba-tiba langsung muncul kabut dengan cepat, pandangan kami langsung terhalang oleg kabutnya.


“ sial.. Dia menggunakan udara lembab untuk membuat kabut. “ pikirku.


*SWOOSHH aku mendengar anak panah yang mengarah kepadaku, spontan aku langsung menangkisnya dengan pedangku.


Lalu asassin musuh di belakangku dan ingin menyerangku, tanpa melihatnya aku mengarahkan pedangku ke belakang untuk menangkis belatinya. “ trik murahan seperti ini tidak berlaku untukku. “ akupun membalik menyerangnya tapi dia berhasil menghilang.


Archer musuh menghujaniku dengan panah, Franky yang melihatku langsung melindungiku. “ kabut yang merepotkan. “ ucap Franky.


Para penonton juga tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di arena. “ apa yang terjadi di sana.. Kabut menutupi seluruh arena.. Apa mereka lakukan.. Ini membuatku sangat penasaran. “


“ bagaimana? “ ucap ketua party lawan.


“ dia sangat kuat. “ jawab asaasin lawan.


“ apa kalian sudah selesai.. Jika sudah sekarang giliran kami.. Destilas.. “ teriaku.


“ Magma Armor.. “ udara panas yang di timbulkan Destilas membuat kabut menghilang karena menguap.


Setelah kabut menghilang, Adrax dan Vian langsung berlari ke arah warrior lawan, Vian menghadapi warrior yang memakai pedang sedangkan Adrax menghadapi Warrior yang membawa tombak, mereka berdua menghantamnya dengan kapak mereka.


“ barrier.. “ mage musuh langsung melindungi temanya sehingga serangan mereka gagal.


“ cih.. Mereka pintar juga.. Tapi jangan lupa masih ada aku.. “ ucap Archer musuh yang berdiri di angin yang di padatkan.


“ aku tidak lupa kok. “ Destilas berada di belakangnya, kemudia dia menghantam archer musuh sehingga terjatuh ke tanah dengan sangat keras, destilas memanfaatkan tekanan uap di kakinya untuk terbang


“ Touch of Death.. “ Franky menggunakan sihir ke mage lawan berupa rantai yang menjerat dan menyerap mana lawan.


Adrax dan Vian juga sudah berasil mengalahkan warrior lawan.


“ sekarang tinggal si asassin. “ aku melepar pedangku ke sisi kananku.


*WUSSHH Pedangku yang aku lemparkan menggores tangan Asassin yang sedang menghilang.


“ sudah aku bilang, kalau kami akan mengakhiri ini dengan cepat. “ ucapku dengan sombong.


“ apa ini.. Party Necro sudah mengalahkan patry Tears of Archangel dalam sekejap.. Tapi dari party Necro laki-laki bertopeng itu tidak melakukan apapun sepertinya dia sudah yakin akan kemenanganya..hal seperti ini membuatku semakin tertarik dengan guild party Necro.. Aku tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan mereka besok.. Kalau begitu kita lanjukan ke pertandingan selanjutnya.. “


Pertandingan kali ini kami lewati dengan sangat mudah, sebenarnya lawan memiliki komposisi tim yang bagus dan penempatan yang tepat, tapi kordinasi mereka hancur sehingga membuat pertandingan ini sangat mudah bagi kami.

__ADS_1


“ hari ini memang mudah.. Tapi di tingkat selanjutnya pasti akan lebih sulit. “ pikirku.


__ADS_2