
Perdebatan tetap berlanjut, Kia, Teejay, Eva dan Dian semakin susah dipersatukan dengan Cludia.
"Kau mau bilang apa pun, tetap aku gak mau berteman ke kau, enak aja, kau udah lukai hati abang ku, tiba tiba pura pura musuhin Teejay, lalu besoknya mau, diduain lagi" semakin hari Claudia semakin melunjak.
"Nggak kok, siapa juga yang pura pura" Padahal Kia gak salah malah Kia yang memastikan kebenaran ke Claudia.
"Eh apaan sih, mau bilang apa pun juga lo ke gue atau ke Kia, tetap gue bodoh amat" Teejay semakin emosi.
"Caludia, kau apaan sih, sandiwara mu berlebihan tau gak sih" Eva juga ikutan emosi.
"Iya nih, sejak kapan sih abang mu pacaran sama Kia, emang sedari masuk SMP, kau itu gak pantes ditemani" Dian pun ikutan emosi melihatnya
"Iya, gara gara kau, waktu kelas 8, ngejar ngejar bang Gio, pake nama ku, jadi aku sasaran pacarnya" Eva menjeda perkataan.
__ADS_1
"Tapi kami, tetap jadi teman mu bahkan sahabatmu, dan sekarang kau bilang gini, bahkan kau ngulangi nya lagi, ganjen mu berlebihan, tau gak sih" Eva semakin emosi, rasanya darah nya mendidih sampai keubun ubun.
Jadi waktu kelas 8 itu, Claudia ngejar ngejar abang kelas bernama Gio. Gio seorang anak karate, ganteng dan keren. Sebenarnya Claudia gak salah mendekati Gio, yang salah itu caranya, dia mendekati Gio dengan nama Eva, pacar Gio yang cemburu melabrak Eva, Padahal yang salah Claudia. Yah gitu lah tepatnya
"Udah udah, gak usah berdebat" diantara mereka semua, hanya Kia yang masih sabar, aneh yah.
"Ohh, jadi kalian gini, kalian masih ingat kesahlahan ku?, kalian dendam sama ku?" Dia yang salah malah dia yang ngomel. Hidup.
"Eh Teejay, mending kau pergi deh, aku tau kok kamu siapa?, kamu itu seorang playboy kan?, aku tau" tiba tiba Dian memarahi Teejay.
"Aneh lo, tiba tiba nuduh nuduh gue gak jelas, terserahlah, gue salah dimata lo semua" Teejay pun kesal dengan keadaannya dan pergi meninggalkan mereka dengan hati yang kacau.
"kau apa apaan sih Dian, gak sepantasnya kau nuduh dia gitu walau dari lagaknya nampak gitu" Kia pun memarahi Dian, namun sama aja kata kata Kia bikin kesal. Aneh.
__ADS_1
"Sama aja kali" Eva memutar bola matanya dengan malas.
"Jadi kalian mau ngapain lagi tentang aku?, hah?" Tiba tiba Claudia bertanya campur marah.
"Ntah lah, kalau aku malas kali hadapi yang satu ini, ada sahabat tapi kayak berasa gak ada" Eva melipat kedua tangan nya didepan dadanya dan memutar bola mata nya dengan malas.
"Apa lagi aku, capek hadapin ****** kayak gini, mending aku belajar" kesal Dian.
"....." sejenak Kia diam.
"Kayaknya gak ada yang perlu diperdebatkan, aku sama Teejay gak ada apa apa, dan asal kamu tau Dia, hati ku merasakan kekecewaan, tapi kalau kamu masih mau berteman aku maafin kok" Kia menatap mata Claudia dalam dalam.
Banyak kenangan yang Kia ingat dalam benaknya. Memang sahabatnya yang satu itu banyak buat onar. Tapi bagi Kia dia masih sahabatnya, dia masih layak disahabati, karena masih banyak kenangan tentang Kia, Eva, Dian dan Claudia.
__ADS_1