Musuh Jadi Pacar

Musuh Jadi Pacar
#17# "NIA MERASA SEDIH"


__ADS_3

Kenapa semuanya harus menjauh. Itulah yang dipikirkan Kia saat ini.


"Kenapa sih Dian gak pernah bilang" kesal Kia.


"Ini yang gak ku mau, kita nangis bareng bareng hanya karena hal seperti ini" Jawab Dian yang mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan kekening Kia.


"Hal seperti ini apa sih maksud mu" Tanya Kia dengan kesal dan sedih menatap nya.


"Yah, gara gara bentar lagi kita berpisah, belum lagi ujian setengah semester dah pada sedih semua"Jawab Dian.


"Gue gak mau pisah masalahnya" Jawab Kia.


"Namanya hidup juga Kia, pasti ada perpisahannya" Jawab Eva.


"Tapi kalian kok jauh banget sih" Keluh Kia.


"Santai aja kali, hidup itu dah modern, kalau kangen tinggal telepon atau VC" ucap Dian menenangkan sahabatnya itu.


"Ntah kenapa gue menganggap kalian itu saudara ku" Ucap Kia.


"Sama Kia, gue juga" sambung Dian.


"Gue juga" Begitu juga Eva.


Mereka bertiga saling peluk berpelukan.


Semenjak kehadirannya Teejay, mereka kelihatan tidak pernah ada bahagianya, yah karena Claudia juga yang cemburu gak jelas gitu.


"Tapi aku bahagia, setidaknya aku dah dipertemukan sama kalian" Ucap Eva yang membuat hati hangat.


"Sama" Sambung Dian.

__ADS_1


"Apalagi gue" jawab Kia.


"Hmmmm hmmmmm" gumam para sahabat Kia. Mereka kelihatan bahagia, tapi Claudia yang gak jelas statusnya sahabat atau musuh atau bukan siapa siapa.


"kepala mu udah mendingan gak" tanya Dian menghentikan peluk kannya.


"Lumayan" jawab Kia.


"Syukurlah soalnya kita masuk 10 menit lagi" jawab Dian.


"Iya aku tau" jawabnya Kia.


"Aky malas banget Ke dalam kelas, nengok 2 orang sejoli" Kesal Eva.


"Sabar aja sih Eva" ucap Dian.


"kau kenapa sih nuduh nuduh Teejay sembarangan gitu" Eva pun teringat sama ucapan Dian.


"Aku gak nuduh, itu memang fakta" Jawab Dian.


"Terus kau tau nya dari mana?" tanya Eva yang mewakili ucapan Kia, dengan kepingin taunya Eva dan Kia, mereka menatap kearah Dian dengan berdekatan hingga deruh napas nya kedengaran.


"Rahasia" jawab Dian santai.


Dengan kesal Eva dan kia menatap Dian.


"Dian mah gak seru, bikin kesal" Kesal Eva.


"Dengan sahabat ada yah rahasia rahasian" Kesal Kia menatap Dian.


"Mau tau aja atau mau tau banget" Ledek Dian.

__ADS_1


"Ntah layau" jawab Kia dan Eva sembarangan yang buat Dian ketawa terbahak bahak.


"Idih, ngambek nya barengan mantis anget cii" Ledek Dian dengan ala anak anak.


"Apaan sih" Kesal Eva.


"Yaudah kelas aja ngambeknya nanti bu Rosana masuk" ajak Dian yang menyadari 3 menit lagi akan bel masuk jam pertama.


Mereka bertiga pun keluar dari UKS menuju Kekelas 9'2 yang ada di lantai 3 paling atas.


Ini lah yang selalu dikeluhkan para 3 sahabat ini, yang harus naik tangga yang memiliki 46 anak tangga, yang mampu buat paha dan betis pegal.


"Capek banget dah naik turun" Kesal Dian.


"Iya nih" jawab Eva.


"Dah biasa" jawab Kia yang merasa bosan dengan tiap jari yang dia lewati.


"Dian jawab dong" rayu Kia.


"Idih, kayaknya ada yang ingin tau banget nih, kau suka yah?" tanya Dian melihatnya.


"Bukan aku kepo aja" jawab Kia.


"Itu mah sama aja kali" Teriak Eva pada Kia.


"Dah gak usah diperdebatkan, Dian memang gak seru orangnya" Kesal Eva dan disengaja di ujung kata membuat Dian menjadi berubah pikiran ternyata enggak ada sama sekali.


"Bodoh amat, mau aku gak seru mau seru, kalian pasti tetap sahabatan dengan aku kan" Jawab Dian enteng.


"Entah" jawab Eva dan Kia barengan yang membuat Dian bergidik ngeri melihat mereka yang ngambek.

__ADS_1


__ADS_2