
Jam pelajaran telah selesai, kini murid smp N.2 tebing tinggi sedang istirahat, semua orang pada peegi ke kantin, berbeda dengan sebangku yang ada didalam kelas 9'2 ini.
"Kia, jajan yuk, lapar aku ini" ajak Dian kepada Kia.
"Kalian aja deh, ini tugas dari bu Rosana, buat puisi, nanti ibu itu masuk, padahal aku belum membingkai nya" resah Kia pada dirinya.
"Yaudah, kami pigi yah, see you" Dian, Eva dan Claudia pun pergi.
"Loh kok nggak ikut sih, kan puisi yang dilihat itu, gerak gerik nya saat kedepan, nada titik tekanannya, keindahaan isi, tata bahasa" Teejay mengajari Kia.
"Dah tau kale" jawab Kia "Tapi ini juga harus ada kerapian kebersihan dan keindahan juga" jawab seorang gadis itu dengan sedikit menjengkelkan.
Seorang cowok yang ada dihadapannya menatapnya dengan senyum yang manis, tampan, yang mampu membuat para gadis gadis akan tergila gila melihat senyumnya, berbeda dengan gadis yang dihadapannya, dia tidak memperdulikan suatu ketampanan seseorang, dia hanya memperdulikan kebaikan orang orang.
"ehh kau kenapa, senyum senyum sendiri, dah gilak kau yah?" Kia bukannya tergoda atau tertarik, malah mikir yang aneh aneh, dasar Kia jahat benar yah.
__ADS_1
"Nggak lah, masa ganteng ganteng gini dibilang gilak, nih gua bawa loh bekal, makan bareng yuk" Teejay membuka bekal nya yang berisi 2 sandwich, yang nampak sangat lezat dan membuat nafsu makan makin bertambah.
"Tumben baik" lirik Kia.
"Kan kita dah sahabatan" Jawab Teejay dengan senyum ikhlasnya.
"Tapi kayaknya nanti aja deh, soalnya aku masih mau nulis nih" jawab Kia, yang naru sadar jam masuk akan terjadi, dan ternyata habis istirahat yang masuk adalah buk Rosana.
"Hai Kia" sapa ketiga sahabatnya fengan seksama.
"Nggak sempat nih Va, soalnya bentar lagi masuk" jawab Kia dengan tergesa gesa menggambar bingkainya.
"Ehh, Teejay, kamu nggak makan? ini untuk mu" Claudia menawarkan makanannya ke Teejay, sedangkan kesahabatnya sendiri nggak, melihat nya Eva dan Dian merasa geram.
"Dia, kau gimana sih, sahabat mu sendiri aja nggak ada kau tawarin, sama Teejay kau tawarin" geleng Dian merasa heran melihat sifat sahabatnya yang satu itu.
__ADS_1
"Ntah ni, Dia, bikin kesal aja deh" tambah Eva.
"Yah kan Teejay nggak ada yang nawarin" jawab Claudia.
"udah ah, gak usah berantem, gua punya bekal kok" jawab Teejay dengan kesal.
"Kalian ini, gitu aja dipermasalahkan" kesal Kia "punyaku dah siap dan masih ada waktu sedikit lagi, aku minta cemilan kalian dong" Pekerjaan Kia pun sudah selesai,dan ada sedikit waktu untuk beristirahat, dan dia pingin menggunakannya makan.
"Dah habis semua punya kami Kia" jawab ketiga sahabatnya dengan sedih dan sesikit mengunyah.
"Nah...... am" Teejay memasukan sandwich ke mulut kecil Kia.
"hmm..." Kia pun mengunyahnya dan setelah ngunyah dia ngomel ngomel "kau tuh yah, sembarangan deh, kalau aku keselak, gimana?" tanya Kia dengan kesal, matanya menatap tajam laki laki yang ada didepannya, suasana terasa campur aduk, entah apa penyebabnya.
"Maaf deh, kan biar aku suapin,soalnya kalau aku bilang baik baik, loh akan menolak" Laki laki remaja itu hanya menjawab nya dengan senyuman tanpa ada rasa takut dengan tatapan gadis yang didepannya.
__ADS_1
#sampai sini dulu yah#