Musuh Jadi Pacar

Musuh Jadi Pacar
#10# "Makin cemburu dianya"


__ADS_3

Tentu saja jika ada yang memfotokannya dari kejauhan pasti mereka berdua sedang ciuman padahal nggak sama sekali.


"Semakin dekat kamu semakin cantik" rayu Teejay, mendekatkan mukanya kemuka Kia.


"Dasar otak mesum ko ya" Kia bukannya tergoda malah marah dan menepis wajah Teejay dari hadapannya "kalo kau bosan sekolah sini, yaudah pindah, gak usah buat aku dalam masalah" Kia marah kepada Teejay, ingin saja dia melemparkan laki laki yang ada dihadapannya itu.


"Yaelah, kan cuman gua tatap dari kedekatan kali bukannya gua apa apain, gua juga masih smp kale" Teejay tersenyum diakhir katanya, senyumnya sangat menggelikan bagi Kia.


"Tejay kamu apa apaan sih, gak hargain aku banget" kesal Claudia.


Kia yang mendengarnya heran, "nih orang gila apa geger otak yah, dah lihat orangnya gitu, masih aja minta dihargai sama dia?, yah kali Dia" ketus Kia, Dia adalah panggilan singkat Claudia.


"Eh, emangnya loe siapa mau minta dihargain?" jawab Teejay cuek.


"Setidaknya kalian berdua kalau mau selungkuh, gak harus dihadapan ku, kasihan abangku jadi sasaran cewek seperti kamu" kesal Claudia, sebenarnya Claudia kesal bukan karena abang nya, melainkan cemburu.

__ADS_1


"Dia, asal kamu tau yah, aku gak pacaran sama abang mu, kau kok bilang gitu" kesal Kia.


"Halah, bilang aja mau pura pura jomblo, biar ada lowongan untuk Teejay" kesal Claudia.


"Kalau gua mah selalu ada dihati cewe cewe kali" Teejay mengucapkannya dengan agak meninggi kan hatinya.


"Bisa diam gak sih?" kesal kedua perempuan yang sedang berdebat.


"Idih kompak kompakan lagi" Teejay yang melihatnya heran.


"Gak usah sok kompak deh, anggap aja kita gak pernah bersahabat bahkan kenal" ketus Claudia dengan emosi "sekarang kalian berdua milih siapa untuk kalian sahabatin" Claudia memberi pilihan kepada Dian dan Eva yang pas ada disitu.


"Dia, kami berdua gak bisa memilih, maaf" jawab Dian setelah memikirkan kebersamaan mereka yang hampir tiga tahun tiba tiba bisa pecah.


"Oke kalau gitu, aku yang pergi, dasar teman makan teman" kesal Claudia.

__ADS_1


"Eh kalian kok tiba tiba berantem sih" Teejay yang dari tadi menyimak percakapan mereka merasa aneh "Claudia, loe gak usah takut, gua sama Kia belom pacaran kok" Teejay menenangkan Claudia, bukan karena suka melainkan tidak enak hati saja, karena Teejay merasa bahwa dia lah sumber masalah.


"Aku gak butuh penjelasan" Claudia ketus ke Teejay, padahal hatinya sangat senang mendengarkan namanya dipanggil oleh cowok idaman nya, entah kenapa sekarang gadis itu berbeda, dia sekarang sangat licik hanya karena cemburu.


"Puas kan kau, entah kenapa, kau pertama kali datang, udah sangat membuatku sangat aneh" Kia marah pada Teejay.


"Kia sabar, udahlah, yang salah itu bukan Teejay" ujar Dian.


"kalian berdua hanya melihatnya sepenggal, nggak semuanya" jawab Kia.


"Tapi, jika loe memang pacaran sama abang nya Claudia kenapa loe tidak mengakuinya?" tanya Teejay dengan wajah heran.


"Gilak kali kalau Kia pacaran sama dia" jawab Eva.


"Iya, abangnya kan sangat bandel" jawab Dian.

__ADS_1


"Udah udah, kita keluar aja gak usah ngomong sama dia" ketus Kia dan pergi berjalan menuju keluar namun tiba..


"SAMPAI SINI DULU YAH GUYS"


__ADS_2