
Kia, Eva dan Dian pun pergi ke lantai tiga untuk menyimpan bajunya dan setelah itu turun dan berbaris kelapangan olah raga.
"Aduh gimana dong wee, aku lagi mens ini, malas banget harus penjas kayak gini" Kesal Kia yang risih dengan keadaanya sekarang ini.
"Sabar yah Kia, namanya perempuan, kalau kata orang sebagai kaum hawa harus kuat" Ucap Dian menyemangati.
"Iya Kia kita harus semangat" Ucap Eva yang ikut berseru menyemangati Kia yang menjadi sahabatnya itu.
"Oke fighting" Kia pun menyemangati dirinya sendiri kembali.
Kia, Eva dan Dian pun bergegas menuju kebawah, dan lebih tepatnya lagi dilapangan olah raga.
"Oke sekarang kita baris, lima ber sap" Ucap ketua kelas 9'2 yang mulai membariskan dan juga mengatur barisannya.
Para murid 9'2 pun telah berbaris dengan rapi, mereka pun memulai pemanasan seperti biasanya, agar tidak terjadi cedera saat kegiatan telah dimulai.
Setelah ada 7 menit pemanasan Pak Haris yaitu guru penjas sembilan dua pun mengambil ahli barisan.
__ADS_1
"Semuanya siap grak" Ucap pria berotot itu membariskan.
"Hari ini bapak hanya akan membuat permainan kartu" Ucap guru penjas itu. Dan menunjukkan kartu AS.
"Yes berarti gak lari lari dong" Bisik Kia dalam hatinya dengan senang.
"Jadi caranya bapak akan menyerak kan kartu ini di ujung sana, dan kalian disini sesuai urutan kelompok kalian, dan kalian harus mengambil nomornya kartu sesuai urutan jika salah urutan maka mereka akan dianggap selasai" Guru penjas itu menerangkan cara bermain dan batas batas permainan.
Sedangkan para muridnya laki laki merasa senang dan beradu gampang.
"Gampang banget malah" Sambung Teejay.
Sedangkan Kia malah merasa bingung dan frustasi.
"Aduh Ian, Va, gue takut tembus, gimana dong, gue kayaknya deras banget, nggak kayak biasanya" Keluh Kia yang merasa bingung banget.
"Aduh Kia, semangat aja yah, gak usah grogi" Ucap Dian memberikan semangat lagi lagi.
__ADS_1
"Iya Kia, kalau kau semakin grogi, malah tambah risih nantinya" Begitu juga Eva yang menyemangati Kia.
"Gue izin gak ikut penjas aja yah" Ucap Kia yang semakin risih.
"Aduh Kia, kalau kau mau gampang masuk SMA maka jangan kurangi nilai, kemarin kau ipa dihukum masa ini kau mau nilai nol lagi?" Tanya Dian pada Kia dan menasehati temannya yang sangat pesimis banget.
"Kia kau tau kan kalau kau gak masuk SMA dengan beasiswa, bisa bisa kau gak di sekolah kan disini, tapi malah di tempat yang kurang berkualitas gara gara uang gak ada, dan kau mau kuliah mu gak kesampaian" Eva mengingatkan keingin nan Kia, mereka sengaja seperti itu agar Kia tidak gampang menyerah.
"Oke, oke, oke gue semangat ini" Ucap Kia yang mulai berusaha semangat.
"Sekarang kalian terserah mau ngambil kelompok, satu kelopok empat orang, berarti 12 kelompok, dan kelompoknya khusus satu jenis aja" Ucap guru penjas itu lagi lagi untuk menjelaskan.
Semuanya dah memiliki kelompok masing masing, sedangkan Kia, Eva dan Dian masih bertiga. Mereka kurang satu orang.
"Loh kalian bertiga?" Tanya guru yang bernama Haris itu menatap ketiga gadis yang terdiam.
Mendengar ucapan pak Haris, semua murid pun terdiam dan memfokuskan tujuan pandangan nya kepada ketiga gadis yang ada disitu.
__ADS_1