Musuh Jadi Pacar

Musuh Jadi Pacar
#14# #Teejay perhatian#


__ADS_3

Seperti biasa Kia dan Teejay selalu saja berjumpa di kelasnya, apalagi mereka sebangku, pastinya saling tatap tatapan, hingga membuat Kia selalu mual, seperti ibu hamil.


"Hai cantik" sapa Teejay.


"...." Nia diam dan memutar bola matanya dengan malas, matanya tiba tiba saja sakit ngelihat pemandangan didepan nya.


"Dah sehat belom?" Teejay meperhatikan cara kaki Kia berdiri dan menatap tangan nya yang tergores semalam.


"Apaan sih, sok perhatian deh" Kia menepis tangan Teejay dari tangannya.


"You are so cute" Teejay mencubit pipi nya dengan lembut.


"Apaan sih, sekali lagi kau sentuh,ku teriak ni" Kia yang semakin kesal dan muak melihat orang didepan nya.


"Sekali kali senyum dong, plis" rayu Teejay.


"Boro boro senyum, kau bilang muka biasa aja gak bisa, rasanya mukak ku mau marah aja nengok kau didepanku" kesal Kia, semakin lama Kia semakin galak.

__ADS_1


"Bruk" tiba tiba badan Kia terjatuh kemeja. Badan Kia terjatuh kemeja karena Claudia yang sengaja menyerempet badan mungil Kia dengan badan nya.


"Makanya jangan menghalangi jalan orang" Claudia yang salah malah dia yang ngomel. Dasar hidup.


"Maaf dah menghalangi jalan mu Dia" Kia tidak salah tapi malah Kia yang harus meminta maaf.


"Eh Kia, kok jadi lo sih yang minta maaf, yang salah kan Claudia" pembelaan Teejay, yang masih waras.


"Hallo" "Hai" Eva dan Dian yang baru masuk menyapa, namun melihat suasana mereka bertiga Dian dan Eva malah bingung.


"Bela aja terus fakegirl itu" Menyebalkan. Claudia sangat menyebalkan hari ini.


"Kamu gak dengar semalam aku bilang apa?, kalau dia itu pacar abang ku, dan semalam malah dekatin kamu, apa itu gak fakegirl" Kata kata Claudia menampar hati Kia, namun Kia berusaha untuk tidak meladeni nya, karena claudia masih dianggap sahabat bagi diri nya.


"Gak kok, Dian dan Eva udah bilang sama gue, abang lo itu bandel, mana mungkin Kia suka sama abang lo, dekat aja nggak" Bukan Kia yang melawan. Kini lawan Claudia bukan yang ingin disasarkannya, malah cowok yang ia suka.


"Eva, Dian" Claudia menatap kearah Eva dan Dian secara bergantian.

__ADS_1


"Kampus aku" batin merema dua yang bisa sehati.


"Jadi selama ini kalian berdua buruk buruk ki aku dari belakang?, iya?" tanya Claudia dengan kasar.


"Bukan gitu Dia" elak Dian.


"Udah" teriak Claudia.


"Kalau gitu, berarti kalian milih bersahabat dengan Kia, aku kecewa, sebenarnya pikiran kalian dah dicuci dengan apa sih?" Claudia merasa kesal dan malu, emang benar Kia tidak pacaran.


"Seharusnya kami yang kecewa samamu Dia, kau marah marah dan nuduh nuduh Kia gak jelas hanya gara gara cemburu" Eva yang habis kesabaran pun malah ikut melawan.


"Oh, jadi lo marah marah gini sama dia gara gara gue" jeda Teejay.


"Lo dengar yah, jika cowok sudah tau kelakuan lo yang sangat memalukan ini, mereka akan mundur" Teejay menatap mata Claudia dengan dalam.


"Kamu dengar yah, jika mereka berani fitnah abangku, apalagi aku cewek yang gampang difitnah, dan sumpah yah, aku gak pernah nyangka kalau sifat kalian para sahabat ku kayak gini" Claudia tetap menjalankan sandiwaranya.

__ADS_1


"Cukup" Kia yang sedari tadi menonton pertikaian mereka pun bersuara.


"Sebaiknya, kau pergi dari kehidupan ku, kau adalah musuh, jadi aku akan mempertahankan sahabat ku dari pada musuh" Kia berbicara dengan suara khas habis nangis, tentu saja Kia menangis melihat persahabatan nya hancur begitu saja.


__ADS_2