Musuh Jadi Pacar

Musuh Jadi Pacar
#20#


__ADS_3

Semua pun menatap kearah ketiga orang itu dan satu orang lagi yang tidak mempunyai kelompok juga.


"Kalian bertiga: Kia, Eva dan Dian, kalian bertiga saja?" Ucap laki laki berbadan kekar itu.


"Iya pak" Ucap mereka bertiga kompak.


"Yah udah kalian bertiga aja gabung ke Claudia?, kalian berantam ya?, biasanya kalian berempat kompak, ini kok nggak?" Tanya pak Haris lagi lagi heran menatap keempat orang itu yang gak biasanya bertingkah seperti itu.


"Ngapain juga berantam pak" Ucap Eva malas.


"Yaudah kalian satu kelompok" Ucap pak Haris kepada empat orang itu


Hati Eva dan Dian kesal menatap gadis yang bernama Claudia itu.


"Sekarang yang memulai tim cowok ya" Ucap pria berbadan kekar dan bernama Haris itu menjelaskan ke pada murid muridnya.


"Kalian duduk saja memperhatikan mereka, biar paham" Ucap pria itu pada siswi yang disitu.


Kia hanya merasa takut, yang dirasakan gadis bernama Kia itu hanya khawatir, khawatir dengan keadaanya yang lagi menstruasi, jika tembus, atau letak nya yang bergeser kan rempong.

__ADS_1


"Aduh gimana dong Ian, Va, aku takut loh, tiba tiba tembus kayak mana nih" Ucap Kia dengan suara yang sangat pelan.


"Aduh Kia, jangan pesimis dong, harus terus optimis yah" Ucap Eva menyemangati.


"Iya Kia, mungkin kalau kau sakit betulan baru dibawa ke UKS, kau masih dikasih nilai, tapi jika cuma gara gara ini, tentu nya pak Haris gak ijinkan" Ucap Dian menjelaskan ke Nia.


"Ia Kia, emang nya kau mau punya nilai jelek?, pastinya nggak kan" Ucap Eva lagi lagi membuat Kia semangat.


"iya, tapi masalahnya gue risih banget dan gue khawatir banget Dian, Eva" Ucap Kia lagi lagi dengan nada suara pelan.


Sedangkan Claudia hanya melihat dan menatap mereka aneh dan terheran heran.


"Kalian ngapain?" Tanya Claudia yang heran melihat tingkah mereka.


"Eh Claudia, gak ada kok, cuman lagi ngobrol aja" Jawab Kia ramah. Kia baik nya kebangetan yah, dah tau orangnya kayak gitu masih aja diladeni.


"Gak urusan mu tau" Jawab Eva dengannya judes.


"Dan kau jangan mikir kalau kita itu bakalan akrab, kita akrab saat kita yang bertanding" Ucap Dian yang tidak kalah jutek.

__ADS_1


"Santai aja kai, aku juga malas gabung sama rakyat jelata" Ucap Claudia yang bikin kesal sekesal kesal nya mungkin.


"Idih" Jijik Eva kepada gadis bernama Claudia itu, mungkin jika tidak ada guru, Eva akan mencampakkan gadis itu.


"Udah gak usah berantam" Kia pun melerai mereka bertiga.


"Pak Haris, aku mau kekelompok Vina aja, aku gak mau disini" Ucap Claudia memelas ke pak Haris.


Eva dan Dian yang melihat dan mendengarnya langsung komentar.


"Yaudah sana gak usah kesini" Ucap Eva kesal menatap gadis licik itu.


"Gak usah sama Vina sama Teejay aja sana" Ucap Dian menjengkelkan.


Sedangkan Teejay hanya melirik kearah Dian, tapi langsung fokus ke pertandingan itu lagi.


"Udah lah" Kia lagi lagi melerai kalian.


Kasihan Kia, dia sedang bingung bagaimana supaya nanti nyaman eh ini dia malah sibuk melerai temannya yang ribut sama ular kwpa dua. Ular kepala satu aja susah di hadapi apalagi ular kepala dua yah. Hadeh.

__ADS_1


__ADS_2