Musuh Jadi Pacar

Musuh Jadi Pacar
#04# "ternyata dia!!"


__ADS_3

Jam ipa masih berlangsung dan semua murid 9-2 konsenterasi semua-a eh bukan semua kecuali ada dua orang dalam satu meja.


"Eh, loh kenapa cuek amat sih" tanya sworang laki laki kepada seorang cewe.


"......" namun cewe itu hanya diam "apaan sih ni orang gaje banget" batin Kia dalam hatinya.


"Tuhkan dicuekin lagi" kesal laki laki tersebut.


"......." seorang gadis itu pun tetap diam "dasar play boy bule, namanya ada guru, gamana mua ngomong, orang kau ngomong gaada guru aku diamin aja, apalagi ada guru" batin Kia dengan kesal.


"Ohhh, gue tau pasti gara gara tadi pagi, mobil gua jipratin air ke loh" tebak Teejay asal asalan, oadahal Kia aja gak tau.


"apaa??" teriak Kia dengan kuat hingga membuat bu saiyah melirik kearah mereka dan marah.


"Kia dan Teejay maju didepan" perintah ibu itu, " apa yang kalian bicarakan?", tanya ibu itu


"maaf bu" Kia menunduk kan kepalanya


"sekarang kalian berdua ibu hukum, angkat kaki kalian dan silangkan kuping kalian" hukuman yang diberi seorang guru ipa tersebut.


"Loh sih teriak teriak" ketus Teejay.


"Gimana nggak teriak orang yang buat itu ternyata kau, coba kau yang turun tadi, pasti dah kusiram balik" sewot Kia dengan wajah yang kesal.


"Emangnya bedanya apa?" tanya Teejay dengan sewot.


"Kau gak bisa diam yah" bentak Kia suara nya yang begitu kuat membuat orang orang melihatnya.


"Kia, Teejay, kalian dah buat ulah, bukannya diam malah membentak bentak lagi, sekarang kalian berdua, hormat bendera dilapangan" ibu saiyah itu pun menambahkan hukumannya menjadi yamg lebih berat.

__ADS_1


"Tap" omongan Kia terpenggal.


"Udah ayo, emangnya loh mau nanti ibu itu berubah pikiran" ancam Teejay kepada Kia.


"Iya juga sih" batin Kia dalam hatinya.


 


**S****esampai dilapangan**


 


"Loh kenapa sih harus teriak teriak" tanya Teejay, " padahal pak supir tadi dah minta maaf, lagi pula rok loh bukannya basah banyak, sikit doang kok" tanya Teejay dengan kesewotannya.


"........." namun Kia hanya diam, karena moodnya mulai hancur.


"Tuh kan loh diam lagi, padahal gue dah serius nanyak" ketus Teejay dengan sewot.


"Loh kenapa sih" tanya Teejay dengan heran.


" Teejay Aku mau pingsan kayaknya nih" jawab Kia dengan lemas.


"Plak" suara seseorang jatuh.


"Kia, Kia" teriak seorang laki laki itu dan menggendongnya ke uks.


"Maaf bang, kayu putih disini habis, boleh minta tolong belikan diluar" pinta seorang pemuda remaja.


Yah bentar lagi bel dan Teejay harus membeli diluar sekolah, karena kantin disekolah tidak menjual minyak minyakan. Semua teman Kia mengetahui dari seseorang petugas uks.

__ADS_1


"ya ampun Kia, maaf kan ibu yah, ibu juga heran kenapa kamu harus ribut tadi" ucap ibu itu kepada Kia yang masih pingsan, "ini ada minyak kayu putih Dian, tolong kamu buat kekeningnya, dan kalian jaga yah, soalnya ibu harus pergi" ijin ibu itu dan berpamitan.


"kasian banget sih kamu Kia" ucap Eva.


"iyah nih" Claudia pun juga mengucapkannya dan membuat minyak kayu putih kekepalanya"


"Aduhhh" tiba tiba Kia sadarkan diri, "kepala kh pusing banget" ucap Kia.


"ya ampun Kia, akhirnya kamu sadar juga" tanya Dian dan berlega hati.


"iya makasih yah, bay du we cuman kalian aja?" tanya Kia


"Iya, tadi ada buk Saiyah minta maaf tapi langsung owrgi" hawab Dian.


"Yah namanya aku salah wajib dihukum dong" jawab gadis itu "jadi yang lain gak ada" tanya gadis itu kembali.


"Nggak, udah kita pulang yuk" jawab Dian dan mengajak mereka pulang.


"Kia kia" teriak seseorang


Kia yang merasa dipanggil melirik kearah sumber.


"pulang bareng yuk" ajak seorang laki laki itu.


"Udah deh kalau gak suka, gak usah sok baik"


"Tadi loh pingsan, aku takut nanti loh pingsan lagi" Teejay merasa perhatian "bentar lagi mobil gue datang" Teejay pun memberi tumpangan.


"Mending aku pinsan ditengah jalan, dari pada harus sama loh" ketus Kia "yuk we.. aku capek" Kia pun pergi

__ADS_1


"SAMPAI SINI DULU YAH, THANK YOU"


__ADS_2